Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Rasa yang tertahan



Pagi pun mulai menyapa, Juan yang sudah terlalu lama tidur akhirnya bangun juga.


"Aahhh......" lenguhnya pelan sembari merenggangkan badannya yang terasa kaku.


Setelah mulai sadar 100 % , Juan mulai menyapukan pandangan kesegala arah.


"Lucifer, sekarang tanggal berapa? " tanya Juan tiba tiba.


"Tanggal 15." jawab Lucifer ringan.


"15 ya. Kenapa rasanya seperti ada yang gak beres ya. Ada yang kelupaan tapi apa ya? " ucap Juan merasa ragu ragu.


"Bukannya tiap tanggal 15, 20 dan 25 adalah waktunya kamu beri itu vampir darah. " ucap Lucifer mengingatkan.


"Emmmm... Iya. 15,20 dan 25." beo Juan yang masih merasa ada yang terlupakan.


Sejenak Juan terdiam dan berfikir keras. Dan tiba tiba.


"Oh tidak. Kacau ini kacau kenapa Juan gak berfikir terlebih dahulu. Begonya Juan astaga. " pekik Juan tersadar.


"Kenapa Juan? " tanya Lucifer ikut terkejut.


"Begonya Juan, tanggal 15 , 20, dan 25 adalah waktu Juan kasih dia makan. Sedangkan tiap tanggal 15, 20 dan 23 adalah waktu Juan heat. Astaga kok bisa bersamaan di ke dua tanggal yang sama. " lanjut Juan.


Lucifer terteguk dan terdiam tak tahu harus menjawab apa.


"Apa yang Anda khawatirkan Juan.? " tanya Aiden tiba tiba yang ternyata sudah bangun juga.


"Apa Juan membangunkan mu. " jawab Juan balik bertanya.


"Suara teriakan Anda cukup keras, menurut Anda apa saya bisa untuk tidak bangun. " jawab Aiden sembari memeluk pinggang ramping milik Juan.


Dengan sengaja memasukan tangannya kedalam bajunya.


"Aiden tangan kamu tolong di kondisi kan. " ucap Juan menatap tajam.


Aiden hanya diam pura pura tak mendengar. Tangan Aiden mengusap lembut perut Juan. Rasa dingin dari sentuhan tangan Alden memberi kenikmatan tersendiri bagi Juan.


"Sshhttt..... " desis Juan lirih.


Juan pun segera turun dari peraduaanya. Aiden hanya tersenyum manis. Tapi tidak untuk Juan. Masa heat membuatnya merasa tersiksa.


Aiden menyadarinya, karena sejak tadi feromon Juan mulai menguar walau samar samar. Rasa gerah dan tak nyaman mulai menyergap Juan.


Disaat masa heat Juan, Lucifer menjadi sedikit lemah. Dan bahkan tak jarang Lucifer akan tertidur selama masa heat Juan belum berakhir.


"Ughh... Gerah." keluh Juan lirih.


Aiden hanya menatap dengan menopang kepalanya dan berbaring miring.


"Aiden. Dimana kamar mandinya. " ucap Juan tak tahan.


"Buat apa kekamar mandi. Masih terlalu pagi untuk mandi. " jawab Aiden.


"Aahhh.... Juan gerah sekali. " ucap Juan semakin tak tahan.


Raut muka Juan semakin bersemu merah, pupil matanya mulai sedikit berubah. Feromon makin tercium jelas. Aiden hanya tersenyum smirk melihat Juan yang mulai merasa tak nyaman.


"Aiden dimana kamar mandi nya. " kembali Juan bertanya dan kali ini Juan menghampiri Aiden yang masih berbaring manis di peraduannya.


Ditariknya tangan Juan sehingga makin dekat.


"Kenapa anda ingin ke kamar mandi.? " tanya Aiden menggoda.


"Juan ingin berendam. Gerah Aiden. " jawab Juan lirih dan menatap kedua bola mata Aiden.


Sengaja Aiden meletakkan tangan Juan ke dadanya. Sejenak Juan terteguk, tubuh dingin Aiden membuat Juan tersentak. Tubuh Aiden yang dingin membuat Juan merasa nyaman.


Tanpa sadar Juan mulai merangkak naik ke atas ranjang dan berbaring disisi Aiden. Aiden semakin tersenyum senang.


"Kenapa hmmm? Katanya mau mandi ? " bisik Aiden lirih.


"Aiden, gerah. Gak nyaman. " ucap Juan lirih.


Juan semakin kehilangan akal sehatnya, dengan agresif Juan memeluk Aiden mencari rasa nyaman. Aiden diam dan memang sengaja tak melakukan apa apa.


"Aiden kenapa tubuh kamu dingin. " ucap Juan semakin merapatkan tubuhnya.