Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Apa yang terjadi dengan Juan??



Keesokan harinya seperti biasa Juan bangun lebih awal dan membantu menyiapkan sarapan buat yang lainnya.


Tapi kali ini berbeda tanpa disadari oleh Juan, setiap kali menatap daging merah tanpa sadar dia memotongnya sedikit dan langsung memakannya mentah mentah.


Awalnya tak ada yang memperhatikan tapi seorang pelayan tanpa sengaja melihat Juan melahap daging mentah dengan nikmatnya. Hanya saja pelayan tersebut tidak berani menegur Juan dan hanya diam terpaku. Disaat Juan hendak memasak daging yang diambilnya tadi dia merasa kebingungan.


"Tuan Juan mencari apa? " tanya pelayan yang lain merasa heran.


"Tadi Juan mengambil sepotong daging buat steak tapi kok sekarang tidak ada ya. " ucap Juan semakin kebingungan.


"Mungkin Tuan Juan lupa tadi. " sela pelayan yang melihat saat Juan memakan daging itu.


"Mungkin juga. " ucap Juan pendek.


"Pffttt... Hahahaha. " tiba tiba Juan tertawa sendiri.


Semua pelayan dan penghuni lainnya sudah terbiasa dengan Juan yang terkadang berbicara sendiri.


"Apa yang kau tertawakan Lucifer. Juan sedang siapkan makanan, jangan ganggu. " ucap Juan kesal.


"Apa kau tidak sadar Juan kemana perginya daging itu. " ucap Lucifer.


"Jangan buat teka teki. Aku lagi kesal nih. " gerutu juan.


"Coba kau berkaca, nanti juga kau akan mengerti. " ucap Lucifer mengejek.


Juan segera bercermin di kaca lemari kecil, walau sedikit buram setidaknya dia akan tahu.


"Astaga..." pekiknya terkejut, ternyata ada sedikit noda merah di ujung bibirnya dan itu adalah darah yang berasal dari daging.


"Juan tidak sadar. Kalian lanjutkan masaknya, Juan mau mandi dulu. " perintah nya yang kemudian segera berlalu pergi dan masuk kedalam kamarnya.


"Cifer, apa yang sebenarnya terjadi. Juan tak sadar sudah makan daging mentah itu. Tapi kenapa juga masih terasa lapar dan juga haus. " ucap Juan sambil membersihkan badannya.


"Kamu benar, rasa lapar ini sangat menyiksa. Ayo kita berburu saja. " pintah Lucifer.


"Tidak sekarang. Tapi nanti. Nanti malam ayo kita berburu. " ucap Juan.


Sesampainya di ruang makan di lihatnya Aiden sudah duduk manis di sebelah kursinya. Di tatap nya tajam Aiden. Ada rasa amarah tak tertahankan dalam diri Juan, tapi dia hanya mampu menahannya.


Yah Juan hanya mampu menahannya tanpa bisa berbuat apa apa. Merasa ada yang mengawasi Aiden menatap kearah Juan dan tersenyum seperti tak terjadi apa apa. Juan segera menghampiri dan duduk di kursinya.


Di tatap nya menu paginya, entah kenapa selera makannya menjadi hilang. Juan hanya meminum segelas kopi yang sudah di persiapkan untuk nya.


"Bang kenapa tidak dimakan? " tanya Kemal.


"Abang sudah kenyang. Tadi di dapur masak sambil cicip sana cicip sini. Jadi sekarang kenyang. " jawab Juan sekenanya.


"Tapi bang, setidaknya makan sedikit lagi. " pintah Kyera.


"Baiklah." ucap Juan mengalah.


Dimakannya sedikit menu sarapannya. Tapi Juan sedikit terkejut dan merasa aneh. Dicicipinya lagi tapi masih sama.


"Kenapa Juan.? " tanya Aiden tersenyum penuh misteri.


"Bukan kah itu masakan mu sendiri. " ucapnya sedikit mengejek.


"Diam kau. " sahut Juan dingin.


"Abang sudah kenyang. " Juan pun berlalu dari meja makan dan naik ke atas.


"Aneh, kamu juga merasakannya kan Cifer. ? " tanya Juan.


"Ya. Rasanya hambar. Dan rasa lapar serta haus ini sangat menyiksa Juan. " jawab Lucifer tak suka.


"Kau benar. " jawab Juan.


"Tapi tahan lah sebentar. Juan masih banyak pekerjaan di perusahaan. Lepas dari sana kita langsung pergi berburu dengan yang lainnya. " ucap Juan.


Selesai berganti pakaian formal, Juan segera berangkat tanpa menunggu Aiden. Saat berpapasan dengan Aiden di jam kerja pun sebisa mungkin Juan sedikit menghindari nya.


"Mau sampai kapan Anda akan menghindar Juan. Kita lihat seberapa kuatnya Anda menahan rasa itu. " ucap Aiden menatap Juan.