
Tak lama kemudian di susul oleh pria itu yang sedang membopong Juan yang tak sadarkan diri dan diikuti oleh ketiga peliharaanya. Semua terkejut melihat Charles, Kenzo yang sedang menangis di pelukan Charles, serta Juan yang dalam gendongan orang lain.
Segera Bara dan Sella menghampiri pria itu. Belum sempat Sella bertanya.
"Dimana kamar Juan? " tanya nya dengan nada dingin.
"Di lantai 3 sebelah kamar Kak Felix. " ucap Sella.
"Biar saya saja yang membawanya. " ucap Bara.
Tapi pria itu hanya menatap dingin ke arah Bara, dan mengamati dari atas hingga ke bawah.
"Dengan tubuh sekecil itu mau gendong Dia. " ucap nya mengejek.
Bara hanya terteguk tak terima dengan ucapannya.
Kemudian pria itu berlalu dari hadapan Bara dan yang lainnya.
Sesampai di kamar segera pria itu merebahkan tubuh Juan.
"Apa yang Felix lihat dari pria lemah ini. Saya tak percaya, Anda bisa memikat adik saya yang terkenal playboy itu. " ucap pria itu yang kemudian meninggalkan Juan yang tak sadarkan diri.
Sempat terkejut saat hendak meninggalkan kamar Juan ketiga hewan itu ternyata mengikutinya dan ikut masuk kedalam kamar.
"Apa apaan ini. Hewan punya tempat sendiri kenapa mereka dengan leluasa keluar masuk rumah. " ucap pria itu kasar.
Leopard menggeram kasar. King dan Queen menggonggong keras. Dengan tak memperdulikan pria itu ketiganya langsung berlalu dan melompat kearah Juan. Pria itu hanya mampu terteguk tak percaya dan segera turun menemui Charles.
"Perkenalkan diri Anda. " perintah Charles pada pria itu.
"Perkenalkan Saya Luis Regulus Aridam Ethelbert. Panggil saja saya Luis. Saya putra kedua Papa, dan saat ini saya yang akan mengambil alih tugas Felix. " ucap Luis dingin.
"Dengar kan perkataan saya. Dan saya tidak akan mengulangi untuk kedua kalinya. Felix sudah meninggal, dan sebentar lagi akan di semayamkan jika kalian ingin melihat untuk terakhir kali silakan sebelum Luis membawanya ke gereja. " ucap Charles yang kemudian berdiri dan memapah Kenzo yang masih lemas.
Semua terkejut tak percaya dengan perkataan Charles. Sella, Viona, Bella, Ella dan Yera menangis sesegukan. Sedangkan Bara, wilmer dan Kemal terdiam tak bersuara.
Disaat jasad Felix di bawa ke ruang utama kembali mereka menangis histeris. Viona memeluk Sella dan menangis bersama. Belle menangis dalam dekapan Bara, Ella menangis di pelukan Wilmer sedangkan Yera menangis di pelukan Kemal. Luis hanya menggelengkan kepala.
"Bagaimana bisa Papa mengumpulkan orang lemah seperti kalian ini. " ejek Luis.
"Kamu baru datang kemari dan tak tahu hubungan kami semua. Jangan menghina kami seperti itu. " ucap Bara tak Terima.
"Kalian hanya anak angkat, atau saudara tiri Felix. Sedangkan saya adalah kakak kandung Felix. Jika saya bersikap seperti kalian ini apa Felix akan pergi dengan tenang. " ucap Luis datar.
"Dari pada kalian menangis seperti itu lebih baik khawatir kan Kakak sulung kalian yang lemah itu. " lanjut Luis.
Dan berlalu meninggalkan semuanya, serta memerintahkan anak buahnya membawa Jasad Felix untuk dibawa ke gereja.
"Juan." ucap Bara lirih dan segera melepas pelukan Bella.
Dengan segera Bara berlari arah kamar Juan, yang lain mengikuti Bara karena khawatir akan kondisi Juan. Selain itu tidak mungkin juga bagi mereka mengikuti acara pemakaman Felix, selain berbeda agama juga karena Luis tidak memberikan ijin.