
Waktu berjalan cukup lambat buat Juan, bukan hanya merasa tak nyaman. Ketiga kesayangan Juan pun mulai enggak untuk mendekati Juan karena merasa khawatir. Walau awalnya semua yang dirasa Juan cukup aman tapi semua berubah.
Terdengar dering ponsel cukup nyaring saat Juan dan Louis sedang bercengkrama di dalam kamar.
"Ya, hallo. " 📲 sapa Louis.
"Kak pulang lah. Chessy mencari papanya. " 📲ucap suara di seberang.
"Baiklah tapi tidak sekarang. " 📲 jawab Louis.
"Chessy sakit Kak. Dia lebih membutuhkan Kakak dari pada kekasih kecil Kakak. " 📲 jelasnya.
Louis terkejut dan langsung bangun dari duduknya. Juan menatap tak mengerti.
"Kenapa Anda baru bilang sekarang. " 📲 ucap Louis sambil membentak.
"Tunggu, Saya akan segera pulang. " 📲ucap Louis dan segera menutup ponselnya.
"Louis ada apa? Kenapa kamu begitu bingung? ". Tanya Juan.
"Saya pernah bilang kalau saya sudah mempunyai seorang putri bukan. Namanya Zelina Chessy Maida Ethelbert. Sekarang dia sedang sakit. " jelas Louis tampak bimbang.
"Sakit!!!... Kalau begitu cepat datangi Dia. Dia lebih membutuhkan papanya dari pada Juan. " sahut Juan.
"Tetapi Anda juga membutuhkan saya. " ucap Louis menatap sedih.
"Louis. Juan baik baik saja, Louis jangan khawatir. Juan baik baik saja. Sudah sana pergi kasihan Chessy menunggu Papanya pulang. " ucap Juan sambil memeluk dan menyakinkan Louis.
Sedang kan jauh di lubuk hatinya, Juan merasa was was. Mau tak mau Louis segera bersiap untuk pergi juga.
Juan mengantar ke pergian Louis dengan rasa khawatir. Ada perasaan tak tenang yang hinggap di hati Juan, dan itu juga di rasakan oleh King dan Leo. Dari kejauhan ke dua binatang itu melolong dan mengaum cukup keras, dan memberi peringatan kepada Juan akan adanya bahaya. Juan hanya mampu tersenyum getir dan tak tahu apa yang akan mengancam jiwanya itu.
Ternyata bukan hanya Juan yang mendengar suara itu. Sella dan Viona yang saat itu berada di ruang TV juga mendengar nya. Dan segera menghampiri Juan yang termenung di depan pintu.
"Bang Juan, kenapa mereka melolong Bang? ". Tanya Viona khawatir bercampur rasa takut.
"Aahh. Kamu Viona, tidak apa apa mereka hanya memberikan kabar kalau mereka baik baik saja. Sudah sana kembali ke Sella bukannya kalian sedang asyik bermersaan tadi. " ucap Juan sambil menggoda Viona.
"Dih Abang bisa bisa aja. Oh iya, Kak Louis kemana kok buru buru sekali berangkatnya? " tanya Viona heran.
"Putri kecilnya sakit, jadi dia pergi buat melihat putri kecilnya. " jawab Juan sambil tersenyum manis.
Viona terkejut dan hanya mampu menatap Juan.
"Sudah sana, Abang mau buat smoothie, kamu mau? Nanti sekalian buat untuk Sella juga. " ucap Juan.
Viona mengangguk setuju. Kemudian Juan pergi ke dapur sedangkan Viona kembali bergabung dengan Sella. Tak lama kemudian sebuah mobil yang seharusnya pergi tiba tiba muncul. Sosok yang keluar dari mobil adalah orang yang sama dengan yang pergi, itu menurut Viona yang sekilas melihat kedatangan pria itu. Yah sosok yang sama dengan Louis segera masuk dan menghampiri Juan.
