
Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur hangat dan juga segelas minuman hangat. Juan membantu Mattheo untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang. Dengan pelan Juan menyuapi Mattheo. Awalnya Mattheo enggan untuk di suapi tapi karena masih merasa lemas mau tidak mau Mattheo menyerah juga. Selain itu Mattheo merasa jengah dengan omelan Juan yang tak ada henti nya karena tak mau menurut. Pelayan yang sedari tadi masih menunggu hanya mampu tersenyum kecil dan menahan tawa melihat Tuan Muda nya tak berdaya dihadapan Juan.
Hampir seminggu lebih Mattheo berbaring di atas tempat tidur. Dan selama itu pula Queen selalu ada di samping Mattheo dan tak mau beranjak dari sisi Mattheo. Mattheo pun merasa senang dengan kehadiran Queen disampingnya. Tapi tidak dengan Juan. Juan selalu mengingatkan Queen akan tugasnya apalagi Leopard sudah mulai kehilangan kesabaran juga. Seperti hal nya hari ini.
"Queen, ayolah ini sudah seminggu lebih kamu tidak melakukan tugasmu. " tegur Juan.
Mattheo menatap masih tak percaya kalau Juan bisa berbicara dengan hewan peliharaannya. Padahal sudah cukup lama Mattheo mengenal Juan dan semalam sakit dan dirawat oleh Juan hampir setiap hari Juan selalu mengatakan hal yang sama. Itu yang tak di mengerti oleh Mattheo.
"Juan, tugas apa yang Anda berikan kepada Queen? " tanya Mattheo sambil mengelus lembut kepala Queen yang sedang berbaring di ranjang nya.
"Hanya mengelilingi area ini, dan mengawasi kondisi sekitar. " jawab Juan ringan.
Mattheo menatap tak percaya.
"Juan apa Anda benar-benar bisa berbicara dengan Queen?" tanya Mattheo.
Juan menatap Mattheo tajam.
"Lalu selama ini Juan berbicara dengan Queen kamu kira itu hanya bohongan, cuma candaan gitu. " ucap Juan geram.
"Queen liat, orang yang kamu jagain tidak percaya dengan Juan. " lanjut Juan sedikit marah.
Queen hanya menggeram sedikit malas.
"Kauu..... Queen... Ahh tau lah, nanti kalo Leopard marah Juan gak ikut campur. " ucap Juan mendengus kesal.
Melihat sikap Juan yang seperti anak kecil membuat Mattheo tersenyum tipis. Juan semakin heran dengan tingkah Queen yang amat sangat dekat dengan Mattheo. Insting hewan sangat tajam, apalagi Queen. Jarang sekali Queen dekat dengan seseorang selain dirinya. Bahkan dengan anak anak angkat Charles yang lainnya Queen tidak lah terlalu dekat. Tapi dengan Mattheo yang baru beberapa bulan Queen sudah sangat dekat seperti saat Queen ada bersama dirinya.
"Apa Juan juga harus percaya sepenuhnya dengan Mattheo? Apa Juan juga harus buka hati Juan buat Mattheo?" ditatap nya lekat kedua sosok yang ada di depannya itu.
"Apa yang sedang Anda fikirkan? " ucap Mattheo tiba tiba.
Juan terkejut bukan main karena ketahuan. Wajahnya tersipu malu dan segera memalingkan muka.
"Emm... Ehh... Enggak kok gak pa pa. “ ucap Juan gugup.
Hari berlalu begitu saja, awalnya Leopard masih bisa diam. Hingga akhirnya Leopard tak lagi mampu menahan emosi (karena sedikit ada pengaruh sifat iblis dari Juan dan lucifer sehingga mambuat ketiga hewan pelihara Mereka sedikit memiliki sifat yang hampir mirip dengan manusia).
Dengan sedikit geram Leopard masuk ke dalam castil tanpa permisi atau ijin dengan Juan. Leopard tahu di mana Juan dan juga Queen berada. Tak bukan butuh waktu lama Leopard langsung masuk kekamar Matteo yang saat itu pintu kamarnya terbuka lebar. Terkejut bukan main Juan mendapati Leopard menggeram keras di depan pintu kamar Mattheo.
Leopard menatap tajam kearah Queen yang sedang berbaring santai di sebelah Mattheo, sedangkan Juan berdiri disamping Mattheo dengan membantu Mattheo memegang gelas air putih. Tak hanya Juan, Mattheo yang baru mengetahui ada seekor Jaguar yang dengan bebasnya masuk kedalam castil terkejut bukan main dan tersedak minumannya.
"Uhuk...uhuk...uhuk.... " Mattheo terbatuk dan menahan rasa sakit di dadanya.
"Leopard.!!!!!! “ teriak Juan terkejut bercampur marah.
"Tidak bisakah kamu datang dengan memberi isyarat terlebih dahulu. Kamu membuat dia terkejut. " bentak Juan sambil mengusap dada Mattheo pelan.
Leopard menggeram tak suka dan menatap ke arah Queen. Bukannya merasa bersalah, Queen menggonggong kesal dan duduk di atas ranjang. Leopard tak kalah emosinya diapun mengaum dengan sangat keras hingga menggema di seluruh castil. Yang mendengarnya menjadi bergidik ngeri.
"Queen Leopard sudah berhenti jangan bertengkar disini!!!! " bentak Juan melerai keduanya.
Queen turun dari ranjang Mattheo dan berjalan melalui Leopard yang masih dengan berdiri di depan kamar Mattheo. Leopard menatap tajam dengan rasa tak suka kearah Mattheo. Mattheo terdiam seribu bahasa, bukan karena takut tapi lebih ke bingung dan terkejut. Dan kemudian berlalu mengikuti kearah mana Queen pergi.
"Maaf Mattheo tingkah mereka membuatmu takut. " ucap Juan tak sadar.
Mattheo menatap sinis kearah Juan saat mendengarnya.
"Bukan takut tapi terkejut, saya sangka leopard itu seekor anjing husky juga seperti halnya Queen. Tapi dugaan saya salah dia ternyata seekor Jaguar dengan ukuran yang berbeda dengan Jaguar yang pernah saya lihat. " jelas Mattheo.
Juan tersenyum tipis saat mendengarnya.
"Hahaha... Maaf Juan tak pernah memberitahu kalau sebenarnya Leopard adalah seekor Jaguar hitam yang gagah dan mudah emosi. " ucap Juan.
Belum selesai Juan menjelaskan tentang keduanya, seorang pelayan berlari dan berteriak memanggil Juan dengan keadaan ketakutan dan pucat pasi. Tak hanya itu Kenzo yang awalnya hanya diam di kamar mendengar suara ribut sedari tadi juga terkejut dan keluar kamar.
"Tuannnn..... Tuan Juannn...... " teriak pelayan sambil berlari ke kamar Mattheo dengan wajah pucat pasi.