
"Juan, apapun keputusan kamu, Ayah tidak akan menghalangimu. Tapi ingatlah satu hal kamu tetaplah putra angkat tertua kami, abang buat adik adik kamu yang senantiasa kamu jaga dan kamu bimbing itu. " ucap Kenzo sedih dan berharap semua mampu menerima Juan dan merubah keputusan Juan.
"Juan. Jangan pergi, kamu tetap lah disini bersama ku. Walau semua tidak menyukaimu, tapi masih ada aku kan. " ucap Bara menghentikan langkah Juan yang hendak pergi.
Ditatapnya Bara dengan tajam, sembari mencari kebenaran atas ucapannya.
"Hemmm.....cinta ya. Bara bukankah papa sudah pernah bilang, hilangkan rasa cintamu itu. Aku tidak lah pantas untuk kamu, dan kamu hanya terpikat oleh ku. " ucap Juan datar.
Bara hanya mampu terdiam dan mengepalkan tangannya. Karena apa yang di katakan Juan adalah benar adanya. Hanya saja dia tak mengharapkan Juan pergi jauh dari dirinya. Dengan geram Bara kembali berteriak.
"Semuanya, kenapa kalian jadi seperti ini. Apa kalian lupa gimana Juan merubah hidup kita, menyayangi kita yang orang luar ini dan menjaga kita seperti keluarga nya sendiri. Apa hanya karena Juan menjadi seperti ini kalian jadi lupa siapa yang menjaga kita. Juan tetap lah Juan, abang kalian, saudara kita. Walau dia berubah." ucap Bara.
Semuanya hanya mampu diam menunduk.
"Ayolah, jangan biarkan dia pergi. Bukankah kita sepakat apapun dan seperti apapun kita kelak, kita tetap lah saudara. " lanjut Bara.
"Viona kamu ingat saat mantan kekasih mu yang brengsek itu ingin menganiaya kamu siapa yang menyelamatkan kamu. Dan kamu Wilmer disaat kamu hampir mati di hajar musuh kamu siapa yang datang paling cepat untuk membantu kamu." ucap Bara mengingatkan.
"Dan kamu Yera, disaat mama tiri kamu mengusir dan memfitnah kamu siapa yang membela kamu mati matian. " lanjut Bara.
"Bara, buat apa kamu mengungkit semua itu. Sudah sewajarnya kalau mereka takut, karena saya adalah iblis, dan tidak sepatutnya bangsa iblis tinggal bersanding dengan manusia. " ucap Juan datar.
Kyera mulai meneteskan air mata. Rasa takutnya berubah menjadi rasa sedih, dan merasa bersalah. Salah mereka kurang peka dengan apa yang sering Juan isyarat selama ini. Salah mereka kurang peka dengan keistimewaan yang ada pada diri Juan. Karena mereka berfikir itu semua hanya kelebihan dari seorang manusia.
Semua akhirnya mengerti kenapa Papa melarang semua untuk jatuh hati pada Juan. Karena Juan berbeda, ada sosok lain dari diri Juan yang tidak bisa mereka gapai.
"My lord, waktu sudah hampir habis. Gerbang kegelapan sebentar lagi akan tertutup. Mari kita kembali ke alam iblis. " pintah Abaddon datar.
"Baik. " jawab Juan.
"Leopard, King , Quen. Ayo ikut Juan juga. " ucap Juan.
Ketiganya menggeram dan menggonggong senang.
"Kau bawa mereka bertiga. " perintah Juan.
Abaddon segera menyelimuti ketiganya dengan cahaya merah dan seketika mereka mengambang dan terbang ke atas.
Juan berbalik arah dan menatap langit. Juan mulai membentangkan sayap lebar lebar, sosok Juan menjadi terlihat sangat angkuh dan tampak sombong. Charles hanya mampu menatap dingin tanpa bisa berkata apa apa karena semua keputusan ada di tangan Juan.
"Seperti nya ini adalah akhir dari segalanya Juan. " ucap Lucifer.
"Ya kamu benar. Iblis tak mungkin di terima oleh manusia. " ucap Juan lirih.
"Papa, Ayah terimakasih untuk segalanya. Kalian berdua sudah menerima Juan apa adanya. " ucap Juan tanpa menoleh ke belakang.
Tapi disaat Juan ingin menggerakan sayapnya. Tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang. Dilihatnya tangan putih dan kecil yang memeluknya itu.
"Kyera." ucap Juan lirih.
