Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kau bangkitkan iblis yang tertidur



Sesampai di kamar Juan, ternyata Juan sudah sadar dan duduk termenung tanpa ekspresi.


"Kak Juan, " panggil Sella yang kemudian menghampiri nya.


"Kak Juan, jangan diam seperti ini. " sahut Ella.


"Iya Bang, jangan diam saja. " ucap Yera yang kemudian mendekati Juan.


Peliharaan Juan diam tak bereaksi apa apa.


Ke lima gadis itu menghampiri Juan dan memeluk erat tubuh Juan. Juan hanya mampu meneteskan airmata nya.


"Saat ini jika mau menangis, menangis lah Juan. Kami tak akan melarang mu. " ucap Wilmer.


Kemudian Juan menangis sesegukan. Dan yang lain memeluk nya.


"Sudah cukup, Juan tak mau menangis. Ada yang harus Juan bereskan saat ini juga. " ucap Juan lirih.


"Kalian bisakan pergi meninggalkan Juan sendiri. Juan mau ganti baju. " ucapnya lagi.


"Baiklah kami pergi. Tapi ingat jangan macam macam. " nasehat Bara.


Juan mengangguk pelan. Semuanya pun pergi meninggalkan Juan sendiri.


Di dalam kamar Juan termenung sejenak. Kemudian dia bangun dan turun dari ranjang.


"Kalian bertiga keluarlah, dan besok ayo kita berburu lagi. " ucap Juan dengan nada dingin.


Seketika itu ketiganya keluar, turun ke bawah dan menghilang di antara rerimbunan pepohonan.


Juan sendiri segera ke ruang bajunya dan berganti pakaian.



Memakai anting dan beberapa aksesoris lainnya.


Di ambilnya ponsel dan menghubungi seseorang.


"Apa sudah di tempat.? " 📲tanya nya dingin.


"Sudah Boss, mereka ada di markas sekarang. " 📲 jawab anak buahnya.


"Bagus, buat mereka sadar. Aku ingin bermain main dengan mereka. " 📲ucapnya dan tersenyum smirk.


Dirasa cukup Juan segera keluar kamar dan turun ke bawah. Dilihat nya semua berkumpul di sana.


Segera Bara menghampiri Juan.


"Juan tidakkah kau ingin melihat Felix." cegah Bara.


"Juan sudah lihat dia. Juan sudah peluk dia. Sekarang saatnya membuat orang yang sudah membuat Felix ku seperti ini merasakan hal yang sama seperti yang Juan rasakan sekarang. " jawab Juan datar dan dingin.


Tak jauh dari sana Luis menatap tajam kearah Juan dan Bara.


"Orang yang aneh, tadi tampak lemah tapi sekejab mata menjadi seperti iblis tanpa perasaan. " guman Luis.


Segera Luis menghampiri mereka.


"Bukannya seharusnya anda istirahat di kamar. " tegur Luis.


"Bukan urusan kamu. Juan masih ada yang harus Juan kerjakan. " ucap Juan dan berlalu pergi.


"Juan.... " teriak Bara.


"Biarkan dia pergi. " ucap Luis dingin, dan berlalu pergi.


Segera Juan meninggalkan rumah dengan menggunakan motor kesayangannya.



Dengan kecepatan penuh dia pergi menuju markasnya sendiri.


Yah Juan mempunyai 2 markas, 1 markas yang di bentuk oleh Charles, sedangkan yang satunya adalah miliknya sendiri. Dan saat ini Juan menuju ke markas nya sendiri, karena disaat dia menghancur leburkan sebuah organisasi menggunakan anak buah Charles, sedangkan anak buahnya ditugaskan untuk menculik orang yang sudah meminta bantuan organisasi tersebut.


Membutuhkan waktu cukup lama bagi Juan menuju markas nya sendiri, karena letaknya sangat terpencil dan tersembunyi. Sesampai disana salah seorang kepercayaan sudah ada di depan pintu.


Juan langsung masuk dan memberikan kunci motor nya pada salah satu anak buahnya.


"Bagaimana Ren, kamu bawa kemana mereka? " tanya Juan.


"Aku bawa ketempat biasanya. Bagaimana kondisi Felix.? " ucapnya balik bertanya.


"Dia sudah pergi Reno. Dia ninggalin aku sendiri. " jawab Juan menahan amarah.


"Maaf Juan, aku tak tahu. " ucap pria itu yang ternyata bernama Reno.


Mereka menyusuri lorong yang tampak kotor. Dari luar markas Juan seperti gorong2 yang tak terawat.