Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Dia mulai bangkit



Bara tampak terkejut dan bingung dengan perkataan Charles tapi tak tahu harus berbuat apa. Hampir 1 jam lebih Bara dan Kemal menunggu Leopard, King dan Juga Queen datang. Tak lama kemudian terdengar lolongan anjing serigala, keduanya tampak tersenyum lepas walau tak tahu apa yang terjadi nanti. Segera Kemal keluar kamar Juan dan berteriak dari atas.


"Pelayan buka pintu depan, biarkan peliharaan Bang Juan masuk. " perintah Kemal.


Segera salah satu pelayan membuka pintu dan benar saja tak ternyata di depan sudah ada Leopard, King dan juga Queen. Tapi yang membuat pelayan itu terkejut adalah apa yang di bawah oleh Leopard. Segera pelayan itu memberi jalan tetapi dengan wajah memucat karena takut. Bukan hanya pelayan saja yang terkejut. Sella juga sama, saat melihat leopard naik dan berpapasan dengan nya, Sella teriak kaget dan takut.


Leopard datang dengan membawa sesuatu yang masih segar, darah berceceran di mana mana saat hewan itu melewatinya. Sesampai di depan kamar Juan segera dia menggeram keras, King dan Queen menggonggong keras pula.


Bara membuka pintu kamar Juan, tanpa menunggu lama Leopard langsung berlari masuk dan segera melompat pelan di ranjang Juan.


Apa yang hewan itu bawa segera di letakkan di mulut Juan. Awalnya Bara terkejut dan ingin membuang benda yang di rasa menjijikkan itu, hampir saja dia mual di buatnya. Ya, yang di bawa Leopard adalah sebuah jantung yang masih segar, masih berwarna merah, masih penuh dengan darah. Yang pasti itu adalah jantung hewan. Leopard menggeram kasar seakan akan ingin mengusir Bara keluar dari kamar. Kemal juga sama tak kalah terkejut , dan akhirnya membawa Bara keluar dari kamar Juan.


Setelah Bara dan Kemal keluar. Perlahan namun pasti, Juan mulai sadar saat sebagian kecil darah masuk kedalam mulutnya, perlahan Dia mulai membuka matanya. Juan mulai tersenyum kecil, saat matanya terbuka lebar warna bola matanya berubah menjadi merah pekat, senyumnya menjadi berubah sinis. Diraihnya jantung itu dan di genggam walau tampak tak puas. Aura dingin penuh dengan kesombongan menyebar, aura seorang iblis yang angkuh, sombong dan tanpa perasaan. Yah perlahan namun pasti Dia mulai bangun dari tidurnya dan terduduk.



Rambutnya mulai berubah yang awalnya pendek menjadi panjang, kukunya tangannya memanjang dan berwarna hitam. Tampak sayap hitam yang mulai muncul secara perlahan.


Diamatinya jantung yang masih segar itu. Di ciumnya pelan jantung itu.


"Hmmmm jantung yang segar. Tapi sayang bukan jantung manusia. Tapi lumayan enak juga. " ucapnya sendiri.


"Kalian peliharaan yang sangat penurut. " ucapnya dan tersenyum sinis.


"Kemarilah " perintahnya.


Dan kemudian Demon memakan jantung itu. Dengan perlahan luka luka biasa mulai sembuh kecuali bekas tancapan belati yang masih mengangah dan tak ada perubahan.


Ketiga hewan itu menghampiri nya, Leopard ada di atasnya sedangkan King dan Queen ada di sebelahnya.



(Anggap aja seperti itu)


"Juan benar-benar bodoh. Mau saja dia di siksa oleh manusia itu. Lihat hasilnya, lukanya ada dimana mana dan aku juga kena imbasnya. " keluh Demon penuh emosi.


Diraba pelan lukanya yang ada di tangan serta pahanya.


"Panas. Dasar sial, bajingan, keparat. Dari mana dia tahu kelemahan ku. Tubuh Juan juga mulai lemah gara gara cinta. " umpat nya kesal.