
Tak lama kemudian Juan tersadar. Perlahan lahan Juan bangun. Sejenak Juan terdiam ditatapnya sekeliling. Satu per satu Juan menatap wajah wajah orang yang ada di sampingnya.
Bara, Wilmer, Kemal, Viona, Sella, Bella, Ella, Kyera. Ditatapnya pula Leopard dan Queen. Kembali Juan memandang sekeliling. Merasa ada yang kurang segera Juan bangun dan mencoba untuk duduk. Bara membantu Juan duduk.
"Bara, mana Aiden? " tanya Juan lirih.
Bara terdiam. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Katakan dimana Aiden, Bara? " kembali Juan bertanya.
Bara hanya mampu menundukkan wajahnya.
"JAWAABBBBB DIMANA AIDENNN..? " teriak Juan.
Bara memeluk tubuh Juan yang gemetar.
"Dimana Aiden, Bara. Kenapa kalian semua diammm....? " Juan mulai histeris dan menangis.
Melihat Juan seperti itu semua terdiam, sedangkan Viona, Sella, Bella, Ella, Kyera mulai sesegukan menahan tangis. Leopard dan Queen hanya mampu merebahkan tubuhnya dan ikut meratap merasakan kesedihan Juan.
Mendengar teriakan Juan, Kenzo segera bangun dan masuk kekamar Juan. Ditatapnya wajah Juan dengan penuh amarah. Melihat Kenzo datang, Viona dan Sella segera menghampiri.
"Ayah." ucap Viona.
"Viona beri Ayah jalan. " pintah Kenzo datar.
Viona terteguk, baru kali ini Viona melihat seorang Kenzo yang biasanya lembut menjadi begitu datar. Bukan hanya Viona, yang lainpun juga terkejut.
Kenzo menghampiri ranjang Juan. Sedangkan Viona dan juga Sella mengikuti dibelakang. Saat Kenzo ada disampai ranjang Juan dan mendekat kearah Juan.
"Ayah dima......." belum selesai Juan bertanya.
tiba tiba.....
Plakkkk.....
Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi Juan. Semua memekik dan menatap tak percaya.
"Ahkk... " pekik Juan.
"A... Ayahhh... Apa salah Juan... Hiks hiks hiks. " tangis Juan pecah sambil mengusap pipinya yang memerah.
"Kamu tanya apa salah kamu? “ bentak Kenzo.
Tanpa semua sadari Kyera segera berlari keluar dari kamar Juan dan menghampiri ruang kerja Charles.
"Harusnya saya yang bertanya, apa yang kamu lakukan kepada Aiden.? " teriak Kenzo.
"Sshhttt.... Ugh.. " rintih Kenzo selanjutnya sambil memegang perutnya.
"Ayah harus jangan terlalu emosi. " ucap Viona sambil memegang tubuh Kenzo.
"Ayah apa yang terjadi dengan Aiden Ayah. Hiks hiks hiks " tangis Juan.
"Kau... Kau membuat putraku terbujur tak berdaya. Kau membuat putraku tertidur di peti mati Juaannnn. "Teriak Kenzo yang mulai menangis.
"Juan apa yang kau lakukan kepada putraku Juannn. " pekik Kenzo.
"Juan.... Juan.. . . Juan.. . . Gak tau Ayah. " ucap Juan mulai bingung.
"Ayah, Juan sudah cukup lebih baik kalian istirahat saja dulu. " ucap Bara mencoba menengahi.
Juan menatap kedua tangannya, sejenak dia terdiam dan mulai mengingat kembali apa yang terjadi pada saat bulan merah tiba.
"Tidak... Tidak.... Bukan Juan yang melakukannya bukan Juan yang menusuknya. Bukan Juannnnnnnn...... " teriak Juan histeris.
(POV ruang kerja Charles)
Tanpa mengetuk pintu Kyera segera membuka pintu dan masuk kedalam.
"Paaa.. " teriak Kyera.
Charles menatap tajam ke arah Kyera.
Bukannya takut Kyera malah segera menghampiri dan menarik tangan Charles.
"Pa... Cepat ke kamar bang Juan. Cepat Paa.. " ucap Kyera tanpa merespon tatapan Charles.
"Kyera jaga sikap Anda. " bentak Charles.
Tak ada rasa takut di wajah Kyera, yang ada hanya rasa khawatir.
"Pa...itu ayah di kamar bang Juan sedang marah. Ayo Pa.. Cepat kesana. " ucap Kyera tanpa rasa takut atau bersalah.
"Kenzo." ulang Charles datar.
Kyera menganggukkan kepala cepat.
Segera Charles beranjak dari duduknya dan berlari ke atas, Kyera segera mengikuti di belakang.