I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 83 : Kembalinya Ras Buas Ke Benua Utama



Lonjakan aura kematian menekan Mavis dan membuatnya bergetar hebat. Dia berkeringat dingin dan napasnya menderu begitu dia memulai ritual pembangkitan. Untungnya, Sera yang saat itu berada di sana segera bertindak cepat membungkus kamar Mavis dengan pelindung tak kasat mata agar aura mengerikan itu tidak merembes keluar dan membuat keributan yang tidak perlu.


"Benar saja, ini tidak mudah dilakukan." Mavis terkekeh dengan wajah jelek.


Bagaimana tidak? Kali ini dia melakukan hal gila dengan mencoba membangkitkan mereka berlima secara bersamaan. Dia melakukan itu karena merasa bahwa akan terlalu merepotkan jika dia harus membangkitkan satu persatu dari mereka. Juga, sudah lama Mavis terpikirkan di kemudian hari ketika levelnya sudah sangat tinggi, dan dia dihadapkan dengan banyak bangkai yang bisa diekstrak olehnya, apakah dia harus satu-satu melakukannya? Bukankah akan jauh lebih praktis dan tidak membuang-buang waktu, jika dia tahu bisa melakukan itu secara bersamaan? Maka dari itulah, patut untuk dicoba.


Sementara itu, asap hitam pekat mulai muncul perlahan dari bawah tubuh kelimanya. Itu sangat lambat bermunculan, tidak seperti biasanya, mungkinkah karena Mavis belum cukup kuat untuk melakukannya secara bersamaan? Asap itu terus bermunculan dan mulai menelan tubuh kelimanya. Mavis pun berubah pucat, dia berharap cepatlah ini segera berhasil karena tubuhnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


"Ternyata itu berhasil."


Mavis menarik tangannya kemudian dia tersenyum. Namun, apa yang tidak dia ingin terjadi sesudahnya. Pandangannya buyar, dia kehilangan kesadarannya dan jatuh di pelukan Mikaela.


"Tuan...."


Sementara itu, beralih tempat berada di belahan benua bagian utara, sebuah portal muncul dengan ukuran raksasa di hutan tak bernama. Portal itu berupa lingkaran dengan aura ungu yang meluas, semakin lama membentuk lubang yang menghubungkan dunia ini dengan sebuah dimensi lain.


Dari luar, terlihat sosok gelap dari ke dalaman dungeon. Sosok itu besar, matanya menyala dengan sangat mengerikan. Sosok itu tertawa bengis, diikuti dengan raungan yang memekakkan telinga dari sosok-sosok lain yang muncul dibelakangnya.


"Raja, apa ini benua yang dikatakan oleh leluhur?"


"Mari kita cari tahu. Semuanya, bersiaplah! Kita akan menjarah!" Sosok besar yang berdiri paling depan itu berkata sambil mengangkat senjata kapak besar miliknya.


"Hidup Raja!"


"Menjalankan!"


Sementara itu, serbuan dari banyak makhluk berpenampilan aneh keluar dari dalam dungeon. Itu mengambil bentuk seperti hewan, tapi memiliki postur tubuh yang berbeda. Sebagai contoh, sosok besar yang berada di barisan paling depan terlihat seperti seekor macan buas, hanya saja itu terlihat lebih besar beberapa kali lipat dari bentuk biasanya. Juga, secara mengejutkan sosok itu berjalan dan berbicara layaknya seorang manusia! Mereka benar-benar memiliki kecerdasan yang tak kalah dengan ras manusia! Sangat menakjubkan.


"Raja, tempat ini sangat aneh. Kami sudah berkeliling tempat ini dan menemukan banyak makhluk yang mirip seperti saudara kami, hanya saja mereka itu bodoh! Tidak seperti kami, mereka berjalan dengan merangkak, tidak bisa berbicara maupun mengerti apa yang kami tanyakan," kata salah satu sosok yang datang menghampiri macan bertaring buas itu, penampilannya menyerupai kadal dengan kulit di sekujur tubuhnya ada yang bersisik, juga matanya tajam dan lidahnya panjang.


"Kau benar, Lupus." Sosok macan itu berpikir apa yang dikatakan anak buahnya itu ada benarnya. Dia juga tidak paham mengapa di benua utama ini saudara-saudara seperti mereka sangatlah bodoh? Padahal di catatan para leluhur mereka awalnya hidup dan tinggal di benua ini, sampai pada akhirnya mereka terpisah, secara misterius, beberapa dari mereka dipindahkan oleh kekuatan yang tidak diketahui dan berakhir di dimensi lain. Anehnya, tidak semua berpindah tempat dan juga lokasi mereka saat berpindah tidak semua dalam dimensi yang sama. Dengan kata lain mereka yang dipindahkan, tersebar di dungeon yang berbeda-beda.


Mungkinkah mereka yang tidak dipindahkan dan tinggal di sini mengalami penindasan dan berakhir cacat secara mental? Raja Macan Buas itu memasang wajah tak senang ketika membayangkan kawan-kawan mereka menjadi tertinggal dalam hal kecerdasan dan berakhir diburu oleh ras lainnya. Bahkan hal paling mudah dilakukan seperti berbicara saja mereka tidak bisa! Sang raja frustasi dan juga sedih melihatnya.


"Raja, apa yang akan kita lakukan dengan mereka?"


Dari kejauhan sosok menyerupai rubah betina bertanya dengan suara lembut. Terlihat jejak kasihan saat melihat hewan buas lain yang saat ini terkurung di dalam penjara kayu. Rubah itu terlihat memesona dengan tubuh yang dapat memikat para hewan lainnya, tidak terkecuali sang raja itu sendiri.


"Itu... biar aku pikirkan terlebih dahulu. Untuk sekarang fokuslah untuk memberi mereka makan, juga pergilah dan katakan kepada Taurus untuk mengumpulkan semua saudara-saudara kita yang masih tersebar di tempat ini," kata Raja Macan itu sambil mengalihkan pandangannya. Dia tidak bisa berlama-lama menatap rubah betina itu, atau mukanya akan semakin memerah.


"Baik, Raja." Rubah itu tersenyum cantik dan matanya seraya terpejam. Dia kembali mengelus hewan yang tampak seperti serigala itu tanpa ragu sekalipun, serigalanya itu sendiri terlihat nurut begitu saja dengan rubah betina itu.


"Malangnya nasib kalian, aku tau kalian sangat tersiksa selama hidup ditempat ini. Tapi kalian tenang saja ya, karena Raja Leon telah kembali ke benua utama untuk kembali memulihkan ras kita, sang raja pasti akan memperlakukan kalian dengan sangat baik."


"Ini, makanlah beberapa." Rubah betina itu terlihat merogoh keranjang yang dibawanya dan menggenggam beberapa buah-buahan kecil dan biji-bijian.


Pemandangan selanjutnya sangatlah tidak masuk akal. Rubah betina itu bahkan memberikan buah-buahan seperti rasberi untuk dimakan oleh serigala dan hewan buas lainnya. Padahal, hewan-hewan itu adalah hewan karnivora yang selalu memakan daging selama ini. Namun, sekarang itu terlihat tenang menyantap buah-buahan yang diberikan oleh rubah betina itu? Trik macam apa yang digunakannya?