
"Maaf Juan tidak bisa bergabung. " jawab Juan dingin.
Juan pun berlalu saat hampir menghilang di gelapnya malam. Tanpa Juan sadari Mattheo berlari dan menghampirinya.
"Juan ini sudah malam kembali masuk. " perintah Mattheo.
Juan berhenti dan berputar menatap Mattheo.
"Masuk kedalam dan melihat kamu bermesraan dengan pria lain. Apa itu maksud mu ? " ucap Juan menatap tajam kearah Mattheo.
"Theo. Kamu tahu betul perasaan ku, Juan tahu kamu punya banyak kekasih. Tapi haruskah Juan mengenal mereka? Harus kan Juan melihat kamu bermesraan dengan mereka? “ lanjut Juan.
"Oh.... Ayolah Mattheo. Siapa yang sanggup melihat itu semua. Gak ada yang sanggup melihat orang yang dicintai bermesraan dengan orang lain sayang. " ucap Juan tersenyum hambar.
Sedetik kemudian air mata Juan turun tanpa bisa dibendung. Baru kali ini Juan menangis di hadapan orang lain. Sakit hati Juan.
"Biarkan Juan pergi. Juan ingin sendiri. " ucap Juan memutar badannya dan berlalu dari hadapan Mattheo.
(Mattheo)
Mattheo mengepalkan tangannya erat menatap Juan yang sedang menangis. Ingin rasanya Mattheo meraih tubuh mungil Juan dan mendekap nya erat seraya berkata "maaf". Tapi rasa itu Mattheo tahan. Mattheo hanya mampu mendengar ucapan Juan dan berpura pura tak merasakan apa apa. Mattheo hanya bisa menatap kepergian Juan yang menembus gelapnya malam. Dan rasa penyesalan didalam hati Mattheo tapi ini yang terbaik. Itu yang ada dipikirkan Mattheo.
Sedang kan Juan berlari menembus kegelapan malam. Berlari kearah dimana kedua pelihara nya tinggal. Menempati sebuah gua yang sedikit jauh dari kastil yang selama ini Juan tempati.
Juan menatap penuh luka kearah Leopard dan juga Queen yang mulai tertidur tapi tetap memasang telinga untuk waspada. Mendengar suara gemerisik segera leopard terbangun dan menatap Juan.
Tanpa berpikir panjang Juan berlari kearah Leopard. Di peluknya leopard erat erat.
"Huwaaaaaaaaa......" teriak Juan menangis keras dan berteriak.
Queen yang terbangun juga menghampiri Juan dan mendengus pelan.
"Hiks hiks... Apa salah Juan Queen. Dimananya Juan yang salah.... " ucap Juan diantara isak tangisnya.
Queen menggonggong pelan. Juan menatap penuh pilu.
"Hikss... Mattheo... Dia membawa seorang pria kerumah Queen. Orang yang kamu pedulikan berkhianat. " pekik Juan menyalahkan Queen.
Queen menggonggong tak percaya.
"Dia ada disana Queen. Pria itu ada disanaaaa... " teriak Juan
"Hiksss... Hiksss... Sakit queen sakit. " ucap Juan lirih.
Leopard menggeram kesal.
"Tidak Leo.... Tidak lagi... Jangan lakukan apapun Leo... Jangan..... " ucap Juan memeluk erat tubuh Leopard.
"Biarkan Juan bermalam disini. Juan ingin disini." ucap Juan lirih dan berbaring.
Juan menjadikan tubuh leopard sebagai bantalnya. Queen berbaring disamping Juan, yang kemudian Juan memeluk tubuh Queen yang hangat sambil menangis tak henti henti hingga Juan terlelap karena lelah menangis.
Pagi menjelang, sinarnya menyapa hutan dengan perlahan. Merasakan terpaan hangatnya sinar mentari Juan terbangun. Mata sembab masih terlihat akibat tangisannya semalam. Dengan pelan Juan duduk dan memeluk lututnya. Leopard yang sudah bangun sedari tadi enggan membangunkan Juan yang terlelap, diam tak bergerak. Kini mulai mendengus pelan.
"Iya. Juan sudah bangun. " ucap Juan lirih.
Tiba tiba ponselnya berdering.
"Halo." 📲 ucap Juan tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.
