Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kemarahan dan terjebak



Keesokan paginya Juan bergabung dengan raut wajah yang masih masam.


"Bang. Abang kenapa? Dari kemarin Kyra liat Abang murung sekali. " tanya kyra khawatir.


"Tidak ada apa apa Kyra. Lanjut sarapannya dan segera berangkat. Kalian juga, jangan khawatir Juan baik baik saja. " ucap Juan dengan senyum palsunya.


Aiden hanya melirik kearah Juan.


"Yang lain masih belum pulang ya? " tanya Juan mengalihkan pertanyaan.


Sambil menikmati kopi yang di siapkan. Sejenak Juan terdiam dan kembali mencicipi kopi yang diminum nya dan pura pura menikmati.


"Iya, kemarin Viona bilang sekitar 2 atau 3 hari lagi baru pulang. " jawab Wilmer.


"Hmmm. Ya sudah. Aiden ayo kita berangkat, dan kalian cepat selesai kan. " perintah Juan yang mengakhiri makan paginya.


"Lucifer, kenapa makin hambar rasanya. Juan haus dan lapar. " ucap Juan lemas.


Aiden hanya mengamatinya dan tersenyum tipis.


Malam pun tiba. Semua sudah di atur oleh Aiden, bagaimana dan seperti apa. Dan akhirnya Juan menemukan mayat Anjing kesayangan berada di antara tebing yang sempit.


"Kingggggg, " teriak Juan saat melihat mayat King yang mulai membusuk.


Leopard menggeram keras sedangkan Queen melolong pilu. Rasa kehilangan sangat terasa. Lolongan Queen disambut oleh lolongan Serigala lainnya. Suasana mencekam kembali terasa. Amarah Juan kembali mencuat.


"Siapa, siapa yang tega melakukan ini. " teriak Juan penuh amarah.


Lucifer terdiam tak berdaya, dia tahu betul jika Juan murka semua yang di dekatnya akan terkena imbasnya. Dan benar saja Juan mulai lepas kontrol, leopard dan Queen menjauh dari Juan, hanya Aiden yang masih berdiri di samping Juan.


Dengan penuh amarah Juan menyerang Aiden. Hanya saja Aiden tak selemah itu, dengan sekali tangkap di putarnya tangan Juan kebelakang.


"Diam dan turunkan emosi Anda. " ucap Aiden tegas.


"Ini tidak akan memecahkan masalah. " lanjut nya.


"Cepat temukan pembunuhnya. Aku akan turuti semua perkataan mu. " ucap Juan menahan emosi.


"Tentu saja, dan sampai pembunuhnya di temukan jadilah milikku. " ucap Aiden.


Juan mengangguk setuju. Kemudian segera Juan mengangkat tubuh King dan menguburkannya disekitar goa di mana mereka bertiga tinggal.


Sesampainya di kastil Aiden meminta Juan membersihkan badannya.


Didalam kamar Aiden.


"Dasar iblis bodoh. " ucap Aiden tertawa senang.


(Pov Juan)


"King siapa yang tega berbuat ini?? " guman Juan menatap jauh kedepan saat sedang berdiri di depan balkon kamarnya.


"Maksud kamu? " jawab Juan.


"Kita sudah mencari selama 2 hari. Leopard dan Queen tak henti henti nya mencari King. Setiap sudut dan tempat di sekitar kastil ini, tapi tidak bisa menemukannya. " jelas Lucifer.


"Tapi, Aiden. Hanya dengan semalam dia berhasil menemukan King walau mesti mencari dengan jarak yang lebih jauh lagi. " lanjut Lucifer.


"Kamu curiga dengan Aiden. Cifer? “ tanya Juan.


"Iya. Dia vampir, dia menyukai darah mu, dia sudah memberi kamu segel tapi belum bisa mendapatkan mu. Dan dia juga licik. " ucap Lucifer.


"Ingat Juan baik saya maupun Aiden, adalah makhluk kegelapan. Licik adalah sifat dasar kami. Apa lagi Aiden merupakan ancaman buat saya. " jelas Lucifer.


"Kau benar. Juan janji lepas menemukan siapa pembunuh King, Juan akan meninggalkan Dia bagaimana pun caranya. " ucap Juan menyakinkan.


"Jangan pernah kau lupakan ucapan mu ini Juan. " jawab Lucifer.


"Ya. Juan janji. " sahut Juan menyakinkan.


"Istirahat lah. Tapi Juan saya lapar sekali. " keluh Lucifer.


"Kau benar, rasa lapar dan haus ini sangat menyiksa. Apa yang terjadi pada kita? Kenapa semua makanan dan minuman terasa hambar dan pahit. " keluh Juan.


"Sungguh sangat menyiksa. " lanjut Juan.


Dan segera berbaring di tempat tidurnya.


Keesokan paginya Juan bangun dengan kondisi yang cukup lemah. Rasa haus dan lapar sangat menyiksa dirinya.


"Ada apa dengan Anda? " tanya Aiden saat berada di meja makan bersama yang lain.


"Tidak ada apa apa. " jawab Juan lemas.


"Kak Juan. Wajah kakak pucat sekali. " ucap Sella.


"Kakak baik baik saja kok. Mungkin karena kelelahan saja. " jawab Juan menyakinkan.


"Juan kalau lelah istirahat saja di rumah. Aiden beri dia ijin istirahat dirumah. " ucap Wilmer khawatir.


"Hari ini pekerjaan di kantor sangat banyak." jawab Aiden datar.


"Sudah sudah. Juan baik baik saja. " sahut Juan.


"Aiden kita berangkat sekarang. Kalian juga nanti kesiangan. " pintah Juan sambil menatap kearah lain.


Dan kemudian beranjak dari meja makan.


"Juan apa kau merasakan juga. " ucap Lucifer.


"Iya, aroma mereka sungguh menggoda. Apalagi suara detak jantung mereka. " sahut Juan lirih sambil melirik kearah Kyra, Bella, Ella, Kemal dan juga Wilmer.