
(Di rumah).
Seperti yang dikatakan Charles. Tak lama kemudian sebuah ambulan datang dan diiringi oleh beberapa mobil hitam. Saat itu semua sedang berkumpul di dalam rumah, ada yang nonton TV, dan ada yang hanya bercengkrama ringan.
Disaat melihat ada mobil ambulan dan beberapa mobil hitam berhenti di depan rumah membuat semua terkejut.
"Kak Sella kok ada mobil ambulan ? " ucap Yera terkejut.
"Lah kok, ada ambulan. " ulang Wilmer.
"Itu tadi yang saya tanyakan Kak Wilmer. " ucap Yera jengkel.
Semua yang ingin tertawa melihat Yera yang cemberut berubah menjadi keributan.
"Kakkk Felixxx..... " teriak semua anak perempuan hampir bersamaan dan mulai panik.
Disaat Bella hendak mendekat, seorang pria yang baru turun membentak dengan keras.
"BERHENTI!!!....Mendekat lagi kaki Anda saya patahkan. " ucap pria itu.
Dari dalam mobil hitam turun seorang pria yang tak jauh beda dengan sosok Charles. Diantara isak tangis mereka tak berani mendekati Felix.
"Kalian, cepat bawa Felix ketempat biasa, dan ingat jangan biarkan siapapun masuk keruangan itu. " perintahnya.
"Baik Tuan Muda. " jawab mereka serempak.
Beberapa Dokter dan perawat segera membawa Felix ketempat di tunjukkan pelayan yang sebelumnya sudah di intruksikan oleh Charles.
Disaat dia hendak masuk kedalam Bara mencegatnya.
"Kamu siapa masuk rumah tanpa ijin? " hardik Bara.
Pria itu tersenyum sinis.
"Apa anda salah satu anak angkat Papa. Siapa nama kamu? " ucapnya balik bertanya.
"Aku yang tanya lebih dulu, kenapa kamu balik bertanya? " ucap Bara.
"Iya nih. Si abang siapa masuk gak pake salam. " sahut Kemal.
"Siapa saya kalian tidak perlu tahu. Yang jelas saat ini saya harus merawat adik yang sedang terbuai cinta sehingga lengah . " jawab Pria itu berlalu pergi.
"Aku juga nggak tahu Viona, hanya saja kemarin mendapatkan berita seperti itu. Tapi kamu lihat Papa, Ayah sama Juan tiba tiba saja menghilang. " jelas Bara.
"Iya, kemana Juan dari kemarin tak kelihatan batang hidungnya. " ucap Wilmer.
Belum juga Bara menjawab. Tak lama kemudian terlihat motor Juan berhenti didepan rumah. Kondisi Juan tampak kacau, bajunya penuh dengan darah, bahkan tangannya pun berlumuran darah. Terdapat beberapa luka walau tak cukup parah. Tatap matanya masih sangat dingin. Dengan cepat Dia menghampiri mereka.
"Apa Felix sudah sampai.? " tanya Juan dingin.
"Apa kamu tak lihat mobil ambulan itu. ? " ucap Bara menatap tajam.
"Dan jelaskan, kenapa kamu bisa berlumuran darah seperti itu? " tanya Bara khawatir.
"Bukan urusan mu. " jawab Juan pendek.
"Kamu!!! Kamu lebih baik bersihkan badan lebih dulu. " perintah Bara.
"Iya Kak Juan. Lebih baik Kak Juan mandi dulu.
" sahut Sella sedikit ketakutan.
"Jangan pernah memerintah Aku. " jawab Juan pendek dan dingin.
Menatap tajam ke arah semuanya hingga membuat semua terkejut, dan semua perempuan ketakutan akan sorotan mata Juan yang bakal seorang iblis.
"Dan kamu beritahu dimana Felix di bawa.? " tanya Juan pada seorang pelayan sambil menatap tajam.
"Tuan Muda Felix, di bawa Tuan Muda pertama ke ruang rahasia. Maaf saya tidak bisa mengatakan. " jawab Pelayan tersebut sambil menekan rasa takut.
"Kerja yang bagus. " ucapnya sambil tertawa sinis.
Juan pun bersiul cukup nyaring.
Memanggil Leopard, King dan Juga Queen.
"Juan. Jawab pertanyaan ku. Apa yang kamu lakukan hingga seperti ini? . Felix sedang dirawat biarkan dia istirahat. " ucap Bara tegas.
Juan hanya menatap tajam.
"Kamu kira aku bakal percaya dengan omong kosong mu. Aku tahu seberapa parah luka Felix jangan pernah membodohi ku. " jawab Juan datar dan dingin.