
(episode sebelumnya)
"Tapi semua tidak gratis. Harus ada imbalan untuk Saya." ucap Aiden tersenyum bak iblis.
(selanjutnya)
"Apa yang kamu mau. Selagi Aku mampu, aku akan membayarnya. " ucap Juan meremehkan.
"Cukup jadi mainan Saya dan selalu ada disisi Saya. " ucap Aiden sambil mendekat dan memegang dagu Juan kemudian mengecup lembut bibir Juan.
Sejenak Juan tersentak kaget dengan permainan Aiden dan segera menepis serta mendorong tubuh Aiden. Aiden hanya mampu terkekeh pelan.
"Kau fikir saya ini apa. Haah...!!!. Mainan kamu, jadi mainan kamu. Jangan pernah bermimpi aku akan melakukan itu. " hardik Juan.
"Itu terserah Anda. Sudah 2 hari, jika King mati maka bangkainya akan seperti apa" ucap Aiden berbisik mengingat kan.
Juan terdiam dan membenarkan ucapan Aiden memikirkan apa yang dikatakan Aiden.
"Juan, jangan dengar kan ucapan Aiden. Dia penuh tipu muslihat. " ucap Lucifer mengingatkan.
"Tapi Cifer, 2 hari ini kita mencarinya di setiap sudut. Jangan kan jejaknya, aromanya saja kita tidak bisa menemukannya. " ucap Juan mulai pasrah.
Aiden tersenyum penuh arti, mengamati sosok lemah di depannya.
"Bodoh." ucap Aiden lirih.
"Baiklah tapi dengan syarat. Kalau memang King sudah menjadi mayat pasti ada yang membunuhnya. Tidak mungkin King mati begitu saja. Kau harus menemukan pembunuhnya juga. " ucap Juan sinis.
"Tentu saja. Tapi saya juga punya syarat untuk Anda. " ucap Aiden sambil memeluk Juan dari belakang.
"Apa itu? " tanya Juan penasaran.
"Jadilah mainan dan penghilang dahaga Saya. " ucap Aiden sembari mengusap leher Juan dengan jarinya.
Juan mendesis lirih, dan itu membuat Aiden semakin senang mempermainkan Juan.
"Setiap tanggal 5, 15 dan 20, datang kekamar saya. Dan biarkan Saya menikmati darah Anda yang manis ini. " ucap Aiden yang kemudian mengecup lembut leher Juan.
Juan hanya mampu menggigit bibirnya menahan desahnya.
"Mmmmm... Iya..... " ucap Juan tanpa sadar.
Aiden tersenyum senang, karena apa yang diinginkannya dapat Ia dapatkan.
~"Akhirnya kau bertekuk lutut dihadapan Saya. Iblis kecil"~ ucap Aiden dalam hati.
"Besok kita cari Anjingmu, sekarang bersihkan badan dan istirahat. " perintah Aiden.
Juan tersentak kaget dan mulai sadar kemudian menjauh.
"Tapi...... " ucap Juan.
Belum juga Juan melanjutkan ucapannya, Aiden segera menutup mulut nya dengan jari telunjuk.
"Tidak ada tapi tapi. Masuk kamar bersihkan badan kemudian istirahat. Besok malam baru kita mencari King. " perintah Aiden kembali.
Juan hanya mengangguk pasrah dan masuk kedalam menuruti perintah Aiden. Sedangkan Aiden tersenyum penuh kemenangan.
Mau tidak mau Juan hanya mampu menuruti apa kata Aiden.
Usai membersihkan diri segera Juan beristirahat.
"Aneh, kenapa kita tak bisa menemukan King ya. " ucap Juan bingung di sela sela istirahat.
"Kau benar. Kalau memang King sudah menjadi mati, seharusnya kita bisa mencium aroma bangkainya. " sahut Lucifer.
"Bukan hanya itu, Kita sudah berkeliling di semua area. sedikit pun Kita aromanya tak tercium. Apa kita melewatkan tempat lain?? “ ucap Juan penuh curiga.
" Tidak. Kita berdua, Leopard dan juga Queen. Kita semua sudah memeriksa di setiap sudut, setiap tempat yang pernah kita kunjungi. Kecuali, Dia pergi ketempat yang jauh dari jangkauan. Atau berada diarea yang belum pernah Kita sentuh sebelumnya. " jelas Lucifer.
"Kau benar, tapi daerah itu berada di luar kuasa kita. Juan pun sudah memperingatkan King untuk tidak mendekatinya. " ucap Juan.
"Kita lihat saja besok. Sekarang kamu istirahat saja, tubuh manusia mu ini butuh istirahat juga. Tidur lah yang nyenyak hari ini. " ucap Lucifer.
"Yah kau benar. Juan lelah sangat lelah. " ucap Juan lirih dan tertidur lelap.
Keduanya pun tidur dengan pulas.