
Melihat pergerakan Juan yang lambat membuat Aiden semakin gemas dan tak sabar. Dengan pelan disentuh nya segel Juan yang pernah dia berikan. Seketika itu tatapan mata Juan mulai berubah liar, rasa haus tiba-tiba datang tanpa diundang, rasa lapar dan haus mulai menyekik lehernya. Melihat itu Aiden tertawa senang.
"Nikmati sayang, nikmati hidangan yang saya berikan dengan sepuas Anda. " bisik Aiden yang kemudian berjalan menjauhi Juan, agar Juan lebih leluasa menikmati korban yang sengaja disiapkan untuk nya.
Tanpa pikir panjang segera Juan mencengkram kepala gadis itu dan menggigit kuat leher yang sudah terkoyak, di hisapnya kuat darah itu.
Tentu saja membuat gadis itu berteriak nyaring karena kesakitan.
Dasar Juan sangat menyukai suara histeris korban yang di siksanya, bukannya membuat Juan merasa iba tetapi malah membuat Juan semakin kesetanan. Tak hanya leher yang kanan yang menjadi sasaran Juan.
Segera Juan memanjangkan kukunya dan mulai mengoyak leher sebelah kirinya dan kembali gadis itu memekik kesakitan. Tak hanya leher Juan mulai memutar tubuh gadis itu dan mengigit di tempat lainnya.
Mendengar suara teriakan dan aroma darah yang kian nyengat Lucifer yang awalnya diam mulai ikut terpancing. Satu tangan Juan mencengkeram erat rambut gadis itu dan mulut Juan masih sibuk dengan menghisap darah sembari mendengar suara serak pekikan kesakitan, tanpa disadari oleh Juan satu tangan Juan yang lainnya mulai di kuasai oleh Lucifer.
Lucifer memanjangkan kukunya dan tampak kuku yang hitam pekat dan runcing mengarah ke arah dada kiri gadis itu dan.....
Sleppp....
Ditancapkan nya kuku itu didada gadis itu hingga menembus kearah jantungnya. Karena merasa tak siap akan rasa sakit yang teramat sakit seketika gadis itu memekik keras dan membusungkan dadanya karena sebuah sentakan yang hebat.
Lucifer kembali menggerakkan tangannya dan mencabut dengan kasar jantung itu. Gadis itupun melototkan matanya dan tersentak hebat. Yang akhirnya lemas dan terkapar tak bernyawa.
Melihat korbannya sudah tak bernyawa lagi Juan menghentikan aktivitas. Dilihatnya tangan kanannya menggenggam jantung segar dan masih sedikit berdenyut, kembali Juan menyeringai bak iblis yang haus akan darah.
"Ayo Juan lahap jantung itu, aku lapar pasti rasanya sangat nikmat. " pintah Lucifer.
Mendengar ucapan Lucifer, Aiden tersenyum penuh kemenangan. Juan pun melahap habis jantung itu dan menjilat nikmat sisa sisa darah yang ada ditangannya. Dirasa sudah cukup puas tiba tiba Aiden bertepuk tangan cukup keras, hingga membuat Juan tersadar.
"Kauuu.....Aidennnnn...... " teriak Juan murka.
Dan menghampiri Aiden dan mencengkram erat baju Aiden.
"Apa yang kau lakukan pada ku. Apa yang kau lakukan. Hahhh.... " bentak Juan penuh amarah.
Aiden hanya tersenyum melihat amarah Juan.
"Tapi Anda sangat menikmati nya tadi bukan. " ucap Aiden tersenyum.
Seketika Juan terdiam. Karena apa yang di katakan Aiden benar adanya, dia menikmati setiap tetes darah yang masuk ke tenggorokannya, menikmati kenyalnya rasa jantung yang Ia kunyah. Dan menikmati aroma serta suara teriakan gadis itu. Tapi disisi lain dia merasa iba dan juga marah.
"Kau membuat ku benar-benar menjadi seorang monster Aiden, kau membuat ku benar benar menjadi seorang iblis. " ucap Juan teriak Juan tak terima.
