Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
???



Segera Juan memalingkan pandangannya, sejenak Juan menghela napas panjang dan mulai mengatur dan menata perasaannya.


"Pa, Yah. Juan akan berangkat sendiri ke kantor, sementara biarkan Dia untuk beristirahat. Toh hari ini tidak ada yang penting, besok baru akan ada pertemuan dengan klien. " ucap Juan datar.


"Tidak, hari ini saya akan langsung pergi ke kantor saja untuk melihat kondisi disana dan mempelajari berkas. Jadi besok bisa langsung bertemu dengan klien. " ucap Mattheo tersenyum.


"Terserah Anda saja, perusahaan itu Saya serahkan pada kalian berdua. Ingat pesan saya Juan. " sahut Charles sembari menatap tajam kearah Juan.


Juan mengangguk mengerti, Mattheo menatap bingung dan mulai menatap ke arah Kenzo. Kenzo hanya memberi isyarat agar tidak bertanya.


"Oh ya Theo, apa kalian sudah saling memperkenalkan diri. " tanya Kenzo memecah keheningan.


"Secara resmi belum Ayah. " sahut Mattheo.


Kenzo menatap kearah Juan.


"Haaa..... Baiklah Ayah. " sahut Juan merasa enggan.


Mau tak mau Juan pun berjalan menghampiri semua. Dan mengulurkan tangan kearah Mattheo.


"Perkenalkan saya putra angkat tertua, nama saya Yohanes Juan Christopher. Panggil saja Juan. " ucap Juan datar.


Mattheo menyambut uluran tangannya.


"Mattheo neon altair Ethelbert. Panggil Theo. " jawabnya .


Segera Juan melepaskan jabatan tangannya.


"Juan rasa sudah cukup, kalo Anda ingin ikut ke kantor silakan ikut. " ucap Juan.


"Pa, Yah. Juan pergi. " lanjut Juan sambil berjalan meninggalkan mereka.


Kenzo menganggukkan kepalanya sedangkan Charles melangkah masuk kedalam kastil.


"Yah, Saya juga ijin pergi. " ucap Matteo.


Kenzo tersenyum dan memberi ijin.


Juan pergi melangkah kearah mobil lain, mobil yang tak sama dengan mobil yang dia naiki tadi. Sehingga Kay menegurnya dari dalam mobil.


"Tidak, nanti pulang dari kerja Juan ada janji dengan seseorang. Jadi lebih baik Juan pakai mobil sendiri saja. " jawab Juan menghentikan langkah nya.


Tanpa disadari oleh Juan, Mattheo sudah ada di belakang nya.


"Untuk apa Anda memakai mobil sendiri. Lebih baik Anda ikut mobil saya. Nanti saya juga akan mengantar Anda ke tempat yang ingin Anda kunjungi. " ucap Mattheo.


Deg....


Jantung Juan terasa hampir lepas mendengar suara Mattheo dari arah belakang nya. Segera Juan menenangkan jantung nya yang berdetak kencang.


"Emm baiklah. " jawab Juan datar.


Segera Juan melangkah mendekati mobil Mattheo dan masuk kedalam.


~"Diakah orang yang sudah membuat Aiden terkapar di kotak kaca. Apanya yang menarik dari pria ini. "~ ucap Mattheo dalam hati.


Yang kemudian ikut masuk kedalam mobil. Melihat semua majikannya masuk, sopir pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan kastil, menuju perusahaan Charles. Masih sama seperti saat menjemput Mattheo. Suara celoteh hanya keluar dari mulut Kay dan Mattheo, sedangkan Juan lebih banyak diam dan menatap kearah luar jendela mobil.


Sesampainya di perusahaan, kembali raut wajah Juan datar. Juan memperkenalkan Mattheo kepada semua karyawan yang ada.


Dasar nya wajah Mattheo yang rupawan sehingga banyak karyawati yang tertarik dengannya. Juan hanya berdehem dan menatap dingin. Mattheo yang melihat sikap Juan sedikit merasa kesal.


Setelah acara perkenalan Juan mengajak Mattheo ke ruangan nya dengan menaiki lift khusus CEO, tentu saja Kay ikut serta. Disaat berada di lantai tertentu Kay ijin untuk mohon diri.


"Maaf Tuan Muda, saya mengantar Anda cukup sampai disini. Selanjutnya yang menemani Anda adalah tuan Juan. " ucap Kay datar namun terkesan sopan.


"Kenapa kamu tidak ikut bergabung saja Kay?" tanya Mattheo sedikit tak suka.


"Saya mempunyai tugas lain yang diberikan oleh Tuan Besar Charles. Dan dari awal Tuan Juan lah yang akan menjadi sekretaris sekaligus penasehat Anda. " jelas Kay.


"Mohon untuk selanjutnya Anda mendengarkan apa yang akan disarankan oleh Tuan Juan. " lanjut Kay yang kemudian keluar dari lift tersebut.


Mattheo memandang Juan dari atas hingga bawah.


~" Apa yang membuat Papa begitu tertarik dengan Juan. Sampai sampai meminta saya untuk percaya kepada nya. "~ ucap Mattheo dalam hati.


Lift ber henti tepat di depan ruangan Mattheo, sedangkan ruang Juan ada disebelahnya. Sengaja sedari awal Juan masuk ke perusahaan itu Juan meminta ruangan tersendiri untuk nya, tidak bergabung layaknya ruangan antara CEO dengan sekretaris nya.