Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Ada apa dengar Juan???



Juan berlari dan terus berlari hingga masuk kedalam hutan dimana Dia dan ketiga peliharaannya selalu bertemu. Ditatapnya ketiga kesayangannya itu yang sedang bermalas malasan. Di hampirinya mereka. Leopard terbangun dan menggeram pelan, di endusnya tubuh Juan pelan, seakan akan ada sesuatu yang aneh. Bau yang berbeda yang melekat di tubuh Juan. King dan Queen pun melakukan hal yang sama.


"Kenapa? Apa ada yang aneh dengan Juan.??" Ucap Juan bingung.


Leopard menggeram keras. King menggonggong pelan.


"Ada bau yang lain selain Juan dan Lucifer. " ucap Juan semakin bingung.


King menggonggong keras.


"Bau yang asing. " ucap Juan.


"Lucifer apa yang terjadi?? " tanya Juan.


"Saat kau tak sadarkan diri, Aiden memberikanmu darahnya " jelas Lucifer.


"Maksudmu, dia juga bangsawan vampir. " ucap Juan tak percaya.


"Ya. Dan kebangkitannya lebih lama dibandingkan kita. Kita baru bangkit beberapa bulan lalu. Sedangkan Dia beratus ratus tahun yang lalu. " jelas Lucifer.


"Walaupun kita adalah keturunan murni, tapi separuh dari jantung kita pernah terpisah cukup lama. Itu yang membuat kita kalah telak dengan Aiden. " lanjut Lucifer.


"Kita harus bagaimana sekarang. " ucap Juan lirih.


"Mau tidak mau kita harus cepat memulihkan tenaga kita. " ucap Lucifer lirih.


"Caranya?? " tanya Juan bingung.


"Apa kamu tidak merasa ada yang berbeda dengan kita sejak kau meminum darahnya. " ucap Lucifer.


"Kau benar juan merasa lebih ringan dan tak merasa lelah. " ucap Juan.


"Darahnya sangat efektif untuk kekuatan kita. Tapi resiko nya kita ada di bawah kendali nya. " jelas Lucifer.


Juan hanya mampu terdiam dan berfikir cukup lama. Dengan pelan Juan duduk di rerumputan, leopard berbaring di belakang Juan. Juan pun bersandar di tubuh leopard. King dan Queen mulai merapat ke tubuh Juan di samping kanan dan kirinya.


Waktu berjalan cukup cepat. Matahari perlahan mulai turun. King menggeram pelan membangunkan Juan yang terlelap. Dengan perlahan Juan merenggangkan badannya.


"Ahh.. Lapar.. " ucap nya lirih.


Leopard menggeram pelan.


"Gak ah, daging kamu pasti sisa kemarin. " sahut Juan.


Leopard kembali menggeram.


"Segar apanya, bau iya. Buang ayo cari yang baru. " sahut Juan.


Queen menggonggong sambil menggoyangkan ekornya.


"Nah Queen aja setuju. " ucap Juan.


Leopard sedikit menggeram keras dengan kesal.


"Hahaha, iya simpan yang baru untuk besok. Dan sisa kemarin habiskan hari ini. Ayo kita berburu. " ucap Juan sambil beranjak dari tidurnya.


Mereka pun berburu dan kali ini tanpa sengaja mereka menemukan seekor beruang hitam yang cukup besar sedang berkeliaran di sekitar hutan dan hampir memasuki kawasan kastil. Dengan sigap Leopard menyerang beruang itu, King dan Queen membantu dari samping. Sedangkan Juan mengawasi pergerakan sekitar nya kalau kalau ada beruang lain lagi yang datang mengganggu.


Dan benar saja beruang jantan pasangan dari beruang betina yang berkelahi dengan peliharaan nya seketika mengamuk dan menghampiri. Juan segera menyergapnya dengan sekali tusuk dengan kukunya yang tajam tepat menembus jantung nya. Segera di cabut dengan paksa jantung itu.


"Wah ini baru santapan yang segar." ucap Juan senang.


Dijilatnya tangannya yang berlumuran darah dengan nikmat.


"Juan apa senikmat itu darah yang kau jilat hingga lupa memakan jantung yang di tangan. " ucap Lucifer mengingatkan.


Juan menghentikan aktifitas nya.


Kemudian segera Juan memakan jantung yang masih berlumuran darah itu dengan nikmat. Kembali Juan menjilat darah yang ada di tangannya.


"Juan kenapa kau jilat lagi. " tegur Lucifer.


