
Juan pergi menghindari semuanya duduk sendiri di tengah tengah taman dan duduk di bawah pohon paling besar yang ada di taman.
"Haaa.... " Juan menghela nafas panjang sambil memandang bulan yang hampir bulat sempurna.
"Sebentar lagi bulan Merah Lucifer. " ucap Juan lirih.
"Kamu benar. " sahut Lucifer.
Dan tampak jelas salah satu bola mata Juan berubah merah pekat.
"Sebentar lagi orang yang akan menjemput kita akan datang. Dan di saat itu tiba semua akan tahu siapa sebenarnya Yohanes Juan Christopher ini. " ucap Juan sambil tersenyum sinis.
"Seorang monster, iblis dan entah apalah namanya bagi mereka para manusia. " lanjut Juan.
Bola mata merah tampak terlihat sendu saat Juan berucap seperti itu.
"Apa kamu menyesal karena tahu siapa kamu sebenarnya Juan? " tanya Lucifer dengan nada dingin.
"Apa gunanya buat menyesal Cifer. Siapa Juan dan seperti apa Juan semua tidak bisa dan tak akan pernah berubah. Juan hanya mampu menghadapinya. " lanjut Juan sambil menatap kosong kearah kegelapan malam.
Juan hanya mampu menatap rembulan malam dan tersenyum tipis.
Keesokan harinya, disaat semua sedang menikmati sarapan pagi, dan menunggu waktu berlalu. Seperti biasa mereka semua selalu menyempatkan diri untuk makan pagi bersama tak terkecuali Charles.
Setelah dilihatnya semua selesai menikmati menu sarapan paginya, suasana yang awalnya hangat seketika hening disaat Charles berdehem sedikit keras.
"Ehemm." Charles berdehem agar semua menyimak apa yang akan di ucapkan Charles.
"Semua dengar. Saya rasa kalian semua tahu tentang kondisi Louis saat ini. Dan tentu saja saya tidak bisa menangani semua urusan yang ada disini. Cepat atau lambat putra angkat saya yang lain akan datang membantu saya. Seperti biasa Juan bantu dia untuk beradaptasi disini dan juga di perusahaan. " jelas Charles sembari menatap Juan.
"Pa. Apa hanya Juan saja yang bisa membantu dia untuk beradaptasi?. " tanya Wilmer.
Charles menatap tajam ke arah Wilmer.
"Untuk di rumah kalian bisa membantu dia beradaptasi dengan suara gaduh kalian disetiap harinya. Dia sudah tahu betul kondisi rumah ini. Tapi untuk suasana yang setiap hari yang selalu gaduh dan membuat saya sakit kepala silakan anda perkenalkan. " ucap Charles datar.
"Sedangkan untuk perusahaan hanya Juan yang tahu. Dan anda Wilmer belum saat nya anda dan Bara memasuki dunia itu. Fokus pada pendidikan anda saja, kelak kalian bisa membantu Juan jika dia sudah merasa kewalahan. " lanjut Charles.
"Juan, apa terjadi sesuatu beberapa hari ini? " tanya Charles menatap lekat Juan.
"Bukan terjadi Papa. Tapi akan terjadi, mungkin sekitar 2 atau 3 minggu lagi. " jawab Juan tersenyum tipis.
Charles hanya ber oo ria dan beranjak dari duduknya. Sedangkan Kyera semakin hari semakin gugup. Karena Kyera tahu apa yang akan terjadi, tapi tak mampu berkata apa apa.
Kenzo hanya mampu menghela napas panjang dan memijit pelan keningnya. Dan kemudian semua beranjak dari duduknya dan beraktivitas seperti biasa.
Waktu terus berjalan, dari hari ke hari suasana tampak tenang. Tapi tidak dengan Juan, justru ketenangan ini membuatnya semakin resah. Kedamaian dan keheningan yang mencekam dan meresahkan bagi Juan.
Keheningan sebelum badai datang lebih menyeramkan dari pada kegaduhan sebelum badai datang. Semakin hening suasana akan semakin buruk akibatnya.
Malam yang di nanti sekaligus di hindari Juan akhirnya tiba juga. Sengaja Charles menunda keberangkatannya untuk pergi keluar negeri walau tugas disana cukup mendesak.
Dari pagi Charles sudah menginstruksikan kesemua anak buahnya untuk berjaga jaga lebih ketat lagi. Suasana sudah mulai berubah. Dari sore burung burung gagak berkicauan, burung burung hantu pun tak kalah riuhnya. Suasana mencekam sudah mulai terasa dari sore hari.
Kenzo meminta semua penghuni agar tak melakukan kegiatan apapun diluar rumah. Juan pun nyampaikan hal yang sama dan melarang keras untuk siapapun keluar dari rumah.
Semakin malam suasana semakin bertambah parah. Suara lolongan serigala mulai terdengar bersahut sahutan.
Semakin membuat suasana mencekam. Semua tampak gelisah, tapi tidak untuk Charles dan juga Juan. Mereka berdua tenang tenang saja.
Hingga tengah malam tiba, disaat bulan merah benar benar ada di atas kepala. Tampak bayangan hitam yang seakan akan keluar dari bulan merah mulai bermunculan dan semakin mendekat. Bukan cuma satu atau dua bayangan.
Tetapi terlihat bergerombol seperti sekelompok pasukan kecil mulai datang mendekati kastil Charles.
Semua belum tidur bukan karena tidak mengantuk melainkan karena ketakutan. Sehingga mereka menghibur diri dengan melihat acara televisi yang tidak tahu seperti apa jalan ceritanya. Sedangkan Juan sedang asyik bermain ponselnya di ruang tamu.