
Tapi siapa yang menyangka, kalau di tempat itu tinggal sebuah organisasi deathdevil. Organisasi yang mengatasnamakan iblis kematian. Dengan penuh kamuflase. Diluar yang seperti gorong gorong yang kumuh, tetapi didalam terdapat markas yang cukup canggih.
Tak jauh beda dengan markas milik Charles. Cukup lama mereka berjalan, awalnya hanya dinding yang penuh lumut. Lambat laun mulai berbau anyir, ya semakin mendekati tempat yang di tujuh, bau anyir mulai tercium.
Terdapat beberapa sel yang kosong karena sudah jarang sekali Juan membawa sasaran targetnya. Kebanyakan dari mereka akan di bawa ke markas Charles. Juan sedikit keberatan dengan cara kerja anak buah Charles yang sedikit terlalu memakai perasaan. Tapi apa mau dikata, Juan anak baru bagi mereka. Padahal siksaan yang di minta Charles sangatlah kejam.
Sesampainya di sebuah sel, terlihat seorang pria dan wanita dalam kondisi terikat tak berdaya. Dan tentu saja ada beberapa anak buah Juan yang menjaganya. Walaupun mereka tak akan pernah bisa keluar. Tugas mereka bukan hanya menjaga tapi juga menunggu perintah dari bos mereka yaitu Juan.
"Bangun kan mereka, " perintah Juan dingin.
Seketika itu salah satu anak buah Juan menyiram keduanya dengan air.
Sontak keduanya terbangun.
"Bangsat lepaskann kami. Apa salah kami hingga kalian menculik kami.? " umpat pria itu.
Juan segera masuk kedalam.
"Halo Tuan.... " ucap Juan kemudian mengamati siapa sebenarnya yang sudah membuatnya kehilangan kekasihnya itu.
"Wah, wah, wah. Ternyata Tuan Reza yang sudah menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan kekasih ku Felix."
Ucapnya sambil tersenyum smirk.
Terkejutlah pria yang bernama Reza itu.
"Kau, bukan kah kau kekasih nya Felix. Yohannes Juan Christopher. Bajingan beraninya kamu menculik kami. " umpat nya
SLAP (menampar)
Sebuah tamparan terdengar nyaring menampar pipi Reza.
"Pa.... " pekik wanita yang ternyata adalah istri dari Reza.
Juan mencengkram rahangnya.
"Yang kamu tahu saya adalah Juan kekasih Felix. Apa kamu tidak mau tahu siapa identitas saya yang lain. Saya adalah ketua mafia yang ada dibawa papa, tapi tak usah khawatir saya akan menikmati teriakkan histeris dari istri mu ini. " ancam Juan tak main2.
"Apa yang kamu mau, kalau kau butuh uang akan saya berikan. Tapi lepas kan kami. " ucapnya memohon.
"Hahahhaha, uang. Hahahahha uang katamu. " Juan tertawa tanpa ekspresi.
"Apa uang bisa membangunkan kekasihku lagi. " di cengkraman nya erat rahang pria itu.
"Akhhh... " pekiknya.
"Tidak, tolong lepas kan kami, saya minta maaf. Kami minta maaf. " isak tangis istrinya karena ketakutan.
"Ho ho ho, istri cantikmu memohon untuk mu. " dilepas nya cengkraman tangannya.
Juan menghampiri perempuan itu.
"Jangan dekati istriku. " bentaknya.
"Ohh, jangan khawatir. Saya tidak suka perempuan kok, saya hanya penasaran ingin mendengar seberapa cantik dia ketika dia berteriak nanti. " Juan tersenyum penuh misteri.
"Hemmm, cantik. Kamu tahu apa kesalahan suami tercinta mu itu. " ucap Juan sambil membelai lembut pipinya.
"Bagus." Juan tersenyum smirk.
"Tapi kenapa kamu tak mencegahnya bodoh. " Bentak Juan dan mencengkram rahang perempuan itu.
"Aahhkkk." pekiknya.
"Lepaskan dia... " teriak Reza.
Juan hanya tersenyum kecil, dan semakin erat dia mencengkeram rahang nya.
"Bajiangan. Kamu hanya berani menyakiti perempuan saja. " teriaknya lagi.
Dihempaskan nya tubuh perempuan itu, dan menghampiri Reza.
"Saya adalah Juan. Dan saya tak pernah pandang bulu soal menghukum orang. Tak peduli dia itu perempuan atau laki laki. " jawab Juan tersenyum bak iblis.
Dan yah seketika itu pancaran matanya berubah bengis dan tajam. Tak ada yang berani menatap kedua mata itu tak terkecuali Reza. Tatapan itu seakan akan menusuk kedalam jantung nya. Sungguh sangat menakutkan.
"Kalian, ambilkan apa yang saya minta. Karena Juan tak sabar ingin bermain main dan mendengar suara yang nyaring dan cantik yang keluar dari mulut mereka berdua. " perintah Juan dan kemudian berdiri mundur beberapa langkah.
Segera mereka mengambil barang yang diminta Juan.
"Reno cambuk perempuan itu. Aku ingin mendengar lolongan manis nya. " perintah Juan.
Segera Reno mengambil cambuk dan menghampiri perempuan itu.
"Jangan sentuh dia, dasar iblis. " teriak Reza.
Tanpa mendengarkan teriakan Reza. Reno segera mencambuk perempuan itu dengan keras. Cambuk yang terbuat dari besi , mencambuk keras punggung perempuan itu.
"Aahhkkkkk..... " teriaknya nyaring.
"Hentikan." teriak Reza.
Dicambuk nya berulang ulang hingga darah segar menetes dari punggung nya. Teriakan Reza bagaikan music untuk Juan. Dan teriakan dari istri Reza bagaikan nyanyian merdu bagi Juan. Dia tersenyum senang. Senyum iblis nya menghiasi wajahnya yang cantik bak malaikat, tapi tatapannya tajam bak seorang iblis yang sedang haus darah.
"Hentikan." ucap Juan.
"Aduh, lihat punggung istri mu yang cantik itu. Sungguh sangat cantik bukan. " ucap Juan tersenyum senang.
"Kau, apa yang kau mau sebenarnya. Lepaskan istri saya, jika balas dendam lampiaskan ke saya saja jangan istri saya. Saya mohon. " ucap nya memelas.
"Sakit bukan melihat orang yang kita cintai menderita." ucap Juan menghampiri.
"Mengampuni mu. Hahahaha. Jangan harapkan aku melakukannya. " lanjut Juan menatap tajam ke arah Reza.
Reza hanya mampu terdiam.
"Ini lah akibatnya kamu berani menyentuh kekasihku. Lihat lah perempuan disana. " ucap Juan sambil menunjuk seorang gadis yang terikat dan penuh luka yang mengerikan.Hidup segan mati pun tak mau. Napasnya turun naik cukup lemah.
"Kamu tahu apa kesalahan nya. " ucap Juan geram sambil mencengkram rahangnya.
"Dia membuat Felix ku tak percaya padaku. Dia membuat Felix ku meragukan kemampuan ku. Dan kamu membuat aku menderita kehilangan orang yang aku cinta untuk selamanya. So, nikmati lah kepergian orang yang kamu cintai dengan pelan. " dihempas nya dan Juan pun beranjak.