Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Hukuman buat Bara



Dalam perjalanan Juan hanya diam sambil menggerutu tak henti hentinya. Padahal dia ingin sekali melihat anak buahnya menyiksa pria itu. Louis yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.


Sesampainya disana mereka berdua mulai bekerja. Dan Juan berubah kembali menjadi sosok yang berbeda, sesuai dengan kondisi yang ada.


Dia memberitahu pada Luis siapa siapa saja yang bisa di percaya untuk memegang dan mengawasi pekerjaan di proyek ini atau siapa siapa yang menjadi musuh dalam selimut yang ingin menghancurkan proyek tersebut.


Kedatangan Juan cukup membuat siapapun ketar ketir, karena Juan tak pernah pandang bulu dalam memilih atau memecat seseorang. Karena Juan cukup terkenal sebagai manusia berhati es tanpa belas kasihan. Louis mengikuti semua arahan Juan untuk yang satu ini, karena Dia belum begitu mengenal seluk beluknya, selain itu Charles sangat mempercayai penilaian Juan dalam menilai orang. Usai mendatangi proyek itu mereka kembali ke perusahaan.


Dalam perjalanan Louis menatap Juan.


"Apa yang kamu lihat? " ucap Juan tak suka dengan tatapan Louis.


"Apa anda akan datang ke kantor dengan penampilan seperti itu.? " tanya Louis.


"Apa ada yang salah dengan penampilan Juan? " tanya Juan kembali.


"Ya. Baju yang anda kenakan tidak pantas di sebut sebagai baju kerja. " ucap Louis menatap lurus kedepan.


Juan pun mengamati bajunya dan membandingkan dengan baju yang di kenakan Louis. Juan sadar kalau posisinya sekarang ada sekretaris pribadinya.


"Haaa..... Ini salah kamu juga. Bukannya tadi Juan sudah bilang kalau Juan tidak akan masuk kerja dulu. " ucap Juan tanpa menatap Louis.


"Tidak bisakah anda tidak memanggil nama anda sendiri" ucap Louis melirik ke arah Juan.


Sejujurnya Louis merasa tidak nyaman setiap kali Juan memanggil saya atau aku dengan nama.


"Terserah Juan, dan lagi suatu kebiasaan tidak semudah itu di ubah. " ucap Juan.


"Cobalah untuk mengubahnya. Anda seperti anak kecil. " sahut Louis.


Setibanya di perusahaan segera Juan memperkenalkan Louis kepada semua orang, bahwa mulai saat ini Louis lah yang akan menjadi CEO di perusahaan ini. Louis cukup kagum dengan Juan karena pandai menempatkan posisi nya. Dimana dia harus profesional dalam bekerja dan menjadi seorang sekretaris, atau menjadi seorang mafia yang memegang dua tempat sekaligus.Dan menjadi dirinya sendiri disaat berada di rumah.


Ternyata rasa kekaguman Louis terhadap Juan berubah dengan sering nya waktu , tanpa di sadari oleh Louis ada perasaan lain yang baru baginya, tapi Dia tak menyadari apa itu. Begitu juga dengan Juan, ada perasaan nyaman saat berada di dekat Louis.


Lagi lagi Bara hanya mampu menelan rasa pahit melihat Juan mulai dekat dengan Louis. Tapi apa mau dikata peraturan yang di buat Charles sangat mengikat. Terkadang Bara merasa curiga apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh Juan. Ada rahasia apa tentang dirinya itu. Bukan Bara namanya kalau hanya duduk diam. Secara diam diam, Bara mulai mencari tahu identitas lain dari Juan. Ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan, yang didapat oleh Bara hanya identitas umum saja. Tentang keluarga lama nya. Tapi siapa dia sebenarnya, dan apa yang di sembunyikan nya tak ada yang tahu.


Hingga suatu hari.


"Bara ikut saya. " pintah Charles saat semua sedang bersantai di ruang tengah.


Sedang kan Juan sedang asyik bermain dengan peliharaannya, Viona dan Juga Sella.


Bara yang sedang asyik ngobrol dengan Wilmer dan Kemal segera beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Charles dari belakang. Mereka berdua menuju ruang kerja Charles.


"Wilmer, Kemal. Ada masalah apa dengan Bara? " tanya Juan khawatir.


"Entah, saya nggak tahu Bang." jawab Kemal.


Karena merasa curiga Juan menatap Kenzo. Ternyata Juan dan Kenzo sepemikiran.


Segera keduanya kekamar Bara. Juan segera membuka laptop Bara. Diamati ada beberapa file yang terkunci dengan sandi. Juan berusaha membuka semua dan memecahkan sandi file Bara. Bukan Juan si ketua mafia namanya kalau tak bisa membuka sandi Bara yang tak terlalu rumit. Betapa terkejutnya Juan dan juga Kenzo.


