
Pagi hari usai semua sarapan dan beraktivitas. Juan sengaja datang ke ruang kerja Charles. Karena semalaman Dia tak menemukan jawaban atas pertanyaan itu.
Tok tok tok
Juan mengetuk pintu dengan pelan.
"Masuk." sahut Charles dari dalam.
Juan segera masuk kedalam, ternyata Kenzo juga berada di ruang Charles dan sedang berbaring di sofa. Kedatangan Juan membuat Kenzo sedikit mulai emosi.
"Kenzo sudah, sabarlah. Biarkan Juan berbicara. " pintah Charles.
Juan hanya mampu menunduk lemah.
"Duduk." perintah Charles.
"Ada perlu apa? " tanya Charles tanpa melihat ke arah Juan.
"Pa. Apa yang terjadi dengan Juan.? " tanya Juan.
"Maksud Anda.? " ucap Charles datar tanpa melihat wajah Juan.
"Kenapa Juan tidak bisa berkomunikasi lagi dengan Lucifer, sejak papa menorehkan darah di perut Juan.? " tanya Juan kembali.
"Apa yang Anda lihat dalam tidur Anda? " tanya Charles dan kali ini menatap dingin wajah Juan.
Kenzo mendengarkan dengan seksama.
"Setiap malam, Juan melihat Lucifer terikat tali merah darah. Setiap Juan memanggilnya, jangankan menatap, seperti Lucifer tak bisa mendengar suara Juan. " jelas Juan.
"Bagus lah. " jawab Charles pendek.
Juan menatap ke arah Charles.
"Asal Anda tahu. Mulai saat dimana Aiden tertidur panjang, Lucifer pun mengalami hal yang sama. " jelas Charles dingin.
"Anda. Kini bukan lah seorang iblis murni kembali. Tapi setengah iblis setengah manusia kembali. " lanjut Charles.
"Hanya saja, sisi iblis pemikat Anda tertidur untuk selamanya dan menyisakan sisi manusia Anda. " ucap Charles datar.
Juan terteguk tak percaya.
"Papa, kenapa papa tega membuat Juan kehilangan Lucifer. Dia adalah bagian dari diri Juan. " ucap Juan tak Terima.
"Karena Anda tak bisa mengontrol iblis Anda. " pekik Kenzo tiba tiba.
"Kenzo benar. " ucap Charles datar.
"Sejak bayi itu hadir, iblis dalam diri anda lepas kontrol. Dan Anda lihat sendiri apa yang terjadi. " ucap Charles.
"Itu karena Aiden membunuh salah satu teman kami. " bela Juan.
"Maksud kamu?" tanya Kenzo tak mengerti.
"King meninggal ditangan Aiden. Tanpa sepengetahuan Juan, Aiden membunuh King. Juan terpaksa melakukan itu Ayah. " jelas Juan sambil menangis.
"Juan bingung Ayah. Di satu sisi Juan cinta sama Aiden, tapi disisi lain Juan harus membalas dendam kematian King. Queen dan Leopard berduka. " lanjut Juan.
"Tapi mereka hewan Juannnn. " pekik Kenzo.
"Tapi mereka keluarga Juan, Ayah. Mereka lah yang selama ini ada disisi Juan. Juan dilema Ayah. Lucifer memprovokasi Juan, Aiden membuat Juan semakin marah. Lalu Juan tanpa sadar......" tangis Juan pecah kembali dan menatap kedua tangannya.
"Juan juga tidak mau ini terjadi Yah, Pa. Juan gak mau..... " ucap Juan menangis dan menatap Kenzo.
"Semua sudah terjadi. Lebih baik Anda persiapkan kehadiran titisan keduanya. Kehadirannya bayi dalam perut Anda akan menentukan siapa yang lebih dominan. " jelas Charles.
"Dan Anda Kenzo tenang kan diri Anda. " pintah Charles lembut sambil menghampiri Kenzo yang masih tak Terima.
"Ini sepenuhnya bukan kesalahan Juan. Tapi kesalahan Aiden dan juga iblis itu. " nasehat Charles.
"Juan kembali kekamar Anda dan istirahat lah. " perintah Charles.
Juan hanya mampu menunduk lemah dan menuruti perintah Charles.
Sedikit demi sedikit Kenzo mulai mampu menerima kondisi Aiden. Perlahan lahan Kenzo mulai bisa memaafkan Juan walau tak seperti dulu lagi. Tapi sudah cukup bagi Juan.
Kehamilan Juan dan Kenzo ternyata seumuran, sebenarnya itu membuat Charles sedikit khawatir. Charles merasa bayi dalam kandungan Juan sedikit menjadi sebuah ancaman bagi keluarga nya kelak.
