I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 92 : Hadiah Kecil



Apa yang tidak diketahui Mavis bahwa reaksi yang dirasakan ketika menerima kontrak darah, antara iblis dan manusia adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Mereka para iblis pada dasarnya memiliki taraf hidup yang lebih tinggi daripada manusia, seperti para prajurit itu. Dengan demikian, para iblis hanya akan menerima sedikit tekanan dari kemampuan kontrak darah. Terlebih jangan melupakan bahwa kontrak darah ini asalnya dari warisan yang dijaga oleh raja iblis terdahulu.


"Jadi begitu." Mavis hanya bisa menghela napas berat setelah mendengar penjelasan dari Mikaela. Dia pun kembali melirik dan menyaksikan bagaimana proses penghakiman kontrak darah itu masih terus berlanjut.


Menunggu beberapa saat dengan perasaan cemas, akhirnya setelah melalui perjuangan yang hebat antara hidup dan mati, para prajurit itu muncul kembali dari balik asap hitam dengan mengambil penampilan yang baru. Lingkaran merah itu perlahan meredup dan asap kabut hitam yang sebelumnya mengepul mulai menyebar lalu perlahan menghilang. Sekarang sudah dapat terlihat jelas tampilan baru mereka para prajurit.


"Bagaimana? Apa kalian menyukainya?" kata Mavis.


"Pangeran, ini ...."


"Tubuhku terasa dua kali lebih ringan daripada sebelumnya. Aku merasa tubuhku mengalami penguatan dari dalam, vitalitasku ikut melonjak, dan segala inderaku telah menjadi lebih tajam." Seoang prajurir menjawab sambil meninju udara dengan kepalan tangannya. Dia tersenyum lebar dan sesekali terkekeh riang. Para prajurit benar masih tidak percaya, bahwa ada keajaiban untuk bisa mendapatkan kekuatan sebesar itu secara instan. Mereka masih mengoreksi tubuh mereka sambil melihat Mavis dalam tatapan bahagia. Mereka sangat bersyukur, karena mereka tidak salah dalam memilih untuk mengikuti sang pangeran.


"Terimakasih Pangeran." Para prajurit segera memberi penghormatan kepada Mavis dengan setengah bersujud.


Sebenarnya, ada hal mengganjal dalam pikiran mereka. Itu tentang apa yang baru saja pangerannya itu lakukan keada mereka semua. Mereka juga khawatir bahwa itu memiliki dampak negatif dalam jangka waktu panjang nantinya. Namun, mereka tidak berani untuk bertanya karena sang pangeran telah mengatakan bahwa itu hadiah darinya, yang berarti itu tidaklah mungkin membahayakan mereka. Dan juga sesuai aturan, mereka tidak boleh meragukan keputusan sang pangeran.


"Bukan apa-apa, kalian dapat bersantai dengan itu. Lagipula kekuatan itu dibutuhkan kalian untuk menjadi pelindungku. Dan juga, ini hanya hadiah kecil karena kalian telah memutuskan untuk menjadi prajurit setiaku. Dikemudian hari jika kalian memiliki jasa yang cukup, aku akan memberi manfaat yang jauh lebih besar daripada ini."


Mavis terkekeh dan menyuruh semuanya untuk kembali bangkit. Lagipula, mereka sudah terlalu lama berada di situ. Perjalanan ini cukup jauh dan Mavis ingin sampai di wilayah perbatasan secepatnya. Dia pun segera menginstruksikan yang lain untuk kembali menaiki kuda.


"Baik, Pangeran!" Para prajurit menjawab dengan penuh semangat. Masing-masing dari mereka mulai menanamkan pemikiran dalam hati, bahwa mereka harus berusaha lebih giat lagi mengumpulkan jasa untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak lagi dari sang pangeran.


Rombongan itu pun kembali melanjutkan perjalanannya.


Melewati tanah lapang dengan rumput liar di sepanjang jalan, tanah tandus, dan pada akhirnya sampailah tiba di wilayah perbatasan selatan kerajaan. Itu dihitung dua hari lebih perjalanan, karena rombongan mereka menaiki kuda dalam kecepatan normal.


Sebenarnya Mavis bisa saja sampai di wilayah perbatasan selatan dengan satu hari perjalanan. Itu sangat mudah seperti membalikan telapak tangan, jika dia mengandalkan bantuan mantra milik Bintang, untuk para kuda-kuda agar lebih kuat dan dapat bergerak lebih cepat. Hanya saja dia tiba-tiba berubah pikiran untuk tiba di sana lebih lama. Dia ingin bersantai dalam perjalanannya sebelum bertemu dengan orang-orang di perbatasan, yang pastinya akan menolak kedatangannya.


Terutama Baron Gustav, penguasa pemukiman sebelumnya yang menempati tempat itu. Mavis jelas bukan orang bodoh, setelah mendengar kejahatan dan keburukan baron itu dari Kayle, dia tau persis orang seperti apa baron itu. Semuanya pasti akan menjadi lebih sulit ketika Mavis mengambil alih posisinya. Baron itu pasti akan segera bertindak untuk mencari masalah dengannya begitu rombongan Mavis tiba.


Maka dari itu, karena hal menyebalkan sudah menunggunya jauh di depan sana, mengapa dia tidak bersantai terlebih dulu? Dia bisa menikmati hembusan angin yang menyejukkan dan melihat pemandangan langit yang penuh bintang-bintang. Setidaknya dia bisa menikmati hidup di dunia ini, dia tidak ingin menyia-nyiakannya.