Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Luka di atas luka



(Di dalam ruangan)


Ctarrr.... Ctarrr....


Terdengar dua kali cambukan.


"Ahhkkkkk...... Uhuk uhuk uhuk. " terdengar teriakan Juan.


Tak hanya itu Juan mulai mengeluarkan darah dari mulut nya.


"Masih juga angkuh. " bentak Charles.


Ctarrr.... Ctarrr...


"Aaaahhkkkk..... Uhuk uhuk uhuk. Cukup Pa cukup tidak lagi. " ucap Juan lirih.


Dan bola mata kembali seperti semula berwarna biru bening.


"Juan rasa dia sudah paham dengan kesalahan nya." ucap Juan lemah.


"Bagus, tapi hukuman mu belum selesai. " ucap Charles kembali memberi cambukkan kepada Juan.


Juan hanya mampu berteriak menahan sakit.


Charles menghentikan cambukan nya dan mengembalikan cambuk nya ketempat semula.


Kemudian mengambil sebuah belati hitam yang cukup unik dengan ukiran seekor ular di tengah nya.



Dan berjalan pelan dan jongkok di depan Juan.


"Anda tahu apa kesalahan anda Juan.?. " tanya Charles.


"Juan, tahu Papa. " jawab Juan pendek.


"Sebutkan apa kesalahan kamu.?. " tanya Charles.


"Membiarkan Bara menyukai saya. Dan membiarkan Demon tebar pesona. " jawab Juan lirih tak bertenaga.


"Anda sadar juga dengan kesalahan Anda. Jadi apa yang harus Anda lakukan pada Iblis di tubuh anda itu.? " tanya Charles dengan nada mengancam.


"Juan, akan menekannya lagi dan lagi. " jawab Juan dengan perasaan takut.


"Bagus. Ingat satu hal saya bisa bersikap baik di saat anda bersikap baik, dan saya akan kejam kalau anda bersalah. " ucap Charles dan kemudian menusukkan belati di paha Juan.


"Aaaaaaaaaaaaa........." teriak Juan tak tahan lagi.


"Aaaaaahhhkkk.... I...i... Iya... Pa.. " jawab Juan terbata-bata sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Juan tidak bisa mencabut belati yang tertancap di pahanya karena belati dengan logam hitam adalah kelemahan iblis.


"Haaa... Haa.. Haa..." napas Juan mulai terengah engah menahan sakit di pahanya.


Pahanya pun ngeluarkan darah segar. Charles hanya menatap tajam.


"Apa yang menyerang anda kemarin? " tanya Charles tanpa ekspresi.


"Seekor beruang besar, dan dia masih berkeliaran di sekitar sini. Tapi dia terluka. " jawab Juan sambil menahan rasa sakit bercampur panas.


Menelan ludahnya sendiri.


"Bagus." sahut Charles dan kemudian mendekat.


Di cabutnya belati itu dengan kasar dan sengaja diputar.


"Aaaahhkkkk.... " kembali Juan berteriak menahan sakit.


Kemudian Charles membersihkannya dan menyimpan kembali belati itu dan berjalan meninggal Juan yang mulai terkapar tak berdaya.


Di bukanya pintu itu dan di tatap nya orang orang yang berada di luar ruangan.


"Apa kalian mendengar teriakan Juan? " tanya Charles dengan tatapan dingin.


Semua mengangguk lemah.


"Ini yang akan terjadi kalau kalian melanggar peraturan. " Charles menatap tajam kearah semuanya.


"Kalau kalian menganggap hukuman yang di berikan Juan kepada Bara adalah kejam, kalian boleh menikmati hukuman dari saya langsung." lanjut Charles dingin.


"Ayo sayang kita kekamar, hari ini saya lelah sekali. " kata Charles lembut.


Membuat semua melongoh kaget mendengar ucapan yang berbeda saat berbicara dengan Kenzo.


"Iya, ayo. Felix dan kalian semua rawat Juan. " perintah Kenzo.


Semua paham dan segera masuk kedalam ruang kerja Charles. Betapa terkejutnya mereka melihat kondisi Juan yang terkapar di lantai.


"Sial, sial luka nya terbuka lagi. " Felix mulai panik.


"Cepat suruh pelayan memanggil Dokter Alfredo lagi, dan kamu Wilmer bantu saya angkat Juan ke sofa. " perintah Felix.


Segera semua mengerjakan apa yang di minta Felix.


"Kak Felix, luka apa maksudnya? " tanya Bella bingung dan mengikuti Felix dan Wilmer dari belakang.


"Nanti juga kamu akan melihatnya. Wilmer lebih cepat. " perintah Felix.


"Juan kamu masih kuat. " ucap Felix khawatir.


Juan hanya mampu mengangguk lemah. Di baringkannya Juan pelan pelan di sofa dengan posisi tengkurap.


"Ahhkk. Pelan pelan. " rintih Juan lemah.


"Iya. Maaf. " jawab Felix.


"Kemal suruh Bara berhenti. Hukuman sudah selesai. " pintah Juan pelan.


"Secepat itu. Harus nya biarkan dia sampai pingsan diluar. " protes Felix sambil mengambil gunting dan merobek baju Juan agar lebih mudah untuk dirawat.


"Astaga Kak Juan, punggung kakak kenapa." ucap Sella dan kemudian menangis tersedu-sedu.


Bukan hanya Sella saja Bella pun sama.


"Sudah sudah kalau kalian seperti ini malah membuat Juan makin stres. " ucap Wilmer yang sebenarnya tidak tega juga.