
"Bang Juan, Kak Louis. Kapan kalian datang. " ucap Viona gugup.
"Baru saja. " jawab Louis singkat.
Juan duduk di sofa dan Louis mengikuti di sebelahnya.
"Kalian lanjut saja, anggap saja kami tidak ada. " ucap Juan sambil tersenyum.
Seketika itu wajah Bella memerah karena malu.
"Lelah? " tanya Louis.
Juan mengangguk lemah. Diraihnya pundak Juan dan direbahkannya agar berbaring di pahanya. Melihat itu Viona dan Bella terkejut, tapi mereka tak menghiraukan nya.
Tak lama kemudian Kemal datang.
"Bang Juan, kapan da...." belum selesai Kemal bertanya dengan nada nyaring Louis menatapnya tajam.
Ternyata Juan sudah terlelap dipangkuan Louis. Hingga membuat Kemal terkejut dan bertanya tanya sejak kapan Juan begitu akrab dengan Louis. Dari kejauhan Bara tampak terbakar amarahnya dan langsung kekamar.
Seorang pelayan datang menghampiri.
"Tuan muda Louis, kamar tamu selesai di bersihkan. Barang barang juga sudah di pindahkan. " jelas pelayan.
Louis hanya menggangguk dan memintanya pergi. Dengan pelan Louis mengangkat kepala Juan dan berdiri, kemudian menggendong Juan yang sudah terlelap ala bridal style. Semua yang melihat hanya memandang tak percaya. Dan bertanya tanya sejak kapan seorang Louis yang sedingin es bisa selembut itu terhadap Juan, yang menurut mereka selama ini tidak pernah terlihat akur.
Saat sampai di depan kamar tamu, Kenzo melihatnya.
"Kalian kapan pulang? Apa yang terjadi dengan Juan, apa dia sakit? " tanya Kenzo.
"Sudah lumayan lama, tidak dia hanya kelelahan saja. Oh ya Ayah, mulai hari ini kami tidur di kamar ini. Selamat malam. " jelas Louis dan langsung masuk kamar.
Membaringkan Juan pelan.
(Pov Kenzo)
Menatap terkejut.
"Kami?? Sejak kapan mereka dekat? Setelah kehilangan Felix hidup Juan seperti mayat hidup. Lalu kapan mereka menjadi dekat. " ucap Kenzo bicara sendiri.
Karena tak tahu harus berfikir apa, Kenzo hanya berlalu dan naik ke atas menuju kamar utama.
(Pov ruang TV)
"Ya, Aku melihat nya. Kamu benar biasanya mereka berdua seperti anjing dan kucing. Tapi ini kok malah sebaliknya, seperti ada yang di sembunyikan. " jelas Kemal.
"Kalian masih disini ini sudah malam, cepat masuk kamar. " perintah seseorang yang tiba tiba muncul.
"Wilmer. Bikin kaget saja. " pekik Viona.
"Iya nih. " sahut Kemal.
"Sudah sudah cepet masuk kamar. " perintah Wilmer.
Semua pun bubar dan masuk kekamar masing-masing.
Saat tengah malam, tiba tiba Juan terbangun di lihatnya Louis tertidur lelap di sampingnya. Juan tersenyum penuh arti, dengan pelan Juan turun dari ranjang dan keluar diri kamarnya. Di amati sekitar yang tampak sepi karena semua penghuni terlelap dalam buain mimpi. Juan segera naik ke atas .
"Ahk... " Juan memegang perutnya dan terduduk di tangga.
"Susah juga rupanya, pantas Lucifer tak menghendaki Juan hamil. " ucap Juan lirih dan mengatur nafas pelan.
Setelah reda segera berdiri dan menuju kamar nya. Di ambilnya baju warna serba hitam pakai.
Dan segera keluar kamar dan turun ke bawah dengan pelan. Kemudian keluar rumah tanpa sepengetahuan siapapun.
Diluar dan jauh dari rumah, Leopard, King dan Queen sudah menunggu. Juan menghampiri ketiganya.
"Apa ada yang mengganggu kalian? " tanya Juan.
Leopard menatap tajam ke arah Juan, tepatnya ke arah perut.
"Iya Leo, ada kehidupan baru disini. " Juan tersenyum.
Leopard menggeram keras.
"Jangan khawatir ini tidak akan membuat Juan lemah kok. " ucap Juan menenangkan.
"Ada apa sekarang? " tanya Juan.
King menggonggong pelan.
"Ada penyusup. Baiklah kita habisi mereka, beraninya mereka masuk kesini. " ucap Juan geram.
Juan pun mulai beraksi.