
Sesampainya di rumah sang nenek, Juan kembali merasa tegang. Diraih tangan nya dan dipegangnya erat. Di depan pintu Jhony sudah menunggu sambil tersenyum lebar.
"Nyonya Tua Besar sudah menunggu Tuan Muda dan Nona. Di ruang tamu. " ucapnya sembari mempersilahkan Louis dan juga Juan masuk kedalam.
Sesampainya di dalam rumah sudah duduk seorang pria manis dan anggun. Walau sudah berumur tetapi garis kecantikannya tak luntur.
"Duduk." perintahnya.
Tanpa menunggu perintah yang kedua kalinya Louis dan Juan duduk.
"Louis, inikah calon yang ingin Anda perkenalkan pada Nenek. " ucap Ellworth.
"Iya Nek, ini lah kekasih ku. " jawab Louis.
"Manis juga. Siapa nama kamu? " tanya Ellworth.
"Namanya..... " belum juga Louis melanjutkan sudah di potong oleh Ellworth.
"Nenek tidak bertanya pada anda Louis. " potong Ellworth.
Seketika itu Louis terdiam.
Juan hanya mampu tersenyum manis untuk menutupi rasa gugupnya itu.
"Sekarang Anda bisa menjawabnya. " lanjut Ellworth.
"Nama saya Yohannes Juan Christopher. Anda bisa memanggil saya Juan. " jawab Juan sedikit gugup.
"Anda tidak perlu gugup seperti itu tenanglah. Berapa lama Anda berpacaran dengan Louis? Dan apa Anda sudah tahu kalau Louis sudah mempunyai seorang anak? " tanya Ellworth.
"Kami berpacaran kurang lebih sudah 1 tahun, dan ya saya tahu kalau Louis sudah memiliki seorang putri. Hanya saja saya belum pernah bertemu. " jawab Juan mulai sedikit tenang sambil memeluk tangan Louis.
Louis menyambut pelukan tangan itu dengan memegang tangan nya.
"Panggil saya Nenek juga. Anda bukan pacar sewaan yang sering di sewa oleh Louis untuk menipu saya bukan? " ucap Ellworth sedikit curiga.
"Tidak Nenek, saya mencintai Louis seperti apa adanya dirinya. Dan saya benar-benar mencintai Louis. " jawab Juan tegas.
"Louis apa dia seorang omega, saya ingin Anda mempunyai keturunan. ? " tanya Ellworth.
"Iya Nek. Juan seorang omega yang mempunyai kantung rahim yang cukup kuat. Dia bisa hamil. " jawab Louis sambil menatap Juan.
Seketika itu Juan terkejut, karena hanya Charles dan Kenzo saja yang tahu bahwa dia mempunyai rahim yang cukup kuat. Sedangkan yang lain tidak ada yang mengetahui rahasianya.
"Baiklah sudah waktunya makan malam. Juan sini sama Nenek. " ajak Ellworth.
Juan menatap Louis. Louis mengangguk pelan, Juan menghampiri Ellworth dan kemudian memeluk tangannya lembut.
"Anak manis. " ucap Ellworth sambil tersenyum penuh arti.
"Jhon, siapkan kamar untuk mereka. Mereka berdua akan tidur disini malam ini. " perintah Ellworth.
"Tapi Nek kami tidak ada acara untuk menginap disini. Dan juga kami tidak membawa baju. " tolak Louis.
"Semua sudah Nenek atur. Tidak ada penolakan sama sekali. " ucap Ellworth.
Louis hanya mampu menghela napas panjang tanpa mampu berkata apa apa.
Usai makan bersama mereka berdua pun segera menempati kamar yang sudah disiapkan.
"Nona, Nyonya tua besar sudah menyiapkan hadiah untuk anda. Semoga hadiahnya bermanfaat untuk Anda. " ucap Jhony yang kemudian meninggalkan mereka berdua.
Juan menatap sebuah kotak yang berada di atas ranjang.
"Sudah buka saja dan lihat apa yang diberikan Nenek untuk Anda. " ucap Louis sambil mengambil piyama di lemari dan pergi kekamar mandi untuk berganti pakaian.
Dengan pelan Juan membuka dan melihat isi kotak. Merona sudah muka dan telinga Juan melihat isinya.
"Apa isi kotaknya? " tanya Louis yang tiba tiba ada di belakang Juan.
Segera Juan menutup lagi kotaknya karena terkejut.
"Eh....Emm... Itu... Isinya baju tidur. " ucap Juan terkejut bercampur bingung.
"Ya sudah pakai saja. " ucapnya sambil menghampiri.
"Sedikit mendesah lah kalau bisa. " lanjut nya.
"Emm... Iyaaaahhh... " desis Juan tak tahan.
Louis menatap terkejut, dan melihat rona merah di telinga Juan.
"Imutnya." bisik Louis kembali.
