Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Curiga....



Waktu terus berganti. Seperti yang di khawatirkan Aiden, sejak matahari mulai beranjak turun. Perubahan demi perubahan terjadi pada diri Aiden. Terkadang Aiden tiba tiba saja menjadi lebih pemarah, terkadang lupa dengan siapa dia bersama. Juan menyadari itu bahkan Lucifer mengingatkan Juan untuk menghindar.


"Juan kita pergi dari sini. Aku tak ingin membahayakan titisan ku. " ucap Lucifer.


"Tidak Cifer, kita sembunyi di villa ini. Juan kira itu yang terbaik. " jawab Juan.


"BODOH!!!.. Kekuatan kita juga akan bangkit di waktu yang sama Juan. Dan itu akan membangkitkan rasa ego kita. Saling beradu kekuatan. " jelas Lucifer.


"Tapi tak apalah. " lanjut Lucifer tersenyum licik.


"Apa maksud kamu Lucifer. Jelaskan?" tanya Juan curiga.


"Disaat kamu tertidur lelap aku diam diam bangun. Asal kamu tahu yang membunuh King adalah Aiden. " jawab Lucifer penuh kemarahan.


"Kau jangan asal bicara Lucifer. " bentak Juan tak Terima.


"Kamu kira aku akan berkata bohong hanya untuk membuat kamu berpisah dengan Aiden. " ucap Lucifer tak Terima.


"Ingat Juan, Aiden juga makhluk kegelapan. Bagi dia membunuh King sama halnya membunuh semut. Apa kamu tidak curiga, kita sudah mencari King disetiap sudut dan tak ada satupun jejak dari King saat itu. " jelas Lucifer.


"Tapi lihat, Dia...!!!! Aiden hanya dalam 1 malam Juan. 1 malam dengan begitu mudahnya Dia bisa menemukan King. " lanjut Lucifer.


Juan terdiam mulai mencerna semua ucapan Lucifer.


"Dan sekarang, ini sudah cukup lama sangat lama. Apa Dia sudah menemukan siapa pembunuhnya. Siapa yang membuat King kita mati dengan begitu mengenaskan. " tanya Lucifer mulai merendahkan suaranya.


"Cukup Lucifer, cukup!!!! " pekik Juan sambil menutup telinga nya.


"Juan, jika memang Aiden lah yang membunuh King apa yang akan kamu lakukan? Apa kau akan melepaskan Aiden demi cinta bodohmu itu? Atau membunuh Aiden sesuai dengan ucapan mu saat itu dan membalaskan dendam atas nama Queen dan Leopard? " tanya Lucifer dengan menekankan nama Queen dan Leopard.


Seketika Juan terdiam ada rasa bimbang di hatinya. Tiba tiba Queen melolong keras, mendengar lolongan Queen yang tak mendapat sahutan membuat hati Juan ikut terluka.


"Kalau memang Aiden lah yang membunuh King. " sejenak Juan menelan ludahnya.


"Juan akan melakukan hal yang sama seperti yang Aiden lakukan pada King. Membunuh nya. " ucap Juan dengan hampa.


"Aku pegang ucapan mu. " sahut Lucifer.


"Juan. Malam sudah hampir tiba. Bersiap siaplah kamu, apapun yang terjadi kamu harus siapkan mental kamu. " ucap Lucifer mengingatkan.


"Ya." jawab Juan lirih.


Dan mulai berjalan keluar kamar.


"Juan, masuk ke kamar dulu. Di tas kamu ada belati perak sengaja aku menyelipkan saat kamu tak sadar. Bawa itu untuk berjaga jaga. " ucap Lucifer.


Juan kembali masuk kedalam kamar dan mengambil koper yang tersimpan di samping lemari pakaian. Dibukanya Koper itu, saat Juan membuka di bagian kantong kecil benar saja ada belati perak yang tersimpan disana. Segera Juan mengambilnya dan menyelipkannya di samping sepatu yang kemudian tertutup rapat oleh celananya.


Setelah merapikan dan menyimpan kembali kopernya Juan keluar dari kamarnya. Di tatap nya Aiden yang sedang duduk sembari menatap layar TV di ruang istirahat nya.