"Anda ada dimana? Segera pulang kita ada rapat hari ini. " 📲 pintah nya.
Juan menatap layar ponsel.
"Mattheo." ucapnya lirih.
"Anda sekretaris saya. Harusnya Anda yang mengingatkan saya, dan bukan sebaliknya. " 📲ucap Mattheo lagi.
"Iya iya, Juan pulang sekarang. " 📲 sahut Juan malas.
Panggilan pun terputus, Juan menatap dengan sedikit jengkel. Queen menggonggong dengan sedikit kesal.
"Apa kamu mau menambah lagi masalah antara Juan dengan Mattheo. Sudah lah Queen biarkan saja. " jelas Juan.
Queen menggonggong tak Terima.
"Jangan khawatir Juan bukan orang yang lemah, Juan akan berjuang mendapatkan cinta Juan. Sudah cukup Juan menderita, sudah cukup Juan kehilangan. Kali ini Juan tak mau kehilangan lagi, Juan akan berusaha mendapatkan cintanya lagi. " jelas Juan mengusap lembut kepala Queen.
Leopard menggeram tak senang.
"Leo, Juan tak mau lagi kehilangan orang yang Juan cintai. Juan juga ingin bahagia apa itu salah? Juan janji untuk kali ini yang terakhir jika memang dia takdir ku, Juan akan berusaha untuk mempertahankan nya dan merengkuh nya. " ucap Juan.
"Juan mohon ijin kan Juan untuk meraihnya. " lanjut Juan, sembari memeluk Leopard.
Leopard menggeram pelan.
"Iya Juan berjanji, dia adalah cinta terakhir Juan." sahut Juan lirih.
Tanpa perlu waktu lama Juan kembali ke kastil, tentu saja dengan kondisi yang berantakan. Saat masuk kedalam tampak Mattheo, Sennan dan Kenzo duduk di sofa. Menatap Juan yang baru kembali membuat Mattheo sedikit kesal.
"Kita sudah hampir terlambat dan Anda baru saja pulang. " tegur Mattheo.
"Maaf, tunggu sebentar ya. " ucap Juan sambil berlalu.
Tak menunggu waktu yang lama Juan sudah turun dengan penampilan yang rapi.
"Juan, kamu tidak sarapan dulu?, “ tanya kenzo menatap kearah Juan yang hendak keluar.
"Nanti saja Yah di kantor, waktu sudah mempet." jawab Juan sambil menatap arah Mattheo.
"Emm itu Juan tak baik kalau kerja dengan perut kosong. " sahut Sennan.
"Jangan khawatir Juan sudah terbiasa kok. " jawab Juan sekenanya.
"Theo. " panggil Juan sambil berlalu.
"Haaa... " Mattheo menghela nafas panjang.
"Yah, kami berangkat. " ucap Mattheo.
"Sennan, ayo saya antar Anda pulang ke kediaman Anda. " ajak Mattheo.
Melihat Sennan ikut keluar dengan Mattheo, yang awalnya Juan duduk di kursi belakang akhirnya turun dan pindah ke kursi depan.
"Kenapa Anda turun dan pindah ke depan. " ucap Mattheo datar.
"Haruskan kita duduk bertiga di kursi belakang. " jawab Juan sekenanya.
"Anda bisa duduk di belakang dengan Sennan tanpa harus pindah. " sahut Mattheo sambil membukakan pintu untuk Sennan.
"Dan Anda kembali duduk di kursi belakang. " perintah Mattheo.
"Tapi.... " ucap Juan bingung.
"Tidak ada tapi tapian dan cepat kita sudah kesiangan. " perintah Mattheo kembali.
Juan hanya menghela napas panjang dan menurutinya. Sennan yang menatap ke arah Mattheo tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Baru kali ini Sennan melihat Mattheo begitu perhatian.
Iri.....
Iya Sennan merasa iri dengan apa yang Mattheo lakukan terhadap Juan. Tampak natural tanpa ada sebuah rekayasa. Juan menatap kearah Sennan dan tersenyum.
"Maaf ya. " ucap Juan.
"Untuk apa kamu minta maaf. " sahut Sennan tak tahu.
"Harusnya yang duduk disini Mattheo, bukan saya. " ucap Juan.
"Oh tidak apa apa, ini sudah biasa kok. " jawab Sennan dengan senyum yang di paksakan.