"Dasar brengsek kau, bajingan kau Aiden. " teriak Juan murka.
Tanpa berpikir panjang Juan segera pergi dari lorong itu dan meninggalkan Aiden sendiri.
"Ck... Dasar lemah." ucap Aiden meremehkan.
Juan berlalu begitu saja melewati para pelayan dan anak buah Aiden. Setelah keluar dari kastil Aiden.
"Lucifer kita pulang. " ucapan Juan penuh amarah.
"Jangan banyak tanya. Ayo kita pulang. " pintah Juan menahan emosi.
Sejenak Juan memejamkan mata, dalam sekejap sayap hitam Juan mengembang sempurna. Tampak jelas perbedaan yang terjadi pada Juan. Sayapnya semakin hitam pekat dan kokoh. Semakin pekat warnanya menunjukkan bahwa kekuatan Juan semakin besar. Ditatapnya sayapnya sendiri.
"Lucifer apa kau juga merasakan nya.? " tanya Juan.
"Ya. Aku merasa kekuatan sedikit bertambah sejak makan itu. " jawab Lucifer bangga.
"Jangan di bahas lagi. Dan jangan berharap lagi. " ucap Juan dengan tegas.
Di gerakannya sayap itu dalam sekejap Juan pun melesat naik keatas dan menghilang di kegelapan malam. Tak butuh waktu lama bagi Juan untuk sampai ke kastil Charles.
Bukannya turun di depan pintu utama. Juan lebih memilih turun di lantai atas, lebih tepatnya turun di balkon lantai atas.
Setelah sayap nya menghilang segera Juan masuk kedalam dan menuju kamarnya. Didalam kamar segera di lepasnya semua bajunya tanpa terkecuali. Segera dilemparkannya baju itu ke sembarangan tempat. Diraihnya telpon rumah di meja bacanya. Telpon yang menghubungkan di setiap titik dimana pelayan dapat dengan cepat mengangkat dan siap menerima perintah.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, seorang pelayan mengangkat telponnya.
"Halo " sapa pelayan itu.
"Kamu cepat kekamar ku, ambil baju yang berserakan di lantai dan buang. Ingat jangan di cuci tapi buang semuanya. " perintah Juan dengan nada dingin.
"Baik Tuan Juan, akan saya kerjakan. " sahut pelayan itu.
"Ada apa lagi dengan Tuan Juan. " ucap pelayan itu merasa heran.
Sedangkan Juan sendiri mulai masuk kekamar mandi. Di nyalakan air kran bathtub dengan mode hangat, setelah di rasa cukup segera di matikan dan Juan pun berendam.
Tak lama kemudian seorang pelayan masuk dan mengambil baju Juan yang berserakan itu.
"Pantas Tuan Juan ingin membuangnya, ternyata penuh dengan darah. " ucap pelayan itu lirih dan keluar dari kamar Juan.
"Tapi kapan Tuan Juan sampai dirumah. " guman pelayan itu penasaran.
Didalam kamar mandi Juan merenungi apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
"Juan apa kau menyesal?. " tanya Lucifer.
"Ya, Juan sangat menyesal. Baru kali ini Juan membunuh orang yang tak berdosa, memakan dan meminum darah manusia. Aiden sangat berbahaya Cifer. Dia membuat Juan kehilangan akal sehat Juan. " jawab Juan penuh penyesalan.
"Kini Juan benar benar seorang iblis murni. " ucapnya lirih.
"Apa kau menyesal menjadi iblis yang benar benar sempurna? " tanya Lucifer dengan nada terhina.
"Bukan begitu, tapi setidaknya masih ada sisi manusia di dalam diri Juan. Tapi kini lihatlah. Aku menjadi seorang iblis yang sempurna. " ucapnya sambil memperlihatkan kukunya yang dapat memanjang dengan cepat.
Dan semakin runcing.
Usai membersihkan diri dan melakukan rutinitas malam nya Juan segera berbaring dan mengistirahatkan badannya yang merasa lelah.