Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Temukan dan balas dendam



Tentu saja tak ada yang mengetahui bahwa sebenarnya, disetiap kamar terdapat ruang rahasia yang menunjukkan ke ruang khusus. Sebuah ruangan yang hanya anggota inti, dan anak sulung saja yang tahu.


(Kamar Juan)


Juan segera membuka ruang bajunya



"Bodoh, tolol, bodohnya kamu. " umpat Juan tiada henti.


Dibukanya penel pintu diantara sepatu yang berjajar rapi, segera terdapat lorong rahasia disana. Tentu saja semua di lengkapi dengan segala hal yang berbau teknologi yang sangat moderen.


Hanya dalam hitungan menit sampai juga Juan di sebuah tempat yang penuh dengan komputer.




Mereka yang berada disana terkejut dengan kedatangan Juan yang begitu kacau.


"Apa kalian semua BODOH hah. " bentak Juan dengan sangat murka saat melihat semua yang begitu santai.


"Tuan Juan apa maksud Anda? " tanya salah seorang anak buahnya.


"Apa kalian tak tahu Felix diserang, bagaimana bisa kalian selengah ini. " bentak Juan semakin murka.


"Cepat cari lokasi terakhir Felix. " perintah Juan.


Tak jauh beda dengan Juan, Kenzo juga menuju keruangan tersebut. Dan kedatangan bersamaan dengan Charles.


Dan tentu saja Charles sama dengan Juan yang datang dengan sangat emosi. Tapi melihat Juan sudah ada di sana dan mulai menghendel semua dia sedikit lebih tenang.


"Kamu cari tahu tentang siapa yang menyerang Felix dalam waktu setengah menit. CEPAT. "


perintah Juan yang tak masuk diakal.


"Juan, kamu awasi disini saja. Untuk Felix sudah ada yang menjemput. " perintah Charles tiba tiba.


"Tapi Pa. " bantah Juan.


"Tidak ada tapi tapian. Anda cari tahu siapa yang melakukan itu pada Felix. Saya rasa itu cukup buat Anda. Dan silakan lakukan apapun pada mereka. " ucapan Charles.


Sejenak Juan terdiam. Tapi kemudian di tersenyum smirk. Senyum yang membuat orang ketakutan. Semua yang melihat bergidik ngeri melihat nya. Baru kali ini mereka melihat Juan yang seperti seorang iblis yang haus akan darah.


"Baik Pa. Juan mengerti. " ucapnya dingin.


"Bagus, Anda bisa melepas kalung itu kalau dirasa memang perlu. " perintah Charles.


"Baik." jawab Juan tersenyum penuh arti.


Kenzo hanya mampu memeluk Charles dengan penuh kecemasan.


"Charles, bagaimana dengan Felix. " ucap Kenzo mulai menangis.


"Sabar sayang, Dia sudah berada disana. Saya sudah memintanya untuk membawanya kemarin. " hibur Charles.


"Sekarang Anda istirahat saja, semoga semua baik baik saja. " hibur nya lagi.


"Juan, Anda pegang kendali disini, dan lakukan saja apa yang ingin Anda lakukan. " ucap Charles memberi kebebasan penuh pada Juan.


Juan mengangguk paham.


Tak sampai dalam hitungan menit salah seorang anak buahnya memberitahukan, bahwa organisasi yang mencelakai Felix sudah ketemu, bahkan orang yang menyewa mereka pun sudah di temukan. Tanpa pikir panjang segera Juan memerintahkan anak buahnya untuk memporak porandakan organisasi tersebut, bahkan memberi perintah untuk menculik orang tersebut beserta anggota keluarga nya.


Iblis adalah iblis tak ada ampun baginya. Tapi peduli siapa pun dia, kecuali dia adalah anak anak. Sudah menjadi peraturan bagi Juan tak peduli dia wanita ataupun pria salah adalah salah dan hukuman akan di berikan kecuali dia adalah anak anak.


Semua berlangsung cukup singkat. Bagaimana tidak, Juan yang memang sudah kalap dan tak bisa berfikir jernih lagi menghabisi sebagian besar anak buah organisasi tersebut. Bahkan beberapa anak buahnya merasa ngeri melihat bos nya yang di kenal ramah dan terkadang sedikit kekanak-kanakan, bisa menjadi seorang monster. Sadis, bengis dan tak ada ampun. Walau tidak sampai menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya tapi mata merah nya yang menyala membuat siapa pun akan takut. Mereka hanya mampu menahan napas dan menghindari bos nya itu karena takut menjadi sasaran amukannya.