I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 111 : Perkembangan Para Goblin



Kembali pada waktu di mana Mavis dan para pengikutnya tiba di pemukiman para goblin. Mavis benar-benar terkesima dengan perubahan demi perubahan yang terlihat di tempat itu. Terutama pada sektor pembangunan, sang pangeran tidak menyangka para goblin itu akan membuat jalan di kedalaman hutan dan juga pos-pos pemantauan. Membuat rombongan yang dibawa oleh Mavis dari wilayah perbatasan, menjadi bisa lebih cepat sampai ke pemukiman.


"Oh ya, aku tidak melihat kamp para goblin yang kalian bicarakan sebelumnya. Apa mereka semua sudah memutuskan untuk bergabung?"


Saat ini Mavis berada di aula bangunan yang dikhususkan sebagai ruang pertemuan. Dia duduk di singgasana, menggunakan pakaian santai, dia berbicara dengan para petinggi di pemukiman itu. Berada dihadapannya sudah berbaris para bawahannya, Ivar, Bellatrix, Luna, Merlin, dan Isabella. Keempat goblin wanita itu merupakan empat kepala bidang yang ditugaskan oleh Mavis.


Masing-masing dari mereka mengenakan pakaian baru, hasil dari kerajinan tangan yang dibuat oleh para goblin. Meski masih belum bisa menyayingi pakaian yang biasa dipakai para manusia, setidaknya para goblin itu tidak menggunakan pakaian hanya dengan beberapa helai daun kering dan tali untuk menutupi bagian genitalnya. Dengan demikian tampilan mereka yang sekarang tampak lebih sopan. Mavis pribadi menjadi lebih nyaman ketika berbicara dengan mereka, karena sebelumnya dia selalu risih ketika berbicara dengan para goblin mau tidak mau dia harus melihat pemandangan mereka yang begitu vulgar.


Sebenarnya untuk para goblin wanita, Mavis tidak begitu bermasalah. Meski mereka memiliki penampilan yang buruk, mereka masihlah goblin wanita yang memiliki daya tarik tersendiri. Berbeda kasus dengan para goblin pria, yang sebelumnya bertelanjang dan hanya menggunakan beberapa helai daun yang dibuat sedemikian rupa untuk menutupi bagian bawahnya itu. Mereka mirip sekali seperti manusia purba yang ada pada buku sejarah di kehidupan Mavis sebelumnya.


"Benar, Tuanku. Mereka telah bergabung dengan kami. Menurut apa yang tercatat pada buku pendataan, mereka haruslah berjumlah seratus tujuh puluh dua, yang mana sudah termasuk tiga kepala suku mereka sebelumnya," kata Ivar.


"Tiga kepala suku?" Mavis menaikan salah satu alisnya dan membenarkan caranya duduk. Setelah mendengar penjelasan dari Ivar, Mavis baru mengetahui kalau ras goblin sebenarnya memiliki kelompoknya masing-masing. Bukankah itu tidak ada bedanya dengan manusia? Seperti halnya orang afrika, asia, eropa yang masing-masing memiliki perbedaan di kehidupan sebelumnya.


Merlin tersenyum dan memberi hormat dengan posisi salah satu tangan di dada, sebelum pada akhirnya berkata, "Tuan, izinkan aku menjelaskan."


"Ya, katakan."


"Sebelumnya, aku sudah beberapa kali berbicara dengan ketiga kepala suku itu. Maka darinya aku mengetahui sedikit hal tentang mereka, Tuan. Pada dasarnya mereka berasal dari tiga keluarga goblin, yang masing-masing memiliki wilayah dan peraturan tersendiri. Ketiga suku goblin itu terdiri dari goblin taring tajam, goblin kaki besar dan goblin bertanda kuno. Berada di dalamnya, terdapat kepala suku goblin yang akan memimpin wilayahnya masing-masing."


"Baiklah, cukup."


Mavis mengangguk sebagai isyarat agar Merlin berhenti menjelaskan kepadanya. Dia sebenarnya tidak tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang mereka. Yang terpenting selama mereka bisa memberikan kontribusi di dalam pemukiman serta tidak melakukan hal yang merugikan, Mavis tidak keberatan tentang asal usul mereka.


"Kalau begitu, biarkan aku melihat ketiga kepala suku itu. Merlin, kau pergilah dan bawa mereka ke hadapanku," kata Mavis dengan senyuman di wajah.


"Baik, Tuan." Dengan senang hati Merlin tersenyum dan mundur dengan perlahan. Kemudian dia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan aula pertemuan.


"Sementara Merlin pergi memanggil mereka. Bellatrix, berikan laporan tentang perkembangan sekolah yang kuminta sebelumnya," kata Mavis.


"Baik Tuan, mengenai rancangan pembangunan sekolah yang Tuanku berikan, itu telah sepenuhnya selesai dibuat berkat bantuan dari tim pembangunan. Bangunan bernama sekolah itu berlantaikan dua, dengan total ruangan yang ada sebanyak dua belas."


"Setelah sekolah resmi dibuka untuk umum, telah banyak pengajuan dari para penduduk untuk bisa mendapatkan posisi sebagai pengajar. Namun, aku telah memilih sembilan di antara mereka yang benar-benar memiliki kemampuan yang dapat diajarkan kepada anak-anak nantinya."


"Para pengajar berasal dari penatua dan para goblin wanita yang berpengetahuan. Mereka mengajarkan kepada anak-anak tentang segala hal yang berkaitan dengan kemandirian. Beberapa juga telah dikhususkan untuk mendidik karakter anak-anak, agar mereka tumbuh dengan kecerdasan dan sifat yang lebih baik."


"Tuan, sampai saat ini tercatat sudah ada delapan murid pada generasi pertama di sekolah itu. Dua puluh satu murid di generasi kedua dan tiga puluh empat murid generasi ketiga." Bellatrik dengan mata berbinar mengecek buku kecil yang selalu dia bawa di tas karungnya itu. Dia melaporkan hasil kerja kerasnya dengan begitu lengkap, berharap tuannya itu akan senang dan memujinya.