Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Perburuan yang di janjikan



Dilihatnya luka yang sudah dibersihkan oleh Leopard. Segera Alferdo menutup semua luka itu.


Di saat Juan masih pingsan Felix segera membopong Juan ke kamarnya, ternyata ketiga peliharaannya mengikuti Felix dari belakang. Sehingga mereka berakhir dengan tidur di kamar Juan.


Tentu saja tak ada yang berani mendekati kamar itu selagi ada Leopard, King dan Juga Queen kecuali Kenzo dan Felix. Mereka masih bisa keluar masuk dengan tenang.


Keesokan harinya Juan mulai sadar.


"Aahh sakitnya punggung ku. " rintih Juan.


Leopard menggeram pelan, King dan Queen terbangun.


"Rupanya kalian ada disini semalaman ya. " ucap Juan lemah.


Mereka menyahut dengan lirih. King menggonggong keras, meminta Juan untuk kembali.


"Tidak King, sekarang ini keluarga ku. Oma juga sudah setuju, mereka membuangku King. Hanya ini keluarga ku. Entah apa alasan mereka melakukan ini. " jelas Juan sedih.


Queen mendekat dan melompat naik ke ranjang.


"Iya Queen, kau juga saudara ku. Kalian juga. " ucap Juan sambil mengelus lembut kepala mereka.


"Wah wah, pagi pagi sudah ada drama ya. " sapa seseorang yang tiba tiba masuk.


"Dokter, pagi sekali anda datang?. " tanya Juan penasaran.


"Bukan datang tepatnya saya dilarang pulang oleh kekasihmu itu. " jelas Alferdo sambil menghampiri Juan.


Secara serempak ketiga hewan Juan memberi ruang untuk Alferdo. Tentu saja Alferdo menjadi terkejut.


"Mereka menganggap Dokter penolong Juan, maka mereka menghormati Dokter. " jelas Juan.


"Panggil saja Om Alferdo. " ucap Alferdo.


Juan mengangguk pelan.


"Baik saatnya mengganti perban, kamu tengkurap. Om mulai dari punggung kamu dulu. " pintan Alferdo.


Juan hanya menuruti permintaan Alferdo. Saat Alferdo membuka perban betapa terkejutnya Alferdo, luka Juan hampir sembuh total. Luka nya mulai mengering dan tertutup sempurna. Luka jahit yang harusnya menunggu berminggu minggu untuk mengering tapi tidak untuk Juan, hanya dalam sehari luka itu mulai mengering dan bisa di bilang hampir sembuh total. Alferdo hanya mampu terpanah dan merasa heran, akhirnya benang jahit yang akan di lepas menunggu beberapa minggu di bersihkan saat itu juga.


Sedangkan luka bekas cambuk masih sama seperti kemarin tak ada perubahan yang berarti.


"Juan. Siapa kamu sebenarnya? " tanya Alferdo tidak tahan lagi.


"Apa Om sudah selesai di punggung Juan.? " tanya Juan lirih.


"Ya, sudah. Sekarang berbalik lah. " perintah Alferdo.


Saat itu Juan tidur dengan menggunakan kaos santai dan juga celana pendek agar memudahkan untuk merawatnya. Alferdo mulai mengecek luka di dada Juan, dan hasilnya sama luka yang hampir sembuh total. Kemudian beralih di paha, ternyata luka di paha sama dengan luka cambuk di punggung tak ada perubahan yang berarti.


Alferdo segera mengobati dan menutup luka itu. Juan hanya mampu menahan rasa sakit yang teramat sangat sakit itu.


"Juan.." panggil Alferdo.


"Lebih baik Om jangan bertanya atau mencari tahu akan hal itu. Biarkan ini menjadi rahasia Juan. " ucap Juan lirih.


Alferdo hanya menghela napas panjang. Usai mengobati luka Juan segera dia mencari Charles, ternyata orang yang di cari tidak ada di tempat. Dia pergi keluar negeri untuk beberapa waktu, dan perusahaan yang ada di Indonesia felix yang harus menangani semuanya. Tentu saja Juan membantu tapi dia mengerjakan semua nya dari rumah, untuk sementara tugas sebagai sekretaris di gantikan oleh seseorang.


