
"Ohhh rupanya Anda bisa muncul juga di saat Juan sedang lemah. " ucap seseorang tiba tiba.
"Kau...... Apa mau kamu. Haaaa... " bentak Demon.
"Ooo.... Anda mulai berani ya. " ucapnya yang ternyata adalah Charles.
Dengan menatap penuh dengan intimidasi, Demon sedikit tersentah. Kharisma dan aura yang dikeluarkan oleh Charles lebih mendominasi, sehingga membuat Demon menciut.
"Suruh peliharaan Anda keluar dari kamar ini, kalau Anda masih sayang dengan peliharaan Anda. " perintah Charles dingin dan tegas.
Seketika itu Demon segera memerintah ketiganya keluar. Setelah ketiganya keluar Charles mendekati Demon yang mengambil alih tubuh Juan secara utuh. Charles merogoh saku jasnya dan di keluarkan nya kotak berwarna hitam. Di lempar kotak itu kepada Demon.
"Pakai itu. " perintah Charles tegas.
Segera Demon membuka kotak itu, seketika dia langsung membuang kotak itu ke lantai.
"Bajingan, keparat. Apa yang kamu inginkan? " umpat Demon setelah melihat benda di dalamnya yang berupa kalung ber liontin batu biru berbentuk mata.
"Pengawal, kalian bertiga masuk. " teriak Charles.
Ternyata ada beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu, dan ketiga pengawal yang di minta segera masuk kedalam. Betapa terkejutnya mereka melihat sosok lain yang berada di atas ranjang Juan.
Bukan karena takut, karena mereka juga adalah para anak buah Charles yang cukup bengis saat menjalankan tugasnya di dunia mafia. Hanya saja mereka tak habis fikir siapa sebenarnya Juan. Apa yang dia sembunyikan. Dan siapa pula sosok yang ada di kamar Juan.
"Kalian berdua, pegang dia. Dan kamu pakaikan benda yang ada di kotak itu. " perintah Charles.
Walau pun saat ini kondisi Demon terbilang lemah tapi Demon tetaplah Demon. Iblis tetap lah Iblis. Disaat pengawal ingin mendekatinya, hanya dengan gerakan tangan tercipta angin ribut yang tak tahu berasal dari mana menghempaskan ketiganya.
"Saya benar benar tidak ada waktu untuk meladeni Anda. " Charles mulai kehabisan kesabaran.
Dengan pasti aura membunuhnya menyebar bak angin dingin yang membekukan.
Tak jauh beda dengan Kenzo. Dia yang sudah lama bersama dengan Charles hapal betul dengan aura Charles segera berlari ke atas dan mendatangi asal aura itu. Felix juga merasakannya dan meminta Wilmer untuk membantunya keluar kamar, dan mendatangi kamar Juan.
Sesampainya di kamar Juan dan melihat semua diam bak patung membuat Kenzo dan juga Felix bingung sekaligus khawatir.
Kenzo menepuk pundak Bara pelan.
"Apa yang terjadi Bara.? " tanya Kenzo pelan.
"Eh... Ayah itu. Di kamar itu. .. " ucap Bara terkejut, gugup sekaligus bingung.
"Pelan pelan. Apa yang terjadi? " tanya Kenzo lagi.
"Papa ada didalam. Saya juga tidak tahu apa yang terjadi Yah. " ucap Bara pelan.
"Apa yang terjadi di dalam? Kenapa Charles menjadi semarah ini? " tanya Kenzo mulai semakin khawatir.
(Di dalam kamar Juan)
"Anda memakainya sendiri atau saya akan membuat kepala Anda lepas dari badan Anda. " ancam Charles dengan aura mengintimidasi.
"Kamu kira aku akan takut dengan ancaman Anda. " ucap nya tak mau kalah.
"Kamu kira saya yang seorang iblis ini takut dengan ancaman manusia seperti Anda. " ucap Demon semakin geram.
"Walau pun saya manusia, tapi saya lebih kuat dari Anda. " ucap Charles dingin dan mulai mendekati Demon.
Entah Demon tak sadar atau lupa, yang pasti karena sebuah amarah membuat Demon lupa dengan siapa Dia berhadapan, dan lupa seberapa hebatnya Dia didunia bawah. Dia lupa bahwa seorang Charles Arathor Ethelbert sangat di takuti, bukan karena kekuasaannya saja tapi kekejaman dan kesadisannya juga. Disaat Charles mulai mendekat Demon mulai merasakan sesuatu yang aneh, perasaan tak nyaman, ketakutan dan kegelisahan bercampur aduk. Apalagi saat menatap mata Charles yang tajam bak sebilah pisau dengan bola mata yang tiba tiba berwarna kemasan yang menunjukkan betapa tingginya kedudukannya itu.