
Tak lama kemudian sampailah mereka di kamar dengan pintu yang cukup elegan. Tentu saja dua orang penjaga menjaga pintu masuk itu. Mereka heran melihat tuannya membawa seorang pria cantik dan begitu memikat. Wajah mereka pun bersemu merah saat melihat Juan.
"Kalian, bereskan manusia hina yang menempel seperti cicak itu. " perintah Aiden.
Seketika itu kedua penjaga tersebut tersentak kaget.
"Baik Tuan. " jawab mereka serentak setelah tersadar.
Aiden menatap tajam ke arah keduanya.
"Aiden kamar siapa ini.?? " tanya Juan mengalihkan perhatian Aiden.
"Kamar saya. " ucap Aiden pendek dan segera membuka pintu dan masuk kedalam.
Juan mengikuti dari belakang.
Juan terkejut ternyata di dalam sudah ada 3 gadis cantik yang mengigil ketakutan. Aiden tersenyum puas melihat keduanya.
"Cantik dan sangat segar. " ucap Aiden puas.
"Juan 2 gadis itu mangsa Anda. " jelas Aiden.
"Apa maksud mu. Aku tidak akan pernah mau membunuh manusia tidak bersalah lagi. Apalagi perempuan. " ucap Juan tak suka.
"Ohh.. Jadi Anda tidak lapar atau haus ya. " ucap Aiden menggoda.
Ditariknya seorang gadis yang duduk ketakutan. Sedangkan 2 lagi makin pucat karena takut.
"Jangan saya mohon lepaskan saya. " rintih gadis itu.
"Shuuttt diam. " ucap Aiden dingin.
Di cengkramnya kepala gadis itu hingga miring.
"Ahkk...lepaskan " rintihnya.
Aiden memanjangkan kukunya, dan menggores pelan leher gadis itu.
"Ahkk... Sakit. " rintihnya lagi.
"Lihat darahnya nikmat sekali Juan. " ucap Aiden menggoda.
Juan dan Lucifer yang sedari kemarin merasakan haus dan kelaparan mulai tergoda dengan bau darah yang mengalir dari leher gadis itu. Dihampiri nya gadis yang ada di pelukan Aiden. Dan dihirupnya kuat kuat aroma darah yang keluar dari luka itu.
"Kau benar Aiden, ini sangat enak. " ucap Juan setengah sadar.
"Tidak, tidak lagi Aiden" ucap Juan saat kembali sadar.
"Saya memberi perintah untuk Anda" ucap Aiden sambil mendorong gadis itu kepelukan Juan.
Juan segera memeluk nya dan menelan ludahnya sendiri.
"Juan entah kenapa ini sangat nikmat. Aku mendengar detak jantung nya menjadi sangat lapar Juan. " ucap Lucifer mulai sedikit lepas kendali.
"Lucifer, biarkan Juan menikmati darah segar dulu, baru Anda menikmati jantung nya. " perintah Aiden.
Sambil mendekati Juan.
"Juan besok adalah tgl 15. Sesuai kesepakatan besok Anda harus menjadi pemuas dahaga saya. " ucap Aiden.
"Jadi nikmat dan rasakan bagaimana menjadi seorang vampir dan juga iblis sekaligus sayang." ucap Aiden.
Juan pun kini semakin sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya. Bukan darah hewan lagi yang bisa memuaskan rasa dahaganya itu melainkan darah manusia lah yang bisa menghentikan rasa haus dan juga laparnya itu.
"Tu...tu...tuan tolong lepaskan saya. " rintih gadis itu lagi.
Juan mulai hilang kendali, dijilatnya darah yang mengalir dari leher gadis itu. Gadis itu hanya mendesis dan merintih menahan perih.
"Enak. " ucap Juan tak sadar.
"Lanjut kan sayang. " ucap Aiden.
Juan pun menggigit kasar leher gadis itu hingga terkoyak dan menghisap darahnya dengan rakus.
"Aaarrggggh... . " teriak gadis itu terkejut sekaligus kesakitan.
Hingga membuat keduanya semakin ketakutan. Juan kembali memperdalam hisapan nya dan menikmati setiap teguk darah yang melewati kerongkongan nya. Rasa haus yang membuat nya menderita sedikit demi sedikit mulai terobati.
Raut wajahnya yang semula pucat sedikit demi sedikit mulai kembali cerah. Gadis itu hanya mampu memekik tertahan, tubuh melemas dan mulai memucat. Sebelum nyawa hilang di badan Juan segera memanjangkan kukunya dan menancapkan kearah dada gadis itu.
Dan.. .
Sleappp..
Dengan pelan namun pasti tangan Juan menembus kearah jantung gadis itu. Gadis itu hanya mampu membusungkan dadanya karena terkejut dan merasakan sakit yang teramat sakit tapi tak mampu berteriak lagi.
Matanya melotot menatap keatas saat Juan menarik dengan paksa jantung gadis itu. Setelah tahu gadis itu mati, Juan melempar mayatnya ke sembarang tempat. Kemudian memakan jantung yang masih berdenyut pelan.
"Enak " ucap Aiden.
"Emmmm, iya enak. " ucap Juan lugu.
Dijilat nya darah yang masih menempel di jari jari dengan penuh kenikmatan, rasa puas walau belum mmbuatnya merasa kenyang.
Kini mata Juan kembali memerah. Dihampiri nya Aiden dan memeluk tubuh Aiden.
"Kenapa?? Hemm." ucap Aiden tersenyum senang dan membalas pelukannya.
"Mau lagi. " ucap Juan memelas.
"Masih lapar.?? " tanya Aiden menggoda.
Juan mengangguk pelan.
Aiden menunjuk kearah seorang gadis yang sudah mulai menggigil ketakutan dan tak berdaya.
"Jangan, saya mohon jangan. " ucap gadis yang meringkuk disisi Aiden.
Juan menatap dan dengan posisi tetap di pelukan Aiden segera diraihnya gadis itu. Di tatapnya Aiden, seakan-akan mengerti segera dirobek nya sedikit leher gadis itu.
"Ahkkk.... Tidakk... To-tolong "rintihnya.
Juan tak lagi memperdulikan rintihan gadis itu. Karena rasa haus dan nikmat yang tak pernah dia rasakan, membuatnya menikmati apa yang ada di hadapannya.
Lagi lagi di renggutnya dengan paksa jantung itu dan di makan hingga lahap.
Setelah usai semuanya, Aiden meminta anak buahnya membereskan kedua mayat itu.