"Astaga Bara, apa yang kamu lakukan? " keluh Kenzo.


"Dia mencoba menggali lubang kuburnya sendiri, Yah" Jawab Juan lirih.


"Juan seperti apa perasaan mu ke Bara. " tanah Kenzo tiba tiba.


"Ayah, Juan gak ada perasaan apa apa ke Bara. Juan sayang dia seperti Juan sayang ke semua. Walau terkadang tingkahnya berlebihan, tapi Juan menganggapnya biasa saja. " jawab Juan tegas.


"Ayah tahu sendiri siapa Juan sebenarnya. " ucap Juan yang kemudian beranjak dari kamar Bara.


Kenzo segera menarik tangan Juan dan mengajaknya ke perpustakaan di lantai atas dekat dengan kamar Juan. Setelah duduk berdua Kenzo menatap lekat Juan.


"Juan, siapa kamu sebenarnya di mata kami? " tanya Kenzo.


"Yohannes Juan Christopher. " jawab Juan pendek.


Juan hanya menundukkan kepala tak mampu menjawab.


"Juan seperti apapun dirimu itu tetaplah kamu, bukan sosok lain. " ucap Kenzo.


"Tapi Yah. Ayah tahu sendiri, mungkin Papa sudah pernah cerita. Kalau selama ini Juan sedang mencari jati diri Juan, siapa Juan sebenarnya dan untuk apa Juan dilahirkan.? " ucapnya dengan penuh kesedihan.


"Ya, kamu benar. Charles sudah cerita semua. Tapi Juan siapapun dirimu dan seperti apa dirimu kami semua menyayangimu. " ucap Kenzo yang kemudian berlalu dari hadapan Juan.


Juan termenung seorang diri. Dan tiba tiba....


"Felixxx.... Juan kangen. " ucap Juan lirih dan mulai menangis lagi.


Tak jauh dari tempat Juan dirundung kesedihan.


Louis menatap tajam kearah Juan.


"Se cinta itukah kau pada adikku Juan. Sungguh beruntung nya adikku yang playboy itu mendapatkan cinta yang setulus itu. " ucapnya lirih.


"Kenapa sakit ya? " lanjut nya sambil memegang dada yang tiba tiba merasa nyeri.


(Di ruang kerja Charles)


Charles segera masuk dan duduk di meja kerjannya. Bara mengikuti dari belakang. Ditatap nya tajam Bara seakan akan ingin menusuknya. Bara hanya menunduk ketakutan.


"Anda tahu kenapa saya memanggil Anda? " tanya Charles tiba tiba.


Bara hanya menggelengkan kepala.


"Apa anda tidak punya mulut untuk berbicara. " ucapnya dingin.


"Maaf Pa, saya tidak tahu. " jawab Bara.


"Saya tidak butuh maaf anda. Tapi pikirkan apa kesalahan yang Anda perbuat selama ini. " jelas Charles.


Bara terdiam tak mengerti.


"Saya, tidak mungkin menghukum Juan terus menerus hanya karena kesalahan Anda. " lanjut Charles.


"Seperti nya hukuman Juan tidak membuat Anda jera. Dan Anda mengulanginya lagi. " ucap Charles dingin.


"Saya mengaku salah. Saya masih mencintai Juan, dan mulai ingin tahu siapa Juan sebenarnya. " jawab Bara.


"Bagus, akhirnya Anda sadar juga. " jelas Charles.


"Apa untung nya buat anda kalau anda mengetahui siapa Juan sebenarnya.? " tanya Charles dingin.


"Asal anda tahu. Tidak semua rahasia itu bisa di bongkar. Bara penasaran boleh, ingin tahu itu sifat dasar seorang manusia. Tapi semua ada batasannya. " ucap Charles.


Kemudian dia pun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju lemari antik nya. Diambilnya cambuk biasa yang dia gunakan untuk menghukum seseorang. Tapi kali ini yang digunakan adalah cambuk biasa.


Di hampirinya Bara.


Ctarr..... Ctarrr..... Ctarrr...


Di cambuk nya punggung Bara sebanyak 3 kali.


"Aahhkkk...... " teriak Bara nyaring.


Karena baru kali ini dia mendapat hukuman yang seperti ini. Cambukan itu terasa sangat menyakitkan buat Bara.


Kembali Charles mencambuk Bara. Dan teriak Bara menggema di dalam dan di luar ruangan.


Tentu saja membuat semua penghuni yang sedang bersantai terkejut dan segera berlari ke ruang kerja Charles. Begitu juga dengan Juan yang segera menghampiri ruang kerja Charles.


Semua menunggu dengan gelisah dan bertanya tanya apa yang terjadi dengan Bara?. Kesalahan apa lagi yang di perbuat olehnya?. Dan kenapa bukan Juan yang menghukumnya, tetapi Papa yang langsung turun tangan?.