
Sejenak Juan terdiam dan mulai mengumpulkan semua memori yang sempat terlupakan.
"Ehhh....Aidennnnnn.... " teriaknya saat mulai menyadari apa yang terjadi tadi pagi.
Sedangkan Aiden yang sedari tadi sudah berada di kantor hanya tersenyum.
"Ahh sial, kenapa pas banget waktunya. " gerutu Juan sembari turun dari ranjang pelan.
"Juan. Heat kamu tuntas, kenapa rasanya ringan. " ucap Lucifer tanpa merasa berdosa.
"Diam kamu. Juan mau cari kamar mandi. " ditatap nya sekeliling kamar tak ada pintu, yang ada hanya sebuah tirai merah yang cukup elegan.
Karena penasaran Juan menghampiri tirai itu dan benar saja di balik tirai ternyata terdapat sebuah kamar mandi yang luas.
"Astaga, pantas di cari pun gak bakal ketemu." pekik Juan.
"Selera yang aneh, mana ada pintu di ganti pake tirai dasar vampir. " umpat Juan kesal.
Segera Juan masuk kedalam dan membersihkan badannya.
"Baju Juan, haisss..... " keluh Juan saat tahu bajunya berserakan di lantai. Juan pun mengenakan semua bajunya kembali.
"Ponsel, mana ponsel Juan. " omel Juan sembari mencari barang yang terlupakan.
Setelah dirasa lengkap segera Juan keluar dari kamar Aiden. Ternyata di depan sudah ada beberapa bodyguard yang menjaga nya.
"Tuan, maaf. Bos besar berpesan agar Tuan tidak di perkenankan untuk keluar kamar. Jika Tuan butuh sesuatu saya akan melaksanakan perintah Tuan. " ucap salah satu bodyguard saat tahu Juan hendak keluar kamar.
Juan menatap tajam dan tak suka. Seketika semua tertunduk dan merasa takut.
~"Gila, Dia sama saja seperti Bos besar. " ~ ucap seorang bodyguard dalam hati.
"Tidak ada yang bisa melarang saya melakukan apapun termasuk Bos besar kalian. CAM KAN ITU." bentak Juan dingin dan menatap tajam.
"Kami hanya menjalankan tugas kami. " ucap seorang lagi.
Segera Juan mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
(Pov Aiden)
Ponsel di atas mejanya berdering nyaring. Ditatap nya nama panggilan yang tertera.
"Juan." ucapnya.
Ditekannya terima dan speaker.
"Halo Juan. " 📲 ucapnya sambil mengarahkan pandangannya ke layar laptop.
"Halo, Halo. Halo apaan? " 📲 sungut Juan jengkel.
"Supaya Anda tidak keluar dari Villa saya." 📲 jawab Aiden pendek sembari tersenyum tipis.
"Juan bukan tahanan, jadi kau gak bisa atur atur Juan sesuka kamu. " 📲sungut Juan semakin jengkel.
"Tapi Anda ada di bawah kendali saya. Ingat tentang perjanjian kita. Anda akan menuruti semua perintah saya. " 📲jawab Aiden dengan sengaja mengingatkan akan perjanjian yang ada.
"Tapi enggak harus mengurung Juan juga kan. " 📲sahut Juan mulai melunak.
"Sudah turuti saja, saya masih banyak pekerjaan. Tunggu saya nanti malam. " 📲 ucap Aiden mengakhiri pembicaraan.
Aiden tersenyum puas dan senang.
"Sedikit demi sedikit Anda akan benar benar jatuh kedalam pelukan saya Juan. " ucap Aiden sembari tersenyum smirk.
(Kembali Ke Juan)
"Gila ni orang main tutup saja. " gerutu Juan yang mau tak mau kembali masuk ke dalam kamar.
Semua bodyguard hanya menatap heran dan bingung dengan sikap Juan, yang terkadang dingin dan tiba tiba menjadi seperti anak kecil.
"Tuan Muda yang aneh. " ucap salah seorang dengan lirih.
Waktu berlalu dengan cepat, mendekati malam Juan semakin gelisah. Hingga malam pun terus ber gulir.
Tepat tengah malam disaat Juan sedang asyik menatap langit malam di balkon kamar Aiden tiba tiba dari arah belakang seseorang memeluk pinggang Juan.
"Aahkkk... Kauuuu.... Bikin kaget saja. " pekik Juan terkejut bukan main.
Aiden hanya tersenyum.
"Sudah saatnya Saya menikmati makam malam yang nikmat ini. " ucap Aiden sembari menghirup aroma Juan kuat kuat.
Juan hanya mampu menahan nafas sambil berdesis lirih saat Aiden mencium aroma nya tepat di area sensitif Juan, yaitu leher Juan.
"Anda benar benar sangat sensitif. Hanya dengan sedikit sentuhan membuat Anda mendesis. " ucap Aiden.
"Suara seperti apa yang keluar dari bibir mungil mu itu nanti" goda Aiden yang kemudian mengecup dan menjilat leher Juan.
"Sshhttt......ahh...... " desah Juan tanpa sadar saat merasakan sentuhan di leher Juan.
Bak tersengat listrik, sekujur tubuh Juan menegang. Kembali Juan merasakan sensasi yang sudah lama tak dirasakannya.
Aiden tersenyum senang melihat respon yang diterima oleh Juan.
Tanpa aba aba.....
"Ahhkkk.....Aiden..... Ughh..... " Juan mencengkram tangan Aiden yang memeluk pinggangnya.