
"Hahahaha..... Asal kau tahu. Aku masih bisa merasakan detak jantung dan rintihan hewan peliharaan mu itu. " ucap Aiden memprovokasi Juan.
"Jadi benar kauuu yang membunuh Kingggg.. " pekik Juan.
"Kenapa apa kau marah. " ejek Aiden.
Dengan penuh amarah Juan melesat turun.
"Juan hati hati tahan emosi mu atau fatal akibatnya. " ucap Lucifer mengingatkan.
Perkelahian diudara tak terelakan lagi. Saling mengeluarkan kekuatan masing-masing. Juan demi melindungi bayinya dan juga membalaskan dendam King. Sedangkan Aiden demi mempertahankan kedudukannya.
Juan yang sudah dipenuhi dengan amarah tak sanggup lagi berfikir yang ada hanya membalas dendam.
Perkelahian dan benturan dua aura yang berbeda terasa hingga ke kastil Charles. Merasa ada yang tak beres segera Charles keluar dan memerintahkan sopir untuk segera mengantar nya ke villa Aiden. Lokasi jauh menjadi kendala bagi Charles, dan memakan waktu untuk segera sampai ke sana.
Sedangkan perkelahian serta benturan dua aura membuat hening suasana yang ada. Rembulan merah menjadi saksi bisu perkelahian dua insan yang saling mencintai.
Tanpa sadar Juan meraih belati yang dia sematkan di kakinya.
Dengan sekali terjang......
"Aakhhh..... Uhuk uhuk.. " Aiden terkejut dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Belati itu melesat dengan mulus tepat di jantung Aiden.
"Ju..... Juaaann.... " ucap Aiden lirih.
Aiden tersadar saat belati itu menancap di jantung nya. Juan terkejut mendengar suara Aiden.
"A.... A.... Aiden. " pekik Juan tersadar.
Melihat darah Aiden yang mulai keluar membasahi belati dan tangannya membuat Juan semakin terkejut.
"Tidak... Tidak... Aiden..... Hiks... Hiks... Hiks... Kenapaaaaa.... Kenapa kau tak menghindar Aidennnn.... " pekik Juan sambil menangis.
"Juan.... Maaf.. " ucap Aiden yang mulai meluncur jatuh kebawah.
"Tidak...Tidakkk....Tidakkkkkkk.... Aidennnnnn.... " teriak Juan sambil melesat kebawah.
Air mata Juan membasahi pipinya, namun senyum Lucifer merekah puas di bibir Juan. Lucifer merasa puas dengan kemenangan yang di terimanya.
Tubuh Aiden meluncur dengan bebas kebawah. Juan segera meraih tangan Aiden dan memeluk tubuh Aiden agar tak sampai terhempas ke tanah. Di peluk eratnya tubuh Aiden, darah mengalir dengan bebas ke tanah membasahi tubuh Juan juga.
"Tidak, tidak Aiden jangan pergi, jangan tinggalin Juan sendiri. Aiden Juan mohon bertahan lah. " tangis Juan tak terbendung.
Aiden hanya mampu tersenyum tipis dan menghapus pelan air mata Juan.
"Yang muliaaaa.... " teriak mereka serentak.
"Tuan muda Juan apa yang Anda lakukan.? " pekik salah seorang.
"Juan.... Juan tak sadar. Juan... Juan tak tahu...." tangis Juan tak terbendung sambil memeluk erat tubuh Aiden.
"Lepaskan Yang mulia Aiden. " pintah seorang lagi.
"Tidakkkkk..... Tidak ada yang boleh mendekattttt.. " teriak Juan.
Saat salah seorang ingin mendekati Juan tiba tiba...
"JUANNNNNNN...... " teriak seseorang dengan aura yang sangat mengintimidasi.
£
£
£
£
£
£
£
£
Belum 500 ya. lebih baik lanjut tidak ya. lanjutnya kapan kapan aja deh hehehe....
maaf bercanda kok...
mungkin untuk beberapa hari kedepan Devil bakal agak kesusah buat up rutin. Agak sibuk sih, trs ada beberapa masalah juga. Jadi buat kalian yg baca dan nunggu novel ini buat up maaf ya.... Devil benar benar minta maaf klo nanti nya bakal terlambat up.
apa lgi ya.... belum 500 juga masih kurang emmm.... apa lagi ya. sepertinya udah semua.
haaa.... ya sudah cukup sekian saja.
jangan lupa tinggalin jejak ya. komentar, like dan juga vote(kalau punya vote) Devil tunggu.
jadiin novel Devil jadi novel fav kalian ya
sekian dan terimakasih.