Sesuai dengan perjanjiannya, saat tengah malam tiba Juan segera bersiap siap. Dia memakai baju yang dikiranya cukup nyaman untuk bergerak, dengan langkah pelan Dia keluar dari rumah.



Keesokan paginya semua tampak heboh, Felix yang hendak membangunkan Juan untuk diajak berangkat bersama ternyata yang dicarinya tak ada dirumah. Tentu saja membuat seisi rumah menjadi khawatir.


Alhasil seluruh penghuni rumah tak ada yang pergi untuk melakukan kewajiban masing-masing, tentu saja mereka sudah mendapat ijin dari Charles karena takut Juan akan mendapat hukuman lagi nantinya.


Saat matahari hampir diatas kepala Juan pun tiba tiba muncul di rumah, tentu saja dengan kondisi tubuh dan pakaian yang berantakan dan luka ada dimana-mana itu membuat Felix dan Bara geram.


Dan lebih mengejutkan lagi Juan tidak datang dengan tangan kosong, melainkan dengan membawa kulit beruang coklat yang cukup besar dengan kepala yang masih menempel sempurna tanpa luka di kepala nya.


"Juannnnnn." teriak Felix dan Bara bersamaan.


Mereka berdua pun tampaknya terkejut dengan apa yang mereka lakukan.


Sedangkan Juan hanya menatap tak seakan-akan merasa tak bersalah.


"Ada apa sih teriak teriak? " tanya Juan bingung.


"Juan kamu darimana saja kami semua khawatir? " ucap Kenzo menghampiri Juan.


"Dan apa yang kau bawa itu? " tanyanya lagi.


"Maaf Yah, Juan melanjutkan tugas yang diberikan Papa ke Juan. Dan ini Beruang yang berkeliaran tak jauh dari sini. " jelas Juan tenang.


"Tugas apa? Dan kenapa kamu tidak bilang dulu? " tanya Felix sedikit marah.


"Kalau Juan minta ijin apa kamu akan kasih ijin? . Tugas dari Papa adalah nyelesaikan apa yang belum Juan selesaikan. " jawab Juan dan kemudian duduk di sofa.


"Kamu, tolong bawakan Juan segelas air dingin haus banget dan juga kotak P3K ya. " perintah Juan pada salah seorang pelayan yang kebetulan tak jauh dari Juan duduk.


"Baik Tuan Juan. " ucapnya dan kemudian pergi melaksanakan apa yang di minta Juan.


"Tugas Juan memburu hewan yang kemarin menyerang Juan, bahaya kalau di biarkan berkeliaran di sekitar sini. Leopard sudah mengawasinya cukup lama dan mencarinya berhari hari, dia pintar juga. Saat Juan lengah Dia menyerang Juan dari belakang. " jelas Juan.


"Tapi sekarang dia akan jadi hiasan lantai di kamar Juan. Bagus kan. " lanjut Juan sinis.


Juan melepas kaos yang sudah tak tahu seperti apa wujudnya. Setelah pelayan memberikan Juan segelas minum, segera dia meminumnya.


"Felix bantu Juan rawat luka mau kan. " ucap Juan sambil tersenyum manis.


"Haaaa... Kau ini. Baiklah ayo ke kamar. " ucap felix.


"Juan, apa binatang seperti ini masih ada yang berkeliaran di sekitar sini.? " tanya kenzo khawatir.


"Seperti sudah tidak ada lagi Yah. Leopard , King dan Queen akan selalu mengawasi setiap sudut area rumah ini. Ayah jangan khawatir. " ucap Juan menenangkannya.


"Tapi Kak Juan, luka luka kakak. " ucap Ella khawatir.


"Jangan khawatir Kakak baik baik saja. Ini cuma luka kecil. " Jawab Juan tersenyum.


Melihat itu semua menjadi tenang, dan kembali ke aktifitas masing masing.