
(Di luar kamar)
"Gila, bos besar mendapatkan pasangan yang sangat cantik. " ucap seorang anak buahnya yang baru saja keluar dari kamar.
"Kau benar, dia sangat cantik. Dan sama seperti Bos Besar. " ucap yang lain.
"Tolol, dia itu pria mana ada Pria cantik. " ucap yang lain tak percaya.
"Tapi benar dia cantik. Jantung ku berdetak kencang saat lihatnya. " ucap pria tadi.
"Kamu mau mampus di tangan Bos Besar. " pukul kawannya.
"Sudah kita bereskan mayat ini. " tegur yang lain.
(Kembali Ke Juan)
Usai makan dengan puas, Juan tampak kelelahan. Rasa ngantuk tiba tiba muncul. Tak perduli seperti apa posisinya saat ini Juan mulai terlelap dan tertidur pulas dalam pelukan Aiden.
"Rupanya kucing kecilku masih belum terbiasa dengan darah manusia. " ucap Aiden tersenyum.
Di gendongnya Juan dan direbahkannya di atas ranjang.
Diambilnya ponsel di sakunya dan menghubungi seseorang.
"Batalkan semua rapat untuk hari ini. " 📲 perintah nya dan menutup ponsel.
Aiden sendiri meraih gadis lain dan mulai menikmati darah gadis itu hingga kering, yang kemudian di lempar nya tubuh itu ke sembarang tempat.
"Ternyata jika buka darah Anda, Saya masih belum puas. " ucap nya sambil meraba leher Juan.
"Shhtttt.... " Juan menggeliat dan mendesah lirih.
"Belum waktunya saya menikmati Anda. Besok adalah waktu yang pas untuk itu. " ucap Aiden dan ikut berbaring di sebelahnya.
Malam harinya Juan terbangun, dirasakan tubuhnya sangat berat. Juan pun menoleh kearah belakang.
"Aiden, bangun. " ucap Juan lirih.
"Emmm kenapa, masih haus.? " tanya Aiden tanpa melepas pelukan.
"Ini jam berapa? Berapa lama Juan tertidur? " tanya Juan.
"Ini sudah malam. Hitung sendiri. " jawab Aiden sekenanya.
"Apa malam!!! " teriak Juan dan memaksa duduk.
"Tidur lagi dan jangan banyak bergerak. " perintah Aiden.
"Tapi kita harus segera pulang. Mereka pasti khawatir. " ucap Juan.
"Jangan khawatir, saya sudah memberi kabar. " jawab Aiden.
"Tidur lagi. " perintah Aiden.
Juan terdiam dan hanya mampu menuruti perintah Aiden. Aiden tersenyum.
(Pov kastil)
"Kami pulang " ucap Bara saat sampai di kastil.
"Sudah pulang kalian. Astaga tampang kalian bertiga benar benar berantakan. Habis perang ya? " goda Wilmer.
"Perang apanya. Jadi babu kampus iya. Ahhhh capek banget. " keluh Viona.
"Apa saja yang kalian lakukan hingga berantakan seperti ini. " tanya Wilmer lagi.
"Kami...... " belum sempat Sella menjawab terlihat mobil Charles berhenti di depan.
"Bukannya itu mobil Papa. Dari mana mereka.? " tanya Sella.
"Aiden bilang Papa sama Ayah habis Honeymoon. " jawab Viona.
"Jadi waktu itu yang kasih ijin Aiden. " ucap Sella
Viona mengangguk lemah.
Charles turun dari mobil dan berlari ke sisi pintu lainnya. Di bukanya pintu mobil kemudian menuntun Kenzo turun dari mobil.
"Hati-hati." ucap Charles khawatir.
"Emmm iya. " jawab Kenzo lirih.
"Lelah kah. Biar saya gendong. " ucap Charles masih khawatir.
"Sudah Charles, saya baik baik saja. Jangan terlalu berlebihan. “ sahut Kenzo.
Wilmer, Bara, Sella dan juga Viona menatap heran. Baru kali ini mereka melihat sosok Charles yang penuh perhatian. Karena biasanya Charles bersikap sangat dingin.
"Papa, Ayah baik baik saja kan. " ucap Viona ikut khawatir.
"Saya baik baik saja Viona. Charles terlalu berlebihan. " jawab Kenzo sambil duduk disofa.
