Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Tak mungkin disembunyikan.



Waktu terus berjalan, kedekatan Juan dan Aiden ternyata membuat Charles mulai tampak gusar. Berkali kali Charles mengingatkan tentang apa tujuan kedatangannya.Yaitu menaklukkan dan membuat sosok iblis dalam diri Juan bertekuk lutut dan ada di bawah kendali nya untuk selamanya.


Aiden pun menjelaskan ke Charles bawah baik Juan maupun Lucifer sudah ada dalam genggaman. Tapi tidak di mata Charles, bukan Juan ataupun Lucifer yang takluk melainkan Aiden lah yang mulai melemah dan takluk di hadapan Juan karena cinta. Walaupu Aiden menyanggah nya, di relung hatinya mulai tumbuh rasa cinta.


Kedekatan Aiden dan Juan ternyata membuat takdir yang berbeda. Tanpa disadari oleh Juan tentunya, tapi itu dirasakan oleh Lucifer dan juga Aiden.


Saat malam tiba seperti biasa, Juan bergelayut manja dalam pelukan Aiden di dalam kamarnya. Dengan pelan Aiden meraba perut Juan yang masih datar, tapi Aiden sudah bisa merasakan kehadirannya. Aiden tersenyum puas dan bangga.


"Apa yang membuatmu tersenyum Aiden? " tanya Juan tak mengerti.


"Sosok baru akan muncul. Sesuatu yang membuat hubungan ini semakin erat. " ucapnya merasa bangga.


"Maksud mu? " tanya Juan tak mengerti.


"Kamu hamil bego. " sela Lucifer ikut berbicara.


"Diam iblis. " tegur Aiden.


"Kalian ini, tidak bisakah kalian tidak bertengkar. Dan lagian kamu juga Aiden, yang kamu bentak itu juga Juan lo. " ucap Juan sambil tersenyum penuh arti.


"Kenapa harus ada iblis di tubuh Anda ini Juan. " keluh Aiden.


"Dan kenapa juga kamu harus jatuh cinta dan membiarkan tubuhmu di jamah oleh vampir Juan. " gerutu Lucifer.


"Kauuu... " bentak Aiden.


"Sudah sudah, tidaklah kalian sadar siapa yang susah disini. Lagian mana mungkin Juan hamil, Juan tak merasakan apapun juga. " ucap Juan menengahi.


"Kau tak sadar ada benih di dalam tubuhmu sendiri? " tanya Lucifer terkejut.


"Tidak." jawab Juan lirih.


Aiden menatap lekat wajah Juan.


"Apa itu aneh? " tanya Juan polos.


"Harusnya kamu bisa merasakannya, kecuali dia menjadi sosok yang lebih kuat dari aku ataupun Aiden. " sahut Lucifer.


Juan tersenyum senang.


"Jika memang iya, maka Dia akan mempunyai 3 kelebihan sekaligus. Manusia, iblis dan juga vampir. Apa itu bisa Aiden? " tanya Juan sambil menatap mata Aiden.


"Semoga saja. Untuk saat ini sembunyikan ini dari Papa terlebih dulu. " pintah Aiden.


Juan mengangguk setuju.


"Sudah malam istirahat, tubuh Anda pasti lelah setelah permainan tadi. " ucap Aiden sambil meraba tubuh Juan yang tanpa sehelai benang pun dan hanya tertutup selimut.


"Sshhtttt...... " desis Juan lirih.


"Emmm iya. " jawab Juan lirih.


"Kauu......ahh sudah lah, saya juga lelah. " ucap Lucifer akhirnya menyerah dan tertidur.


Juan hanya tersenyum tipis. Dan memeluk tubuh Aiden mencari posisi yang nyaman untuk nya bersandar. Aiden tersenyum melihat Juan yang seperti itu, kemudian memeluk hingga membuat Juan merasa nyaman dan tertidur pulas.


Ditatap nya lekat wajah Juan, diraba nya wajah Juan pelan.


"Haaa.... " keluh nya pelan.


"Kenapa Anda harus mengingatnya. Haruskah saya berkata jujur kepada Anda tentang masalah itu. " ucap Aiden.


Tanpa Aiden sadari ternyata Lucifer masih tersadar dan belum tertidur. Diam diam Lucifer selalu mengamati setiap ucapan Aiden di kala Juan sudah terlelap.


Kecurigaan Lucifer semakin menjadi, bahwa Aiden terlibat akan kematian King. Hanya saja Lucifer masih enggan untuk mengatakan. Lucifer masih menunggu waktu yang tepat untuk membuat Aiden mengakui rahasianya.


Waktu terus berjalan dan benar saja di dalam tubuh Juan bener bener terdapat sebuah kehidupan baru. Sebuah kehidupan baru yang mulai tumbuh secara berlahan.


Namun aura yang di pancarkan cukup kuat sehingga baik Juan maupun Lucifer tak mampu menutupi keberadaan janin itu. Janin yang mempunyai 2 jiwa sekaligus. Berbeda dengan Juan yang awalnya hanya manusia dengan iblis. Janin yang tumbuh dengan cukup sehat itu mempunyai 2 jiwa yang sangat istimewa. Jiwa iblis dan juga jiwa vampir. Bisa dikatakan dua titisan dalam satu tubuh.


Tentu saja ini membuat Charles menjadi gusar dan tidak tenang. Bukan karena takut, melainkan khawatir dengan apa yang terjadi kelak jika bayi itu benar benar lahir kedunia.


Keberadaan bayi yang ada didalam perut Juan membuat Charles menjadi tak tenang. Disaat semua sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa. Sejenak Charles menatap Juan dan juga Aiden yang tak menikmati sarapan paginya.


Karena apa yang mereka makan sudah berbeda dengan yang lainnya. Dan tak mungkin bagi keduanya menikmati makanannya di meja makan bersama yang lainnya.


"Juan, Aiden ikut saya sekarang. " ucap Charles datar.


Sehingga membuat semua terdiam dan tak ada yang berani bersuara.


"Charles, kenapa kamu memaggil keduanya. ? " tanya Kenzo penasaran.


"Ada yang ingin saya tanya tentang sesuatu yang ada di perut Juan. " jawab Charles datar.


Semua terkejut dan menatap kearah Juan. Juan hanya mampu menunduk dan terdiam.


"Juan, kamu hamil? " tanya Kenzo sadar dari rasa terkejutnya.


Juan mengangguk pelan. Aiden memegang tangan Juan erat.


"Kenapa kakak sembunyikan itu dari kami. " sela Viona.


"Karena ini bukan hal yang bagus untuk dirayakan. " sahut Charles dingin.


Dan kemudian beranjak dari kursinya.


"Kalian berdua ikut dengan saya sekarang juga. " bentak Charles dingin.


Kembali semua terdiam dan menunduk. Sedangkan Juan dan Aiden ikut beranjak dan mengikuti Charles dari belakang.