
Karena kalian merusak rencana saya maka jangan salahkan saya. " ucap nya.
Dan.....
Dorrr.....
Suara letusan pistol terdengar nyaring menuju tepat kearah perut Juan. Juan memekik tertahan dan memegang perutnya. Semua berteriak bersamaan.
Dan..
Dorrr....
Suara yang kedua kalinya, yang ternyata ditunjukan ke kepalanya sendiri, sehingga pria itu mati seketika.
Semua berlari menghampiri Juan yang mulai bersimbah darah.
"Ahkk... Perutku, babyku, tolong selamatkan babyku. " ucap Juan yang kemudian pingsan.
Segera Bara dan Wilmer membawa kerumah sakit yang jarak nya lumayan jauh dari kediaman mereka. Rasa gusar dan khawatir menghinggapi semuanya. Berulang kali Viona menghubungi Louis tetapi tetap tak ada perubahan, dan itu membuat Viona kesal bukan main.
(Rumah sakit)
Kedatangan mereka menghebohkan Rumah Sakit karena tempat itu adalah di mana Alferdo bertugas.
Didepan rumah sakit Alferdo sudah menyiapkan segalanya dan segera membawa Juan ke ruang Operasi tanpa menunggu prosedur apa pun. Semua tampak gusar dan khawatir.
"Sella, Louis masih belum bisa di hubungi? " tanya Kenzo gelisah.
"Iya Yah. Kak Louis ponselnya masih mati. " jawab Sella yang terus mencoba menghubungi Louis.
"Sudah hentikan, jangan hubungi Dia lagi. " bentak Bara.
"Bara ini bukan saatnya untuk berdebat. " pintah Kemal.
"Benar Bara, aku yakin Louis tidak tahu soal ini." ucap Wilmer.
"Kemana sebenarnya Louis.? " tanya Bara geram.
"Terakhir Bang Juan bilang, Kak Louis pulang karena putrinya sakit. " jawab Viona.
"Putri. Chessy sakit, kapan itu?. " tanya Kenzo terkejut.
"Sebelum insiden ini terjadi. " jawab Viona.
"Aku lihat sendiri Kak Louis pergi." lanjut nya.
"Tidak mungkin, Ini tidak mungkin. Chessy baru saja menghubungi saya, dia baik baik saja. Ini pasti jebakan. Charles. " ucap Kenzo lirih.
"Haaa.... Charles kenapa kamu begitu tega, sayang. " ucap Kenzo merasa bersalah.
Semua hanya menundukkan tak tahu lagi harus berkata apa.
(POV Louis)
Dalam perjalanan pulang. Dilihat nya ponselnya.
Di aktifkan kembali ponselnya, betapa terkejutnya begitu banyak panggilan masuk untuk nya dari Sella dan Viona bergantian.
"Ada apa ini kenapa mereka menghubungi dengan begitu sering nya tanpa jeda. " guman Louis.
Segera di pakainya earphones dan menghubungi Sella.
"Hallo Sella, ada apa ? " 📲 tanya Louis saat telponnya tersambung.
"Kak Louis dimana sekarang? " 📲 tanya Sella gelisah.
"Ini perjalanan pulang, ternyata Chessy baik baik saja. Ada apa dengan Anda, kenapa gelisah? " 📲 tanya Louis.
"Bang Juan... " 📲 ucap Sella semakin khawatir.
"Ada apa dengan Juan? Bicara yang jelas. " 📲 bentak Louis.
"Bang Juan ada di rumah sakit Papa, segera kesini. " 📲 ucap Sella sambil menangis.
"Saya segera kesana. " 📲 jawab Louis sembari menutup ponsel. Dan melajukan mobil nya dengan cepat.
(Rumah sakit)
"Kak Louis segera datang. " ucap Sella sambil sesegukan.
Kenzo mengangguk pelan. Tak lama kemudian lampu ruang operasi berganti hijau. Alferdo keluar dari ruang operasi dengan raut wajah yang tak tahu harus berekspresi seperti apa. Antara bingung, bimbang dan juga khawatir. Segera Kenzo dan yang lainnya menghampiri.
"Om, bagaimana dengan abang?. " tanya Viona.
"Iya Om. Abang baik baik saja kan?. " tanya Sella.
"Paman, bagaimana kondisinya.? " tanya Bara.
"Kalian bisakah memberi saya kesempatan untuk berbicara?." ucap Alferdo dengan nada tinggi.
"Yang berhak tahu terlebih dahulu itu orang tua kalian. " ucapnya dingin.
"Alferdo, katakan disini saja. Semua berhak tahu karena mereka sangat menyayangi Juan." pintah Kenzo.
"Baik lah. " jawab Alferdo mengalah.
"Kondisi Juan mulai stabil, walau tadi sempat kritis. Hanya saja.... " ucapan Alferdo sedikit menggantung.
"Bayi dalam kandungan nya tidak bisa saya selamatkan. Seperti nya pembunuh bayaran itu hanya mengincar nyawa bayi dalam perut Juan. " ucapnya sambil menatap ke arah Kenzo.
Kenzo hanya mampu menghela napas panjang.
Kemudian segera Alferdo memindahkan Juan ke ruang inap. Tak lama kemudian Louis datang sambil berlari terburu buru.
"Ayah, bagaimana Juan. " tanya Louis saat berada depan kamar.
Bara hanya mampu menatap geram, karena dia sadar ini bukan kesalahan Louis.
"Dia di kamar, temani Dia. Juan membutuhkan mu. " ucap Kenzo lirih.
Tanpa banyak tanya segera Louis masuk kedalam. Dilihat nya kekasih kecilnya yang tertidur lemah tak berdaya, entah apa yang akan terjadi jika dia tahu bahwa babynya telah hilang dalam perutnya.