Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Inilah aku yang sebenarnya.



Semua belum tidur bukan karena tidak mengantuk melainkan karena ketakutan. Sehingga mereka menghibur diri dengan melihat televisi yang tidak tahu seperti apa jalan ceritanya.


Sedangkan Juan sedang asyik bermain ponselnya di ruang tamu.


Seketika sebelah mata Juan berubah merah pekat. Hanya Kenzo yang tahu karena Kenzo ada di sebelahnya. Segera Kenzo mengambil ponsel memberi tanda kepada Charles jika terjadi pergerakan yang tiba tiba pada Juan.


"Juan sudah saatnya membuat pilihan. Mereka sudah datang menjemput kita. " ucap Lucifer.


"Ya, Juan tahu. Dan Juan sudah merasakan kehadiran mereka semakin mendekat. " ucap Juan lirih dan melirik kearah Kenzo sambil tersenyum tipis.


Kenzo mengangguk pelan tanda dia mengerti.


Segera Juan beranjak dari duduknya dan berjalan keluar rumah.


Melihat Juan yang pergi keluar Bara langsung mencoba mencegahnya.


"Juan mau kemana kamu? Bukan kah Papa sudah melarang kita untuk keluar.! ! " hardik Bara.


"Juan hanya keluar untuk menyambut tamu yang tidak di undang. Apa kalian tidak mau ikut Juan untuk menyambut mereka. " ucap Juan sambil menujuk kearah luar.


Terlihat jelas sosok yang seperti manusia tapi bersayap, bahkan bola mata mereka berwarna merah menyala. Betapa terkejutnya mereka semua saat melihat apa yang mereka temui di luar rumah mereka. Semua segera berhamburan keluar. Begitu juga dengan Kenzo dan juga Charles.



Beberapa sosok manusia bersayap yang melayang di udara sembari menatap sombong kearah semuanya. Dengan angkuhnya salah seorang dari mereka mulai berbicara.


"Serahkan Yang Mulia Pangeran kami sekarang. " ucapnya sombong.


"Siapa anda dan siapa yang Anda maksud. " ucap Charles dingin sambil menatap tajam kearah pria itu dan maju kedepan.


"Saya adalah panglima tertinggi dari dunia iblis. Abaddon, saya datang untuk menjemput penguasa kami Yang Mulia Pangeran Lucifer dan juga Yang Mulai Pangeran Yohanes Juan Christopher. " ucapnya sombong.


Seketika semua tampak terkejut.


"Lucifer iya Lucifer. Itu ada didalam tubuh Bang Juan. " ucap Kyera tiba tiba.


Dan semua menatap ke arah Kyera tanda tidak mengerti.


"Kyera lihat sendiri, abang Juan berbicara dengan dirinya sendiri. Matanya berubah menakutkan, dan.....dan.....dipunggung bang Juan ada sayap yang keluar. " ucap Kyera semakin ketakutan dan bersembunyi di belakang Viona dan Sella.


"Oh ternyata kamu yang mengintip abang saat itu Yera. " ucap Juan tiba tiba sambil tersenyum tipis.


Juan pun melangkah ke depan. Secara perlahan cahaya merah datang menyelimuti tubuh Juan, semakin lama semakin tebal dan memutari tubuh Juan. Pelan pelan namun pasti cahaya merah itu memudar dan muncul sosok lain yang menyerupai Juan tapi dengan penampilan yang berbeda.


Sosoknya semakin tegap dan gagah tidak seperti Juan yang tampak ramping dan cantik. Sayap yang awalnya hanya sepasang mulai berganti menjadi beberapa pasang di antara alis terdapat simbol iblis, yang menandakan dia lah yang paling berkuasa di antara semuanya. Tampan sekaligus cantik, gagah sekaligus memikat, dengan warna mata merahnya yang menyala dan tampak dingin serta sombong. Sangat menawan dan tak bisa untuk dilukiskan.


Semua terpanah sekaligus terkejut.


"Ju..Juan kau..... " ucap Bara terbatas bata.


"JUAN. " Bentak Charles.


Juan seketika menatap ke arah Charles. Sedetik kemudian Charles memulai memancarkan aura yang mendominasi. Juan pun tunduk dan tak mampu menatap mata Charles yang mulai berubah keemasan. Kemudian kembali menatap kesemua orang kecuali Charles dan juga Kenzo.


"A... A.... Abang Juan. " ucap Kyera terbatas bata dan semakin menggigil ketakutan.


Bukan hanya Kyera saja yang mulai ketakutan disaat melihat Juan. Sella, Bella, Viona, Ella, Kemal bahkan Wilmer juga mulai memucat dan ketakutan. Tapi tidak dengan Bara, ada rasa bersalah dan menyesal, rasa kasihan serta iba saat memandang semua yang mulai takut akan penampilan Juan yang berbeda dan terbilang tak masuk akal itu.


"Juan... " ucap Bara lirih.


"Hahahahaha...... " tawa Juan menggelegar saat melihat semuanya yang ketakutan.


Bukan tawa bangga yang terlihat karena dia kuat dan berkuasa. Tapi tawa yang menyedihkan sebuah tawa yang menyakitkan hati.


"Lihat Papa, lihat Ayah. Lihat mereka semua yang telah melihat sosok Juan yang sebenarnya.


Mereka takut sekaligus jijik melihat sosok Juan yang sebenarnya." ucap Juan memandang remeh semuanya.


"Mana ucapan yang mereka katakan. Apapun dan seperti apa abang kelak, abang adalah saudara kami. Kami akan menerima abang bagaimana pun abang. Cihh... Hanya dimulut saja" ucap Juan meremehkan.


"Hahahaha.... Ini lah Juan. Yohanes Juan Christopher yang dulu telah hilang. Dan kini berganti menjadi seorang iblis. LUCIFER. " ucap Juan menatap tajam kearah semuanya.


Tatapan yang penuh kebencian, dan dingin.


"Itulah manusia semua penuh kamuflase. Dasar munafik. " ucap Juan dingin.


Semua menunduk dan terduduk di tanah, entah malu, entah takut. Yang pasti semua tampak lemas tak berdaya.


"Wahai My Lord. Yang mulia penguasa kegelapan Yohanes. Pangeran kegelapan Lucifer. Hamba pengabdian yang setia panglima Abaddon. Datang untuk menjemput Yang mulia Pangeran kegelapan. " ucap Abaddon yang ternyata sudah turun dan duduk jongkok dengan kepala menunduk.


Menandakan bahwa Dia tunduk dan patuh kepada Juan


Ditatapnya Abaddon dengan tajam.


"Apa semua sudah beres dan tak ada satu pun yang tersisa? " tanya Juan.


"Sudah, hanya saja kami kehilangan pemimpin mereka yang bersembunyi entah kemana. " jawabnya sambil menundukkan kepala.


"BODOH." bentak Juan sembari memukulnya keras.


Semua terkejut melihat kekejaman Juan.


"JUAN. Hentikan tingkah konyol mu itu. Dan pilih tinggal atau pergi. " ucap Charles dingin.


"Juan rasa, Juan harus pergi dan kembali ketempat seharusnya Juan tinggal. " jawab Juan dingin.


Bara terkejut bukan main dengan keputusan Juan itu. Kenzo hanya mampu menghela napas panjang tak tahu harus berkata apa saat melihat semua yang tampak ketakutan saat melihat sosok Juan yang lain.