"Abang. Abang jangan pergi. Bang Juan jangan pergi, tetap lah disini bersama kami. Maafin kyera bang Juan, kyera minta maaf" ucap Kyera sambil terisak.
"Buat apa kami berdua berada disini Kyera. Kalian semua takut dengan keberadaan kami, terutama kamu. Jadi apa untung nya buat kami berada disisi kalian. " ucap Juan datar.
"Tidak. Jangan pergi bang Juan, bang Cifer. Maafin Kyera, Kyera minta maaf abang. Kyera meragukan abang. Maafin kyera abang. Kyera mohon tetap lah disini bersama kyera. Hiks hiks hiks. Huwaaaaaa... Maafin kyera abang. " tangis kyera semakin terdengar.
"Kak Juan. Bukan hanya kyera yang bersalah. Kami juga bersalah, seharusnya viona sadar kelebihan Kak Juan itu diatas rata rata manusia, Kak Juan tetaplah disini bersama kami. Maaf sejenak kami takut dengan kakak, tapi viona sadar Kak Juan tetaplah Kak Juan walau seperti apapun penampilan Kakak" ucap Viona menghampiri dan berdiri tepat di depannya.
Begitu juga dengan Sella yang berdiri di depannya dan menatap ke arah Juan. Juan hanya terdiam tanpa ekspresi.
"Kak Juan. Sella mohon jangan tinggalkan kami. Tetaplah bersama kami, Kak viona benar seperti apapun penampilan Kak Juan tetaplah Kakak kami. Maafkan kami Kak, kami sempat takut dengan kakak. Hiks jangan tinggalin Sella tetaplah bersama Sella disini" pintah Sella sembari menangis tersedu sedu.
"Huwaaaa kakak. Jangan pergi. Jangan pergi kak. " tangis Bella dan Ella bersamaan dan berlari kearah Juan yang kemudian memeluk Juan.
"Kak maafin kami semua. Maafin kami kalau kamu kami takut tadi. " ucap Viona makin terisak.
Di tatap nya semua. Juan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Di tatap nya Kenzo. Kenzo hanya tersenyum dan berkata.
"Kembalilah bersama kami mereka masih membutuhkan kamu. " ucap Kenzo lirih, namun terdengar jelas.
Di hapusnya air mata Sella dengan lembut.
"Apa kalian tidak takut dengan abang? " tanya Juan menyakinkan.
"Tidak." jawab Kemal tegas.
"Saya tidak takut dengan abang. saya hanya terkejut bang. " jelas Kemal.
"Kemal benar Juan. Kami terkejut, kenapa kamu menyembunyikan ini semua dari kami? " tanya wilmer kesal.
"Karena waktunya belum tiba Wilmer. Juan harus mencari setengah dari jantung kami yang terpisah. Selama ini setengah dari jantung kami adalah jantung manusia dan setengahnya adalah jantung iblis. Setelah jantung kami di temukan dan bersatu bersatu maka Juan dan Lucifer menjadi sempurna. Dan inilah kami seorang ras iblis murni" jelas Juan.
"Juan apa keputusan mu sekarang? " tanya Charles tegas .
Ternyata Charles sudah kembali seperti semula dengan bola matanya yg hitam dan tajam.
"Lucifer. Kita akan menetapkan disini. " pintah Juan.
"Yes, my lord. " ucap Lucifer pendek.
"Pangeran. Tidak seharusnya anda berada disini. Anda harus segera kembali ke tahta anda. " ucap Abaddon tidak suka.
Juan menatap tajam kearah Abaddon.
"Kamu kembalilah. Saya tetap disini bersama mereka. Kelak jika waktunya tiba, saya akan menyusul kalian sendiri. " perintah Juan tegas.
"Tapi Yang mulia, kerajaan menunggu kebangkitan Anda. " pintah Abaddon.
"Saya sudah bangkit kembali tapi belum saatnya saya kembali. " ucap Juan dengan tegas dan menatap tajam kearah Abaddon.
"Katakan pada yang lain. Setelah masalah disini beres kami akan kembali. " bentak Lucifer.
"Baik. Apapun perintah my lord akan kami turuti. " ucap Abaddon datar.
Mereka pun pergi dan menghilang. Dan dengan kepergian mereka suasana kembali menjadi normal. Suasana tak lagi mencekam, hembusan angin malam kembali sejuk. Suara burung gagak dan burung hantu menghilang. Lolongan anjing pun tak terdengar lagi.