Juan terkejut dan menoleh sehingga tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan. Louis yang mulai sadar sedikit menjauh.
"Maaf." ucap Louis.
"Emmm. Juan ganti baju dulu. " ucap Juan pendek dan membawa kotak ke kamar mandi.
Didalam kamar mandi Juan tampak bingung.
"Harus kah Juan pake ini. " ucapnya bingung sambil mengeluarkan baju dari dalam kotaknya. Di lepasnya semua aksesoris yang ada di jas dan melepas semua bajunya meninggalkan anting, cincin dan juga kalung yang senantiasa berada di lehernya itu.
"Haaaiss Nenek ada ada saja. Masa iya Juan harus pakai ini. " guman Juan sendiri.
"Juan, apa Anda baik baik saja. " panggilan Louis dari luar.
"Iya, Juan baik baik saja. Emm...sebentar lagi Juan keluar. " sahut Juan.
Segera Juan memakai baju yang diberikan oleh Nenek. Di buka pelan pintu kamar mandi, dan hanya menunjukkan kepalanya saja.
"Louis, harus kah Juan memakai ini. " ucap nya ragu ragu.
"Apa maksud Anda? " tanya Louis bingung.
"Itu baju yang diberikan oleh Nenek. Tak ada kah baju lain di lemari. " jawab Juan.
"Tidak ada lagi, seperti nya Nenek sengaja hanya mengisi 1 piyama saja buat saya. Sudah cepatlah kemarin ini sudah larut malam. " ucap Louis yang tidak paham akan kondisi Juan.
Dengan pelan Juan keluar dari kamar mandi. Juan keluar dengan memakai baju tidur yang sangat tipis dan transparan, sehingga setiap lekuk tubuh Juan yang selama ini ditutupnya rapat rapat tampak jelas. Baju tidur berwarna merah tipis dan berenda di beberapa tempat membuat tubuh Juan yang putih tampak pas dan menggoda mata para alpha, di tambah lagi Juan yang saat ini ada di masa Heat membuat Juan semakin mempesona bagi alpha yang melihatnya. Sehingga pesona seorang omega semakin terlihat apa lagi Juan yg notabene nya seorang iblis yang mempunyai aura pemikat entah apalagi akan dihadapi manusia biasa jika dia berhadapan dengan sosok Juan saat ini. Seketika itu Louis paham maksud nya, tak hanya Juan yang semakin merona merah karena malu. Louis pun mulai sedikit terpancing dengan apa yang di pakai oleh Juan.
"Juan pakai kemeja saja. " ucap nya lirih.
"Tidak, lebih baik pakai itu. Anda terlihat sangat cantik dan imut dengan baju itu. " ucap Louis sembari mendekati Juan.
Dirabanya lengan Juan dengan lembut, kemudian beralih ke pipi Juan. Juan hanya mampu memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Louis, sejenak Juan terlena dengan setiap sentuhan yang di berikan oleh Louis.
"Ada Jhony di balik pintu. " bisik Louis saat mendekati pipi Juan.
Seketika itu Juan tersadar kalau semua hanya sandiwara belakang, Juan mengangguk paham dan tersenyum kecut.
"Sadar Juan semua hanya sandiwara." ucap Juan dalam hati.
Tak lama kemudian terdengar langkah menjauh. Louis bernafas lega.
"Ayo kita tidur, ini sudah larut malam. " ajak Louis dan menggandeng tangan Juan menuntun Juan keatas ranjang.
"Haaa... seandainya ini bukan sandiwara, ingin rasanya saya melahap habis Anda. Kenapa Anda tampak mempesona hari ini Juan. " ucap Louis dalam hati dan menatap lekat wajah Juan.
Juan menganggukkan kepalanya dan bersama naik ke atas ranjang. Dalam sekejap Louis yang tampak kelelahan sudah terbuai dalam mimpi. Tapi tidak dengan Juan, karena dia sedikit merasa gelisah.
"Ada apa ini, kenapa aku gelisah sekali. " ucapnya lirih.
Dan kemudian berusaha untuk memejamkan mata, tapi tak kunjung tertidur.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk.
Tok tok tok
"Ya sebentar. " ucap Juan yang kemudian turun dan membuka pintu nya.
Saat melihat Juan hanya memakai baju tidur saja, segera Jhony memalingkan muka.
"Ah maaf. " Juan sedikit terkejut dan bersembunyi di balik pintu.
"Tidak apa apa Nona. Ini saya bawakan susu, saya rasa Nona Juan tidak akan bisa tidur nyenyak karena perubahan suasana. " jelas Jhony.
"Iya kamu benar Jhony. Juan merasa gelisah. " jawab Juan sembari menerima segelas susu.
Tanpa merasa curiga Juan meminum habis susu tersebut dan mengembalikan gelas kosong kepada Jhony, kemudian kembali ke ranjang.