Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
perkenalan yg terlambat



"Nanti saja kalian berkenalan, Juan rasa dia capek. " sela Juan .


"Kamu tolong antar Tuan Muda ke kamar yang disebelah kamar Juan. " perintah Juan kepada pelayan nya.


"Baik Tuan Juan. " sahut sang pelayan.


Queen menggonggong dan hendak berdiri. Saat melihat Mattheo yang mulai beranjak dan naik keatas.


"Queen, biarkan dia mandi dulu ya. Juan juga mau mandi. " ucap Juan menghentikan Queen dan dirinya pun ikut naik keatas.


~"Apa yang membuat Queen begitu menyukai Mattheo. Tidak biasanya Queen begitu menyukai seseorang."~ ucap Juan dalam hati dan mulai membersihkan badannya.


Usai semua segera Juan keluar dari kamarnya dan turun. Bukannya bergabung dengan yang lain, Juan langsung menuju dapur.


"Tuan Juan membutuhkan apa? " tanya seorang pelayan.


"Ahh tidak, hari ini Queen ingin ikut makan malam. Haaa... Ada ada saja, mana tidak ada daging segar juga. " keluh Juan, pelayan hanya mampu tersenyum tipis.


Juan mengambil 2 bungkus daging beku dan mulai mengolahnya agar Queen bisa memakannya. Sedangkan pelayan lain mulai menyiapkan makan malam dan menghidangkan diatas meja makan.


"Oh ya lebihkan satu piring, letakan di sebelah kursi Juan. Putra papa sudah sampai. " perintah Juan.


Semua sudah berkumpul di meja makan, Juan pun bergabung dengan yang lain setelah meletakkan piring makan Queen di samping kursi nya. Charles menatap kearah Juan.


"Maaf pa, Queen ingin ikut bergabung dengan kita. " jelas Juan.


"Lalu dimana Dia.? " tanya Charles.


"Masih dikamarnya mungkin. " jawab Juan sekenanya.


"Harusnya Anda mengajak turun. " ucap Charles datar.


Seraya dejavu bagi Juan, seketika itu Juan langsung berdiri tanpa menunggu perintah Charles untuk kesekian kali. Semua terdiam tak bersuara. Baru beberapa langkah, Juan melihat Mattheo turun dan bergabung dengan santainya dan tersenyum tanpa merasa bersalah. Juan kembali ke meja dengan menghela napas panjang.


"Semua perkenalkan ini putra saya yang kedua. Dia akan menggantikan Aiden di perusahaan saya. " jelas Charles datar.


"Halo saya Bara, putra angkat kedua setelah Juan. " ucap Bara.


"Saya Sella, putri angkat ke 4." sahut Sella.


"Aku Kemal, putra angkat ke 5." ucap kemal.


"Gue Wilmer, putra angkat ke 6." ucap Wilmer dengan santai.


"Wilmer bisa lebih sopan. " tegur Kenzo.


"Syukuri lu. " ejek Bella.


"Maaf Yah. Perkenalkan saya Wilmer. " ulang Wilmer sambil tertawa kecil.


Charles hanya mampu menggelengkan kepala perlahan, sedangkan Kemal memukul kepala Wilmer pelan. Wilmer hanya mampu mengaduh perlahan dan suasana menjadi hangat kembali.


"Sudah sudah, lanjut gih. " sela Juan.


"Oh malam kak, saya Bella putri ke 7." ucap Bella.


"Saya Ella putri ke 8." sahut Ella.


"Kak kak, saya Kyera yang paling kecil. " sahut Kyera tertawa renyah. Semoga kakak betah tinggal disini. " ucap Kyera antusias.


"Salam kenal semua, saya Matteo neon altair Ethelbert. Kalian bisa panggil saya Mattheo atau Theo. " ucap Mattheo.


"Yah ternyata putri yang Ayah dan Papa angkat cantik cantik. Boleh saya pilih salah satu. " goda Mattheo sambil menatap kearah semua gadis gadis yang duduk.


Juan menatap jengah dan menggeleng kepala pelan.


"Jangan pernah dekati Viona, karena dia adalah milik saya. " ucap Sella seraya memeluk tangan Viona.


Semua tertawa ringan. Mattheo terkejut bukan main, akhirnya dia mendapat jawaban. Selain orentasi **** normal, dan gay ternyata di castil Charles ada yang lesbi juga seperti Viona dan Sella. Tapi semua saling menghargai satu sama yang lain. Makan malam usai dengan suasana yang hangat penuh canda tawa. Tapi tidak dengan Juan, walau tersenyum tapi tampak jelas raut wajah yang datar tanpa ekspresi. Bukan hanya Juan, raut muka yang sama juga terlihat di wajah Mattheo. Kenzo yang menyadari semua itu.


"Juan, Mattheo. Selesai makan segera datang ke ruang kerja saya. " ucap Charles di sela sela obrolan mereka.


Juan dan Mattheo mengangguk pelan. Di antara canda tawa, sesekali Queen ikut bergabung dengan berada di antara Juan dan Mattheo. Menatap kedekatan Mattheo dengan Queen membuat Juan merasa sedikit bimbang.