
Aiden menikmati dan mengikuti setiap ******* yang di berikan oleh Juan dan kemudian melepaskan tautan nya. Juan menatap tak suka.
"Mau lagi?? " tanya Aiden lirih.
Juan mengangguk pelan. Aiden tersenyum tipis.
Diraihnya gelas dan di minumnya sisa darah yang ada kembali Aiden mencium dan memberikan darah itu ke mulut Juan dan melepaskannya pelan. Sedikit demi sedikit rona muka Juan kembali segar. Aiden tersenyum senang karena dia sendiri belum puas menikmati darah Juan.
Juan pun terkulai lemas dan tertidur dalam pelukan Aiden. Keduanya terlelap dalam buain mimpi.
Waktu berlalu begitu saja. Juan mulai luluh di hadapan Aiden, sifat Juan pun kembali seperti semula hangat, periang dan penuh canda tawa. Semua merasa senang.
Charles kembali tenang, karena semua sudah kembali di bawah kendali. Juan tak lagi bersifat arogan dan liar. Kehamilan Kenzo pun membawa kegembiraan sendiri.
Apa Juan tak merasa haus??
Tetap Juan tetaplah haus akan darah. Hanya saja Aiden memberikan apa yang dibutuhkan Juan dan dinikmati berdua.
Bara??
Bara sedikit demi sedikit mulai melepaskan sosok Juan. Bara sadar Juan tidak akan mungkin bisa Dia gapai.
Semua mulai berubah seiring dengan berjalannya waktu. Viona semakin intim dengan Sella, baik Charles maupun Kenzo tak pernah melarang hubungan mereka.
Karena itu pilihan mereka. Bukan hanya Viona dan Sella. Beberapa anak lain pun mulai mempunyai pasangan masing masing. Ada yang mulai serius, ada yang baru berpacaran.
Waktu demi waktu terus bergulir. Sedikit demi sedikit baik Aiden maupun Juan mulai terlibat sebuah perasaan cinta. Aiden mulai merasakan ada yang berbeda dengannya.
Hubungan keduanya mulai tumbuh rasa sayang, rasa cinta. Berulang kali Charles mengingatkan Aiden untuk tidak terlibat cinta dengan Juan, cukup hanya sebagai pengendali atau mengontrol Juan.
Tapi waktu berkata lain. Aiden mulai mencintai Juan, begitu sebaliknya Juan pun mulai mencintai Aiden.
"Juan." ucap Lucifer diantara kesibukan Juan di kantor.
"Ya, ada apa. " jawab Juan tanpa lepas dari layar laptop.
"Ini sudah cukup lama. Tidak kah kau ingin balas dendam akan kematian King. " ucap Lucifer.
Seketika itu Juan terdiam, terteguk sejenak. Juan melupakan sesuatu yang terpenting. Kematian King, sebuah janji yang pernah di ucapkan oleh Aiden. Dan sejak saat itu tak ada sedikit pun pembicaraan atau info yang diberikan oleh Aiden tentang siapa yang tega membunuh King.
"Kau benar!! Kenapa Juan bisa lupa soal King. “ ucap Juan menghentikan aktivitas nya.
"Kenapa kau baru mengingatkan Juan. " ucap Juan menyandarkan punggung nya ke kursi.
"Kau terlalu asyik dengan pacar baru mu. Kau terlalu nikmat dengan kepuasan mu. " sahut Lucifer.
"Kau benar, kalau dia manusia biasa kita akan mudah menemukannya. Tapi ini bahkan auranya saja kita tak bisa melacak nya. Siapa Dia sebenarnya? " ucap Lucifer.
"Lebih baik Juan langsung tanya ke Aiden saja." ucap Juan dan langsung beranjak dari ruangan nya.
Dan pergi keruangan Aiden. Dilihat nya Aiden yang sedang berbincang serius dengan sekretaris nya, tanpa meminta ijin Juan langsung masuk kedalam.
"Juan,ada apa kemarin? " tanya Aiden saat melihat Juan mendekati mejanya.
Melihat kedatangan Juan, sekretaris itu segera undur diri. Juan sendiri duduk di kursi depan meja Aiden.
"Aiden. Bagaimana mana perkembangan tentang pembunuh King? " tanya Juan.
Aiden terdiam seketika. Aiden lupa akan janji nya itu.
"Ini sudah cukup lama Aiden. Masih belum ada kabar tentang itu kah? " tanya Juan lagi.
Aiden masih terdiam.
"Juan sini. " ucapnya mendorong pelan kursinya dan menepuk paha nya pelan.
Juan bangkit dari kursi nya dan berjalan mendekati Aiden. Kemudian duduk dan bergelayut manja di leher Aiden.
"Kalau Anda sudah tahu siapa pelakunya, apa yang akan Anda lakukan? " tanya Aiden mengecup lembut lehernya.
"Aku akan membunuhnya. Tentu saja dengan pelan pelan. " jawab Juan lirih dan menikmati sentuhan yang di berikan oleh Aiden.
"Harus kah itu? " tanya Aiden lagi.
"Iya. Karena dia telah membunuh salah satu keluarga ku. Mati terlalu cepat itu hukuman yang ringan untuk nya. " jelas Juan.
Sejenak Aiden terdiam. Diam nya Aiden sedikit membuat Lucifer menaruh curiga.
Tapi Lucifer enggan untuk mengungkapkannya kepada Juan.
"Belum, belum ada kepastian. Untuk petunjuk masih sedikit dan itu masih ragu ragu. " ucap Aiden berbohong.
Juan hanya mampu menunduk lesu.
Diam diam Lucifer mulai mengamati setiap gerak gerik Aiden. Di kecupnya pelan bibir ranum Juan hingga membuat Juan teralihkan.
~"Sebuah pengalihan yang pintar. "~ ucap Lucifer dalam hati.