
(POV Villa Aiden)
Sinar rembulan merah sedikit demi sedikit mulai memasuki villa Aiden. Sehingga membuat seluruh Villa Aiden berubah menjadi merah.
Sejak sore sengaja Aiden memerintahkan semua asisten dan anak buahnya yang manusia untuk pergi dan meninggalkan villa nya.
Menyisahkan beberapa orang yang memang kaum yang sama dengan nya yaitu vampir.
Karena di saat ini kekuatan mereka akan bangkit sempurna dan rasa haus akan darah akan berlipat lipat lebih besar dari sebelumnya.
Bulan merah bagi mereka adalah saatnya pesta darah buat mereka. Jika memang asli di tempat Aiden, bagi mereka manusia adalah hewan ternak dan saatnya bagi mereka untuk menikmati hasilnya.
Akan tetapi karena ini adalah dunia manusia. Aiden segaja menyiapkan beberapa manusia yang menurutnya sudah sepantasnya bagi mereka untuk mati. Bukan karena umur melainkan karena keserakahan mereka.
Sejak bulan merah mulai naik ke atas dan benar benar berada diatas kepala. Baik Aiden maupun Juan mulai berubah.
Aiden menjadi semakin bengis dan dingin. Aura membunuh keluar menyebar keseluruhan villa nya. Sayap hitam legam bertengger dengan gagahnya dan menunjukkan ke wibawaan tersendiri. Menunjukkan bahwa dia lah sang pangeran vampir yang berkuasa. Seorang putra mahkota.
Juan pun sama. Raut wajah Juan yang semula lembut berubah menjadi dingin. Bola matanya yang semula berbeda warna kini keduanya menjadi merah. Sayapnya yang angkuh membentang dengan sempurna.
Keangkuhan dan kesombongan nya terpancar. Menunjukkan bahwasannya dia lah putra Iblis. Pangeran Iblis yang menguasai dunia kegelapan.
Aura Iblis berdenyut cepat dan pecah menyebar kesegala penjuru Villa. Ditambah dengan kehadiran bayi yang ada di perut Juan, setengah Iblis setengah vampir. Membuat aura Juan dan Lucifer semakin menguar dan memancar tak terkendali.
Aiden merasa aura lain di dalam villa nya. Hingga membuatnya marah dan geram.
"Aaaarrrggggg...... " teriakan Aiden bergema keseluruhan Villa yang hampir kosong itu.
"Iblis mana yang dengan beraninya menyusup kewilayahan ku. " teriak Alden dengan penuh amarah.
Segera semua anak buah Aiden berpencar mencari sumber aura iblis yang menyebar.
"Yang mulia, aura ini selain iblis ada juga aura vampir yang sama seperti milik Yang mulia pangeran. " ucap salah seorang anak buah nya.
"Cepat cari dan seret Dia kemari. " perintah Aiden dingin.
"Kau benar, ternyata bayi ini juga mengeluarkan aura yang sama juga. " jawab Juan sambil mengusap lembut perutnya yang mulai sedikit menonjol.
Juan keluar dari persembunyian dan sengaja melesat melewati jendela dimana Aiden berdiri. Juan sengaja memancing Aiden untuk keluar dari villa nya.
Melihat ada yang terbang melesat menuju langit malam. Aiden tampak geram. Dengan sekali hentakan Aiden melesat menyusul Juan.
Vampir dan Iblis dua makhluk yang berbeda walau sama sama makhluk kegelapan.
Vampir lebih hebat kalau dia ada di darat, dan menapak di atas tanah.
Sedangkan Iblis lebih hebat kalau dia ada di atas langit.
Aiden semakin geram karena tak bisa menyusul Juan yang melesat di atas langit.
"KEPARAT. BERHENTI KAU IBLIS. " teriak Aiden.
Juan berhenti diatas langit menatap tajam kearah Aiden.
"Apa hak kamu meminta ku untuk berhenti" jawab Juan sembari mengepakkan sayapnya agar tetap di atas dan seimbang.
"Kau telah memasuki wilayah ku, dan menyusup ke dalam kediamanku. " sahut Aiden.
"Hukuman bagi penyusup adalah mati. " ucap Aiden dingin.
"Selain itu. Bayi di perutmu adalah ancaman bagi ku. Jadi kauu harus matii. " lanjut Aiden sambil tersenyum bak Iblis.
"Hahahahahaha....membunuh ku. Apa kau mampu membunuhku, menyusul ku saja kau tak mampu. " ejek Lucifer.
"Lucifer diam kau. " ucap Juan.
"Ho ho ho..... Dua jiwa dalam satu tubuh. Pantas aku merasa ada yang aneh dengan aura mu." ucap Aiden.
"Satu aura Iblis busuk. Dan satu lagi aura Iblis pemikat. " lanjut Aiden.
"Jangan jangan dengan keahlian mu itu kau membuatku menanam kan benih yang ada di perutmu itu. " ejek Aiden tak mau kalah.
"Kauuuuu...... " teriak Juan tak Terima.