
" Bara, kemana dia? " tanya Kenzo.
"Kak Bara mendapat hukuman dari Kak Juan. Dan sekarang berdiri di bawah terik matahari dengan mengangkat 2 buah ember berisi air penuh. " jelas Sella.
"Hukuman yang terlalu ringan untuk Bara. " ucap Felix sinis.
"Kak Felix, itu termasuk berat. " protes Sella.
"Berat katamu, kamu akan tahu seberapa berat hukuman yang diterima oleh Juan. Karena itu akan terdengar dan menggema di seluruh ruangan ini. " ucap Felix sedikit geram.
"Sudah Felix cukup. Dan kamu Sella, segera ambil kotak obat ya. " ucap Kenzo lirih.
Tanpa bertanya apapun segera Sella mengambil kotak obat. Karena di pikiran Sella itu untuk Bara.
(Di dalam ruangan)
Didalam ruangan Juan berdiri didepan Charles.
"Berlutut." perintah Charles dengan nada dingin nya.
Segera Juan berlutut. Tanpa di minta pun Juan ingin sekali berlutut saat merasakan aura yang begitu kuat menyerangnya. Hanya saja ada yang mencegah nya untuk melakukan itu.
Dengan susah payah Juan berlutut, bukan karena sakit tapi sebuah kekuatan lain yang ada didalam dirinya melarang nya untuk melakukan itu.
"Ternyata iblis didalam dirimu terlalu angkuh untuk mengakui sebuah kesalahan. " ucap Charles sinis.
Juan terkejut bukan main.
"Kenapa terkejut saya mengetahui separuh jati diri anda. " ucapnya sambil tersenyum sinis.
"Saya bilang berlutut. " bentak Charles keras hingga terdengar dari luar.
Hingga membuat Sella terkejut, tapi tidak dengan Felix dan Kenzo mereka semakin khawatir.
Seketika Juan langsung berlutut dan tampak lemas dengan napas memburu. Karena mendapat tekanan dari Charles.
"Bagus, anda bisa menguasainya. " ucapnya sambil berdiri dan berjalan mendekati almari yang tampak antik.
Saat di buka ternyata ber isi beberapa senjata, pedang, belati dan juga cambuk.
"Coba apa yang di takuti oleh seorang iblis. " guman Charles.
Dan diambilnya sebuah cambuk berwarna hitam kelam. Bukan terbuat dari karet atau kulit. Melainkan dari logam khusus yang berwarna hitam. Awalnya Juan hanya diam tanpa ekspresi, tetapi saat Charles menunjukkan apa yang di pegangnya itu membuat Juan berkeringat dingin.
"Kenapa takut. Anda tadi terlihat tampak sombong sekali, dan kali ini kenapa anda menjadi pucat. " ejek Charles.
Juan menatap tajam kearah Charles, kedua matanya berubah total menjadi merah pekat.
"Bagus akhirnya anda menunjukkan jati diri anda yang seorang iblis. " ucap Charles dingin.
"Oh rupanya anda bisa bicara juga ya. " Charles pun berdiri di belakang Juan.
Ctarrr. .... Ctaarrr..... Ctaarrr.....
Berkali kali terdengar suara hentakan cambuk yang di pukulkan ke udara, hingga membuat bergidik bagi yang mendengarkan, apalagi melihatnya. Sella terkejut setengah mati.
"A... Ayah, Kak Juan. " ucapnya terbata bata.
Kenzo memeluk Sella yang mulai ketakutan. Tak berapa lama Wilmer, Kemal dan Bella datang.
"Bunyi apa itu tadi.? " tanya Kemal.
"Kamu akan tahu sebentar lagi. " ucap Felix sinis.
"Kak Felix. " sahut Sella lirih.
(Di dalam ruangan)
"Kesepakatan adalah kesepakatan saya rasa anda tahu itu. Dan ini juga hukuman untuk anda agar tidak tebar pesona di rumah saya. " ucap Charles sinis.
Ctarrrr.. . ..
Cambuk melayang kearah punggung Juan.
"Ahhkkk... . " teriak Juan kesakitan.
(Di luar)
"Apa yang terjadi didalam.? " tanya Wilmer terkejut saat mendengar teriakan Juan.
Saat Wilmer hendak mendekati ruang kerja
Charles, Felix menghentikannya.
"Tapi Felix, Juan. Apa yang terjadi didalam? " ulang Kemal.
"Inilah yang akan terjadi kalau salah satu dari kalian melakukan kesalahan. Hukuman yang di Terima Bara hanya seujung jari dari yang diterima Juan dari papa. Hukuman Bara teramat sangat ringan. " ucap Felix kecut.
"Ka... Kalau begitu mari kita bantu Kak Juan. " sahut Bella.
"Lebih baik jangan Bella, atau nanti Juan akan mendapat lebih banyak cambukan lagi. " nasehat Kenzo lirih.
Bella hanya mampu terduduk lemah.
Sedang kan diluar Leopard, King dan Queen mulai gelisah. Mereka mengerang dan melolong keras.