Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Salahkah kalau Juan hamil??



Kemudian keduanya pun kembali ke halaman belakang dan bergabung kembali dengan semuanya. Melihat Juan sudah kembali, segera Bara menghampiri nya.


"Juan, apa kamu sedang sakit? " tanya Bara tiba tiba.


Membuat semuanya terkejut dan mulai fokus pada keduanya.


"Sakit? Siapa yang bilang kalau Juan sakit? " jawab Juan balik bertanya.


"Kamu semakin hari semakin pucat. Iya kan. " ucap Bara sambil memandang semua.


"Iya Kak Juan. Kak Juan semakin lama semakin pucat. " kata Viona mengiyakan perkataan Bara.


Juan menggeleng pelan sambil tersenyum.


"Atau kamu sedang hamil? " tanya Bara.


Hingga membuat semua kembali terkejut. Juan hanya terdiam tak menjawab.


"Bara." bentak Kenzo.


"Bara, kalau ngomong jangan aneh aneh kamu. Mana ada cowok hamil. Kalau bergurau ada batas lagi. " tegur Wilmer.


"Iya nih Bara. Kalau bicara di jaga sedikit kenapa!! " sahut Kemal.


"Juan, jawablah? " tanya Bara lagi.


"Kak Bara sudah cukup. Mana ada cowok hamil, kalau ada pun itu aneh tahu. " tegur Sella.


Juan hanya mampu menahan amarah.


"Kalian ini bicara apa? Sudah jangan di bicarakan lagi. " ucap Kenzo.


"Juan kamu istirahat saja di kamar. " perintah Kenzo.


"Aku tidak asal bicara, karena aku mendengarnya sendiri. " ucap Bara tersenyum sinis.


Juan seketika berdiri dan menatap Bara dengan tajam.


"Iya, Juan hamil. Iya Juan bisa mempunyai anak. Iya Juan mempunyai kantung rahim. Apa itu salah? Apa itu menjijikan di hadapan kalian semua? " jawab Juan penuh amarah.


"Juan tahan emosi kamu itu tidak baik buat kamu dan anak itu. " tegur Kenzo.


"Maaf Yah, tapi di mata mereka Juan manusia yang aneh. " sahut Juan lirih.


"Sudah. Lebih baik kamu istirahat saja. " ucap Kenzo.


"Dan kalian juga. Dengar baik baik, bukan hanya Juan yang diberi kelebihan seperti ini. Karena saya, Ayah kalian juga diberi kelebihan yang sama. Jangan pernah memandang orang dari luarnya, apa ini sikap kalian terhadap saudara kalian. " tegur Kenzo.


"Dan kamu Bara. Saya tahu kamu marah karena Juan mencintai orang lain dan bukan kamu, tapi tidak seperti ini juga caranya. Pikirkan baik baik kesalahan kalian ini. " lanjut Kenzo dan kemudian membawa Juan kembali ke kamarnya untuk menenangkan dirinya.


Tak lama kemudian Sella mengetuk pintu kamar Juan.


"Masuk." ucap Juan.


Sella membuka pintu, bukan hanya Sella yang datang tapi Viona, Bella dan juga Ella ikut datang menghampiri Juan.


"Bang, maafin Sella. Sella tidak tahu kalau Kak Bara tidak bercanda. Sella kira Kak Bara hanya bercanda. " jelas Sella.


"Iya Bang. Maafin Viona juga. " ucap Viona.


"Bella juga Bang. Bella minta maaf. " sahut Bella.


"Ella juga Bang. " ucap Ella menyesal.


"Haaa.. Sudah lah. Abang juga salah tidak jujur tentang abang. " jawab Juan sambil membenarkan duduknya.


Mereka semua segera menghampiri Juan dan duduk mengelilingi Juan di ranjang nya.


"Tapi Bang. Beneran Abang sedang hamil? " tanya Sella penuh dengan penasaran.


"Iya, di perut abang ada sebuah kehidupan. " jawab Juan sambil tersenyum senang.


"Tapi aku tidak suka dengan kehadiran anak itu. " ucap Bara yang tiba tiba muncul.


"Apa hak kamu melarang aku punya baby? " tanya Juan kembali emosi.


Viona segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Bara. Dan tiba tiba saja.


Plakk...


Tamparan keras mendarat di pipi Bara. Tentu saja pelakunya adalah Viona.


"Aku tahu kamu cemburu karena tidak bisa mendapatkan hati Kak Juan, tapi tidak seharusnya kamu menghina Kak Juan seperti itu. " ucap Viona marah.


"Kau...... " tunjuk Bara penuh emosi.


"Siapa yang meminta kalian ribut disini. " hardik seseorang dari belakang.


Semua melihat asal suara dan benar saja Louis sudah berdiri dan menatap tajam kearah semua nya.


"Keluar semua dari kamar saya. " perintahnya.


Semua pun pergi meninggalkan Juan kecuali Bara.


"Kenapa Anda masih disini, pergi dan tinggalkan kami berdua. " tegur Louis.


"Aku tak akan meninggalkan kamu Juan." ucap Bara.


"Dan kamu jika terjadi apa apa dengan Juan, aku akan menghajar mu. " tegur Bara.


"Juan lebih aman berada di sisi saya dari pada berada di sisi Anda. Dan jangan pernah dekati kekasih saya. " ancam Louis.


Bara pun pergi berlalu dari hadapan mereka berdua. Louis segera menghampiri Juan dan memeluk nya erat. Juan kembali menangis.


"Apa salah Juan, Louis. Apa salah Juan. " ucapnya lirih


"Tidak ada yang salah. Anda tidak salah apa apa, tenang lah. Kasihan baby dalam perut Anda. " hibur Louis sambil mengusap perut Juan.