"Sayang, baunya harum. Rasanya enak juga. " ucap Juan singkat.


Leopard menggeram keras, memberitahukan bahwa mangsanya antara hidup dan mati. Juan kembali tersenyum kegirangan. Di hampir beruang tersebut. Sedangkan ketiga peliharaan nya menghampiri beruang lain yang sudah jatuh tak bernyawa lagi. Mereka pun mengoyak ngoyak tubuh beruang itu. Sedangkan Juan sendiri kembali menancapkan kuku tajamnya ke arah jantung beruang dan menarik paksa. Kembali Juan menikmati santapan jantung beruang itu. Tetapi kali ini Juan mematahkan satu tangan beruang itu dan meminum darah yang mengalir dari potongan tangan tersebut. Lucifer hanya terdiam.


"Ahh kenyang." ucap Lucifer.


"Benar sangat kenyang. " sahut Juan.


"Juan sejak kapan kamu mulai menikmati darah.? " tanya Lucifer heran.


"Entahlah baru kali ini Juan begitu menikmati enaknya darah. " jawab Juan sambil beranjak dari duduknya.


"Kalian bereskan ini, Juan harus kembali ke rumah. Ada yang tidak beres disekitar sini. Seharusnya tidak ada beruang sebesar ini berkeliaran di sekitar kawasan ini. " ucap Juan sedikit curiga.


"Kamu benar, selama ini kita menikmati jantung rusa atau babi hutan. Tapi sekarang ada sepasang beruang hitam. Ada yang sengaja melepaskan hewan hewan ini kesini. " ucap Lucifer.


"Yah kamu benar. Seperti nya kita harus memperluas penjagaan. " sahut Juan.


"Kalian, perluas area berburu kalian, dan awasi pergerakan yang mencurigakan. Kalau ada yang aneh segera beri tanda. " perintah Juan.


Mereka pun memberi isyarat tanda mengerti.


Juan segera kembali kerumah tentu saja dengan kondisi yang cukup kacau, darah yang menempel di bajunya cukup pekat.


"Abang, dari mana saja abang seharian. " tegur kyera saat melihat nya.


"Mengawasi sekitar rumah seperti biasa. Oh ya Yera bilang pada yang lain jangan masuk ke hutan terlalu dalam. Abang tadi bertemu dengan sepasang beruang hitam yang cukup liar, takutnya masih ada beberapa lagi. " ucap Juan mengingatkan.


"Siap abang. " sahut kyera.


Juan segera naik ke atas dan tak sengaja bertemu dengan Aiden, seketika Juan terdiam dan tak bergerak. Ditatapnya Juan dengan seksama baju yang di pakainya penuh dengan percikan darah, bahkan di sekitar wajahnya masih menempel sedikit darah.


"Anda habis berburu? " tanya Aiden, mendekat dan membersihkan darah yang menempel di wajah Juan.


Juan hanya mengangguk pelan, dan sedikit tersipu saat Aiden menyentuh wajahnya.


"Apa yang Anda dapatkan. ? " tanya Aiden lagi.


"Juan mendapatkan sepasang beruang hitam. " jawab Juan.


"Enak darah dan jantung nya. " ucap Aiden datar.


Juan terkejut mendengar ucapan Aiden.


"Kenapa terkejut, saya bisa membedakan mana bau darah manusia mana bau darah hewan. " ucap Aiden.


"Lebih nikmat adalah jantung dan darah manusia sayang. Besok saya ajak Anda kesuatu tempat, saya yakin Anda akan senang." ucap Aiden.


"Dan sekarang bersihkan badan Anda. Anda sangat kotor. " lanjut Aiden.


Juan tampak salah tingkah dibuatnya. Tampak jelas diwajah nya yang mulai bersemu merah.


"Ju... Juan harus melaporkan ini ke Papa. " ucap Juan sedikit gugup.


"Bersihkan dulu badan Anda, dan tak mungkin Papa mau menerima Anda dengan penampilan yang seperti ini." perintah Aiden sambil menatap lekat tubuh Juan.


Seketika Juan melihat penampilannya yang cukup kacau. Kemudian tersenyum tanpa dosa.


"Ah saya lupa bilang. Papa dan Ayah pergi berlibur untuk beberapa bulan. Jadi katakan pada saya, ada apa. " ucap Aiden memberitahu.


"Selesai mandi langsung datang saja ke kantor Papa. " lanjut Aiden yang kemudian berlalu dari hadapan Juan.