Dalam hati kecil Viona * Kak Louis sudah selesaikah, tapi kenapa sebentar sekali bukannya barusan pergi ya, ah sudah lah * .
Kembali Viona fokus pada Sella yang ada di sebelahnya.
Sosok Louis segera menghampiri Juan yang sedang di dapur, tentu saja itu membuat Juan terkejut tapi berusaha tersenyum.
"Louis kenapa kembali, apa Chessy baik baik saja? " tanya Juan menutupi rasa terkejutnya.
"Iya, Dia hanya deman ringan saja. Saya sudah berbicara dengan dokter yang merawat nya. " jawabnya sembari menghampiri Juan dan memeluk dari belakang.
Rasa terkejut Juan semakin menjadi.
"Kenapa dengan kamu, tak biasanya kamu seromantis ini Louis? " tanya Juan mulai curiga.
"Bau kamu ber beda dari biasanya Louis. " ucap Juan curiga.
"Saya memakai parfum yang berbeda hari ini. " jawabnya lembut.
Secara mendadak Juan mencengkram erat tangan Louis dan melepaskan pelukannya. Tentu saja gerakan itu membuat Louis yang ada di hadapan nya terkejut bukan main.
"Siapa kamu? Jawab? " bentak Juan dengan cukup keras.
Hingga membuat Viona dan Sella terkejut bukan main dan segera menghampiri keduanya.
"Ini saya Juan, apa Anda tidak mengenali saya lagi. " jawab Louis menyakinkan.
"Bang Juan, bukannya Dia Kak Louis kenapa bertanya lagi. " sahut Sella.
"Bukan. Dia bukan Louis. Louis yang Abang kenal tidak akan pernah bersikap seromantis ini. " jawab Juan menyakinkan Sella dan Viona.
"Kalian berdua cepat hubungi ponsel Louis. Juan yakin yang di hadapan Juan bukan lah Louis yang asli. " perintah Juan.
Segera Sella menghubungi ponsel Louis, tetapi tak ada jawaban sama sekali, bahkan ponselnya tidak aktif.
"Juan, ini saya Louis. Buat apa saya berbohong. " ucapnya mencoba menyakinkan Juan.
Segera Juan melepaskan tangan nya dan meraih pisau di dekatnya.
"Bang Juan. " teriak keduanya.
"Kalian cepat bangunkan Bara dan Wilmer. Dia penyusup, Dia pembunuh bayaran. " ucap Juan sambil menodongkan pisau.
"Wah wah ternyata secepat ini kedok saya terbongkar. Tidak salah jika Tuan Ethelbert mengangkat anda dan menjadikan anda kaki tangannya, ternyata insting anda begitu tajam. " ucapnya sembari mengeluarkan sebuah senjata api.
Viona dan Sella terkejut bukan main.
"Sial di saat seperti ini aku lupa membawa senjata juga. " umpat Viona.
"Kalian cepat lah bergerak panggil Bara. " bentak Juan.
"Bara........ " teriak Juan.
"Dan kamu diam jangan berteriak atau saya tak segan segan untuk menembak anda. " ancam pria itu.
"Viona cepat lari. " perintah Juan semakin gusar dan memegang perutnya dengan satu tangan.
"Kalian jangan ada yang bergerak atau dia akan saya bunuh. " ancam nya.
"Cepat teriak bodoh. " bentak Juan marah.
"Bara..... Wilmer.... Keluar. " teriak Sella dan Viona bersamaan.
Bukan hanya Bara dan Wilmer yang keluar tetapi beberapa pelayan dan Kenzo ikut keluar kerena suara teriakan keduanya yang nyaring.
"Woiiiii..... Siapa kamu?. " teriak Wilmer dari atas.
Sedangkan pelayan yang lain tak berani mendekat. Karena pria itu menodongkan pistolnya tepat didepan perut Juan.
"Karena kalian merusak rencana saya maka jangan salahkan saya. " ucap nya.
Dan.....
Dorrr.....