Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Sang penggoda ternyata.....



"Saya tidak bisa mendengar suara Anda. Bisakah Anda berbicara sedikit keras. " goda Aiden sembari mendekatkan kepalanya dan berbicara lirih tepat di telinga Juan.


Terkejut akan tindakan Aiden, segera Juan menghindari, tapi semua terlambat. Aiden segera merengkuh dan memeluk pinggang Juan serta menghirup kuat aroma Juan tepat di lehernya.


"Anda sangat manis, Saya jadi tidak sabar ingin menikmati darah Anda yang manis ini. " bisik Aiden.


Juan terkejut bukan main, bukan hanya Juan.


Lucifer pun sama dan tak kalah terkejutnya dengan Juan.


"Vampir....!!!" pekik Juan.


Dan....


"Ahkkk..... Lepasssss......" rintih Juan tiba tiba.


Ternyata Aiden sudah menggigit leher Juan tanpa aba aba dan menghisap kuat darah Juan.


"Lepaskan..... Sakitttt.... " rintih Juan sembari mencengkram kuat tangan Aiden.


Bukannya berhenti, Aiden semakin kuat menghisap darah Juan karena nikmat. Lucifer tak bisa berbuat apa apa karena Aiden sudah mengunci energi Lucifer tanpa sepengetahuan mereka berdua. Setelah puas menikmati darah Juan, di jilatan bekas gigitan itu seketika hilang tak berbekas.


"Shhttttt..... " desis Juan lirih dan lemas.


"Manis sangat manis dan nikmat sekali. " ucap Aiden berbisik.


Segera Aiden membopong Juan dan membaringkannya ke ranjang. Di tatap nya dengan lekat wajah Juan, dan di belai dengan lembut.


"Wajah manis dan memikat. Dasar iblis pemikat, pantas kedua adik ku terpikat oleh Anda. Tapi kini Anda lah yang akan bertekuk lutut di depan Saya. " ucap Aiden tersenyum smrik.


Perlahan kukunya memanjang, di goresnya pelan tangannya sendiri dan meminum darahnya tanpa menelannya. Kemudian membungkukkan badannya, diciumnya bibir Juan sembari meminunkan darah yang ada di mulutnya. Secara tak sadar Juan menelan darah pemberian Aiden. Dan wajahnya kembali terlihat segar tapi Juan masih tertidur pulas.


"Dasar bajingan. " desis Lucifer diantara tidurnya.


"Hahahaha, Anda sudah sadar rupanya. " tawa Aiden pelan.


"Apa yang kau lakukan pada Juan. Lepaskan segel yang sudah kau berikan pada Juan, " pekik Lucifer.


"Sudah terlambat, Juan dan Anda adalah milik saya sekarang. " ucap Aiden tersenyum bak iblis.


"Kau..... " ucap Lucifer tertahan.


"Lebih baik Anda istirahat. Dan biarkan darah saya bercampur dengan darah Anda dan juga Juan. Selamat tidur kucing manis. " ucap Aiden dan mengecup kening Juan.


Entah apa yang di berikan Aiden seketika itu Lucifer pun tertidur pulas.


(Kembali ke ruang makan)


"Kenapa bang Juan lama sekali, apa perlu Bella jemput mereka. " ucap Bella.


"Tidak perlu di jemput, saya sudah disini. " tiba tiba Aiden sudah berdiri di belakang Charles.


Yang lain terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba, tapi tidak dengan Charles dan Kenzo.


"Loh mana Kak Juan? " tanya Sella saat tahu Aiden turun sendiri.


"Dia tidur jangan di ganggu. Dia bilang lelah. " ucap Aiden datar sambil tersenyum penuh arti.


"Kalian sudah waktunya berangkat dan segera berangkat. Bukankah kalian sudah selesai sarapan. " tegur Charles.


Mereka pun segera beranjak dan pergi untuk aktifitas selanjutnya.


Sepeninggalan mereka Aiden melanjutkan sarapan dengan Charles dan juga Kenzo.


"Apa yang Anda lakukan dengan Juan.? " tanya Charles.


Diraihnya piring berisi steak, dirogohnya saku mantelnya dan mengeluarkan sekantong plastik berisi darah. Kemudian di tuangnya sedikit di atas steak. Setelah puas baru mulai memakan hidangan di depannya.


"Lumayan." ucapnya lirih sembari menikmati sarapan nya.


"Dasar." ucap Kenzo pelan.


Charles hanya mampu menggelengkan kepala.


"Saya harap, Anda tahu apa tugas Anda disini. Dan jangan macam macam. " ucap Charles tegas.


"Iya, saya tahu tugas saya. Papa jangan khawatir dan pergilah berbulan madu dengan Ayah. Pulang nanti beri saya kabar baiknya. " ucap Aiden tersenyum.


"Kalian ini. " ucap Kenzo tersipu malu.


Charles tersenyum tipis, sedangkan Aiden terkekeh pelan.


Juan terbangun disaat matahari sudah tinggi. Berlahan Juan duduk dan memegang kepalanya yang sedikit terasa pusing.


"Lucifer, apa yang terjadi dengan kita? " ucap Juan lirih.


"Aiden sudah memberi mu sebuah segel. Tenaga ku berkurang setengahnya, dan setengah lagi bercampur dengan darah milik vampir bajiang itu. " ucap Lucifer sengit.


"Jaga bicara Anda, iblis. " ucap seseorang tiba tiba.


Seketika itu Juan menoleh ke arah sumber suara.


"Kau..... " pekik Juan.


"Apa yang kau lakukan pada ku. Hah!!!. " bentak Juan penuh amarah.


"Wah, ternyata kucing kecil ini bisa menggertak juga ya. " ucap Aiden tenang.


Dengan pelan Juan turun dari ranjang.


"Jika masih pusing lebih baik istirahat dulu. Nanti saja bertemu dengan teman teman mu itu. " ucapan Aiden sambil mendekat ke arah Juan.


Juan menatap lekat wajah Aiden. Ada rasa kagum dan entah apa lagi, yang pasti Juan merasa tak bisa lepas dari tatapan mata Aiden.


"Kenapa, apa wajah saya begitu tampan sehingga Anda tidak mau melepaskan pandangan Anda dari saya. " ucap Aiden lirih.


"Ya. " jawab Juan tak sadar.


"JUAN SADAR LAH !!! . " bentak Lucifer.


Seketika itu Juan tersadar dan mulai mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aiden hanya terkekeh pelan.


"Saya memang tampan, sangat tampan. " diraihnya dagu Juan hingga Juan kembali menatap matanya yang merah.


"Merah. Sangat cantik. " ucap Juan tak sadar.


"Iya, sangat cantik bukan. " sahut Aiden yang kemudian mengecup bibir Juan pelan.


Juan terkejut dan mulai tersadar. Di dorong nya Aiden dengan keras, hingga membuat Aiden mundur beberapa langkah.


"Kau....!!! " pekik Juan.


Juan segera pergi dari kamar Aiden. Aiden tertawa renyah melihat tingkah laku Juan.


Di luar Juan menggerutu tak karuan. Segera dia turun dan keluar dari rumah, dan berlari kearah rerimbunan pepohonan yang menjulang. Tampak dari arah balkon lantai ke atas Aiden menatap tajam sambil tersenyum bak iblis.


"Kini kau ada di genggaman saya , Juan. Sejauh apa Anda sanggup menahannya. " ucap Aiden tersenyum