Hari dimana kelahiran tiba. Semua sibuk, baik itu pelayan, bodyguard bahkan seisi rumah di buat panik. Para pelayan sibuk menyiapkan kamar untuk majikan baru mereka. Semua bodyguard sibuk memperketat penjagaan di sekitar hingga di beberapa tempat.
"Kenapa kita yang cemas, sedangkan lihat Papa tampak tenang. " bisik Kyera sambil menatap Charles yang duduk diam di kursi depan ruang operasi.
(Secara, baik Kenzo maupun Juan melakukan proses kelahiran secara operasi Caesar di kastil. Hampir semua dokter yang bekerja di rumah sakit Charles di bawa ke kastil untuk melakukan operasi tersebut, tentu saja dengan segela perlengkapan yang sudah di siapkan oleh Alferdo) .
Walau sebenarnya Charles lebih gelisah di banding semua, hanya saja Charles yang notebene nya seorang mafia sangat pandai menyembunyikan perasaan maka tak ada yang tau seberapa gelisah nya dia saat ini.
Detik demi detik terus berjalan, menit demi menit berputar dengan lambat hingga. Terdengar suara tangisan bayi memecah keheningan.
Semua menatap kearah pintu, seketika itu Charles beranjak dari duduknya dan menghampiri pintu itu. Semua menatap dan menghela napas lega. Alferdo keluar dari pintu dengan wajah letih namun lega dan senang.
"Hebat sahabat ku. Selamat. " ucap Alferdo senang.
"Dua bayi sekaligus, putra dan putri. " ucap Alferdo puas.
"Kenzo.? " tanya Charles.
"Dia, baik baik saja. Semua dalam kondisi sehat." jawab Alferdo.
Semua yang mendengar tertawa senang, raut bahagia terpancar dari wajah semua.
"Lalu kak Juan? " tanya Sella.
"Juan juga baik baik saja. Bayinya sehat dan juga tampan. " jawab Alferdo.
Tak lama kemudian beberapa perawatan membawa keluar 3 bayi yang di letakan di box inkubator yang terpisah.
"Alferdo jadikan satu mereka di ranjang yang sama, dan bawa Juan di kamar itu. " perintah Charles.
Semua terdiam tak tahu apa yang akan di rencanakan oleh Charles. Alferdo hanya menuruti perintah Charles saja. Di dalam sebuah ruangan hanya ada ke tiga bayi di ranjang yang sama, Charles, Kenzo dan Juga Juan.
Kenzo sengaja ingin masuk karena merasa khawatir. Sedangkan yang lainnya hanya menatap di luar melalui jendela kaca. Charles tak mengijinkan siapapun masuk.
"Juan, Anda akan memberi nama siapa pada bayi mu ini? " tanya Charles datar.
"Pa, jika boleh ijin kan putra Juan menyandang nama papanya. " jawab Juan.
"Putra kamu adalah cucu saya juga, dia berhak mendapatkan nama keluarga nya. " jawab Charles.
"Namanya adalah Krishtian Eldward Ethelbert. " jawab Juan.
"Nama yang bagus. " ucap Charles.
"Kenzo, nama apa yang Anda inginkan untuk putri kita? " tanya Charles menatap lembut.
"Lucia. Saya ingin nama itu. " jawab Kenzo spontan.
"Rupanya Anda sudah mempersiapkan nya. " sahut Charles.
Kenzo mengangguk pelan.
"Baiklah. Luca Edelmar Ethelbert nama untuk putra kita dan Lucia Edelmar Ethelbert untuk putri kita. " ucap Charles.
"Luca dan Lucia, nama yang bagus. " ucap Kenzo senang.
"Kau pindahkan Krish diantara Luca dan Lucia." perintah Charles ke seorang perawatan yang sengaja diijinkan masuk satu.
"Papa. Apa yang akan Papa lakukan pada mereka.? " tanya Juan bingung.
"Apa Anda sadar Juan, siapa putra Anda sebenarnya? " tanya Charles.
Dengan sedikit tertatih tatih, Juan mendekati ranjang di mana putranya dan 2 bayi yang lainnya. Ditatap nya lekat wajah putranya.
"Dia mirip Aiden, tampan. " ucap Juan lirih.
Saat Krish mulai membuka matanya, Juan terkejut buka main.
"Matanya merah dan pink kelabu. " ucap Juan terkejut.
"Dia mempunyai dua titisan sekaligus dan ini tidak baik buat semua. " jawab Charles dingin.
Juan hanya mampu terdiam.
"Saya akan menyegel kekuatan nya dan menjadikan Krish sebagai pelindung Luca dan Lucia. " lanjut Charles.
"Dengan begitu, kelak Dia akan di bawah kendali Luca dan Lucia. " jelas Charles datar.
"Tapi ..... " sahut Juan lirih.
"Ini hukuman buat kalian. Kalian yang bersalah, putra kalian yang menanggung akibat nya. " ucap Charles.