"Kemana Juan dan Aiden? " tanya Charles karena tak merasakan aura keberadaan mereka.
"Tadi pagi mereka berangkat bersama. Tapi tadi Aiden menghubungi saya katanya mereka akan menginap di villa Aiden. " jawab Wilmer.
Charles menatap tak suka.
Sedangkan Bara terkejut bukan main.
"Kenapa kamu kasih ijin Wilmer? " ucap Bara.
"Memang apa urusan saya melarang mereka. Sudah lah Bara itu urusan mereka, aku gak mau ikut campur. " jawab Wilmer.
Segera Charles mengambil ponsel dan menghubungi Aiden.
"Halo, Kalian pulang sekarang juga. " 📲perintah Charles dan langsung mematikan ponsel.
"Kenzo. Anda istirahat di kamar. Dan kalian segera kembali kekamar kalian dan jangan keluar kalau tidak ada perintah dari saya. " ucap Charles dingin.
Tanpa perinta untuk kedua kalinya Viona dan Sella segera membantu Kenzo untuk kekamar sedangkan yang lainnya kembali kekamar tanpa bertanya apa apa.
(Pov Villa Aiden)
Ponsel tiba tiba berdering. Aiden menatap dengan enggan.
"Papa." ucap Aiden lirih.
Segera diangkatnya ponsel itu.
"Iya Pa. " 📲 ucap Aiden saat ponsel tersambung.
Sejenak Aiden terdiam dan menutup ponsel.
"Pulang." beo Aiden.
Di tatap nya Juan yang kembali tertidur pulas di ranjangnya. Segera Aiden bangun, berganti pakaian dan keluar kamar.
"Kalian jaga pria cantik di dalam kamar saya. " perintah Aiden.
"Jangan bangunkan dia, biarkan dia bangun sendiri. " lanjut Aiden.
Kedua anak buahnya mengangguk mengerti.
Aiden segera meninggalkan kamar dan keluar dari villa nya. Dengan sekejap mata tubuh Aiden menghilang setelah asap hitam menyelimuti nya.
(Kembali ke kastil)
Hanya dalam hitungan detik Aiden sudah ada di depan pintu kastil, segera Aiden masuk. Ternyata Charles sudah menunggu di ruang tamu dengan tatapan dingin.
Aiden menatap dengan sedikit khawatir.
"Papa." ucap Aiden.
"Kemana Juan? " tanya Charles datar dan dingin.
"Masih berada di Villa saya. " jawab Aiden datar pula.
"Saya meminta Anda agar Juan bisa di tunduk dan patuh. Bukan menjadikan dia seperti Anda. " ucap Charles tanpa basa basi.
"Papa, sejak awal Juan sudah menyukai darah dan juga jantung. Jika Saya tidak mengarahkannya Saya takut Juan menjadi liar. " jelas Aiden.
"Dengan memberikan Dia darah manusia apa akan mambuat dia menjadi patuh. " ucap Charles dengan nada tinggi dan dingin.
Aiden tertunduk dan tidak berani menatap.
"Dengan saya memberikan segel, serta menyiapkan apa yang Dia butuhkan. Maka Dia akan bergantung kepada saya. " jelas Aiden.
"Dengan begitu Dia hanya akan tunduk kepada Saya saja. " lanjut Aiden.
"Aiden. Juan adalah iblis pemikat. Semakin Dia kuat, maka dia akan semakin memikat. Saya berharap Anda tidak sampai terpikat dengan pesonanya. " ucap Charles dingin.
"Apa lagi sekarang Dia menjadi seorang vampir juga. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kelak. Semoga saja Dia akan tetap setia kepada Kita. " lanjut Charles.
Kemudian beranjak dan meninggal Aiden.
"Papa jangan khawatir. Juan lah yang akan tunduk kepada Saya. " ucap Aiden yakin.
"Saya pegang ucapan Anda. " sahut Charles dan berjalan naik ke lantai atas.
Aiden sendiri keluar kastil dan kembali ke Villa. Untung saja saat itu Juan masih tertidur pulas. Kembali Aiden Berbaring di sebelah Juan dengan berada tepat didepan Juan.
Di tatap nya wajah Juan dengan lekat. Diraba pelan wajahnya sehingga membuat si empu mengernyitkan alisnya. Aiden hanya tersenyum menatap nya.