
Sesampainya dirumah, segera Juan masuk kedalam rumah.
"Kak Juan. Kakak dari mana tadi? " tanya Sella.
"Oh, Juan tadi dari kafe di taman biasa Kakak sedang jogging. " jawab Juan.
"Sama Kak Louis juga. " menatap Louis yang penampilan tak seperti sedang jogging.
"Enggak juga. Juan tadi gak sengaja aja ketemu Louis di kafe. " ucap Juan.
"Juan, simpan dulu paperbag nya. Dan jangan lupa nanti jam 8 kita berangkat. Dan yah ini kunci motor anda. " ucap Louis sambil memberikan kunci motor nya dan berlalu dari hadapan mereka, tanpa menunggu jawaban dari Juan.
"Dingin sekali Kak Louis. " ucap Sella.
Juan hanya tersenyum mendengar ucapan Sella. Saat hendak meninggal Sella, segera Sella memanggilnya lagi.
"Kak Juan, ada waktu tidak? Ada yang mau Sella bicarain sebentar. " cegah Sella.
"Boleh,tapi bantu Juan bawa paperbag ya. " ucap Juan.
"Oc." sahut Sella.
Kedua nya kemudian naik keatas sambil membawa paperbag tadi ke kamar Juan. Segera Juan membongkar semua yang ada didalam paperbag itu.
"Haaa... Kenapa banyak sekali, harusnya satu aja kan dah cukup kan. " keluh Juan.
"Memang siapa yang beliin Kak? " tanya Sella.
"Louis. Padahal cuma butuh satu aja. " ucap Juan.
"Kak Juan, ini kok beda lebih besar? " ucap Sella sambil menunjukkannya pada Juan.
"Lah ini punya Louis. " ucap Juan kemudian memasukkan kembali.
"Bentar ya, Juan antar ini dulu. " lanjut Juan.
Kemudian segera Juan keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Louis.
"Louis, Louis buka pintu sebentar. " ketuk Juan, saat sampai di pintu Louis.
"Ada apa Juan?. " tanya Louis saat membuka pintu.
"Ini paperbag punya kamu. " ucap Juan sambil menyerahkan milik Louis.
Dan kemudian pergi dari kamar Louis.
"Lama ya?. " tanya Juan saat masuk kedalam kamar.
"Nah sekarang bicara lah? " lanjut Juan.
"Kak Juan. Menurut Kakak normal enggak sih perempuan suka sama perempuan? " tanya Sella.
"Menurut Sella bagaimana. ? " ucap Juan balik bertanya.
"Kalau menurut Sella sebenarnya gak normal juga sih. Maaf Kak Juan. " jawab Sella sedikit merasa bersalah.
"Tidak apa apa. Karena itu memang benar, tidak normal. Tapi semua ada cerita di balik ketidaknormalan itu, iya kan. " jawab Juan sambil tersenyum.
"Langsung ke pokok nya saja. Ada apa memang nya? " tanya Juan.
"Emm itu, Viona. " ucap Sella sedikit ragu ragu.
"Ada apa dengan Viona.? " tanya Juan pura pura tidak tahu.
"Seperti nya Viona menyukai saya. " jawab Sella lirih.
"Lalu Sella sendiri bagaimana? " tanya Juan menatap Sella.
"Sebenarnya Saya juga suka, tapi takut. " ucap Sella lirih.
"Sella, cinta itu tidak memandang suku, kasta, dan ras. Juga tidak memandang dia pria ataupun wanita, entah itu beda jenis atau sesama jenis. Memang benar kalau yang namanya sesama jenis itu tidak normal, tapi kalau kita saling cinta apa itu bisa disalahkan. " jelas Juan.
"Baiklah Kak. Kalau begitu Sella akan bilang iya ke Viona. " ucap Sella sambil tersenyum senang.
"Lah memang nya kapan Viona nembak Kamu?. " tanya Juan terkejut.
"Kemarin Kak. " jawab Sella sambil beranjak dan keluar dari kamar Juan.
"Dasar." gerutu Juan sambil tersenyum melihat tingkah Sella.
Juan pun kembali ke aktifitas nya yang tertunda tadi.
Dilihatnya kotak yang terlihat mencolok. Yang ternyata isinya adalah jam tangan, pin untuk jas serta bros.
"Astaga Louis, kenapa juga pake beli ini segala. " ucap Juan terkejut.
Waktu terus berjalan hingga waktu yang di sepakati oleh Juan dan juga Louis hampir tiba. Saat Juan hendak berganti baju, terdengar ketukan dari pintu kamar.
"Iya sebentar. " jawab Juan.
Juan pun membuka pintu. Ternyata Louis yang ada di depan pintu, tapi dengan cepat Louis menutup hidung dan pipinya bersemu merah.
"Kenapa Louis? " tanya Juan heran.
"Feromon anda, cukup menyengat. " jawab Louis sambil menahan hawa nafsu nya yang sedikit terpancing.
"Astaga Juan lupa maaf. " jawab Juan yang kemudian menutup pintunya.
"Sudah katakan ada apa? " tanya Juan kembali.
"Saya, hanya mau mengatakan. Pakailah yang ada di dalam paperbag yang berbeda warna, karena itu jas dengan motif yang sama seperti jas saya. " sahut Louis.
"Baiklah, Juan akan pakai itu. " jawab Juan.
Kemudian Louis meninggalkan kamar Juan.
(POV Louis)
Sesampainya di dalam kamar segera Louis masuk dan menutup pintu.
"Haa... Sungguh gila. Apa sebelumnya Papa tak menyelidiki siapa yang akan di jadikan anak angkat. Tapi itu tidak mungkin? Siapa sebenarnya Juan? Dia berbeda dengan semua omega yang pernah saya temui. Pantas saja Felix terpikat dengannya. Apa saya juga mulai terpikat olehnya? " ucap Louis dengan dirinya sendiri.
Segera dia membuka semua pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan Shower sekedar untuk menenangkan diri. Usai mandi segera Louis bersiap siap.
(POV Juan )
Setelah Louis pergi segera Juan ke meja bacanya.
"Astaga kenapa sampai lupa kalo sekarang masa heat Juan, makanya dari tadi kok sedikit ada yang beda. Untung saja tadi siang masih belum begitu aktif. " gerutu Juan sambil mencari obat pereda heat.
Setelah ketemu segara di minumnya 2 table sekaligus.
Tepat jam 8 Juan segera keluar dengan penampilan yang berbeda.
Saat keluar kamar ternyata Kenzo melihat Juan dengan pandangan heran.
"Juan. Kamu mau kemana dengan penampilan yang seperti itu, seperti bukan kamu aja? " tanya Kenzo sedikit khawatir.
"Yah, ayah. Ada anaknya yang berpenampilan normal malah di sindir. " gerutu Juan.
"Bukan nyindir Juan. Tapi ada angin apa sampai sampai kamu berpenampilan seperti itu. " jelas Kenzo sambil tersenyum.
"Ada apa Ayah.? " tiba tiba Louis sudah ada dibelakang Kenzo.