I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 60 : Iblis Es Dan Api



"Dengarkan baik-baik. Pesan dari Tuanku berisikan peringatan kepada kalian untuk tidak menyerang wilayah para goblin. Wilayah para goblin kini berada dibawah perlindungan Tuanku. Di sini kalian haruslah bijak dan pikirkan baik-baik. Lain, kalian akan mendapati diri kalian bodoh untuk berani mengabaikan pesan ini," kata Mikaela, dengan wajah datarnya.


Sebenarnya dia malas berbicara dengan para manusia ini, jika bukan karena larangan tuannya untuk tidak membunuh, itu akan menjadi jalan yang lebih efektif jika dia menghabisi seluruh pasukan di sana dan sekaligus menghilangkan akar permasalahan. Namun, dia tidak memikirkan lebih jauh karena dia yakin pasti tuannya itu sudah merencanakan sesuatu dibelakang, itu pasti ada alasannya.


"Itu... bukan hak aku atau yang lainnya untuk memutuskan. Sang Kaisar sendirilah yang telah memberi perintah untuk membersihkan dungeon itu." Penasihat Barok dengan wajah masam menjawab. Dia bukan menganggap remeh perkataan wanita itu, karena dia tau wanita itu serius pada ucapannya, akan tetapi ini sudah menjadi tugas yang diberikan sang kaisar kepada mereka.


"Itu bukan urusanku."


"Kalian hanyalah makhluk lemah tapi masih bersikap sombong?" Mikaela memandang jijik sekumpulan orang di dihadapannya. Dia membalik tubuhnya dan berjalan pergi dan tidak repot memberi salam perpisahan. Dia tidak ingin berlama-lama di sana.


Para raja dan ratu melihat kepergian Mikaela dan menarik napas lega. Mereka merasa beban yang selama ini terangkat saat wanita itu selesai dengan urusannya. Meski demikian, dalam hati mereka masih memikirkan peringatan yang baru saja mereka dengar. Mereka segera melihat Penasihat Barok dan mengirimkan pandangan penuh arti, itu karena mereka menjadi ragu untuk rencana mereka kali ini. Itu terlalu berbahaya!


"Tunggu!"


Penasihat Barok menyingkirkan perasaan ragu, dia pun bertanya,


"Apa tidak ada cara lain? Bagaimana jika Tuanmu datang dan berbicara dengan sang kaisar? Mungkin ini bisa menjadi jalan tengah perdamaian di antara keduanya."


"Mencari kematian!"


Suara melengking terdengar keras dan seorang wanita lain muncul dan jatuh dari atas. Itu menampilkan sosok wanita menawan lainnya tapi dengan wajah garang dan sangar. Begitu dia muncul, dia menarik senjata naga es itu dan melesat ke arah pria tua itu dan hendak mengambil nyawanya. Senjata naga es itu berada di tangannya menjadi sangat hidup, dimana wanita itu berpergian, tanah dan segala yang berada pada jarak tertentu di sekitarnya dibekukan secara instan! Perlu diketahui, wanita itu hanya mengerahkan satu dari seribu kekuatannya, akan tetapi kekuatannya begitu menentang akal sehat.


Sesaat Penasihat Barok wajahnya berubah jelek karena terkejut dengan kedatangan sosok baru itu. Dia dengan segera melantunkan mantra dan mengetuk staff yang dia pegang ke tanah. Begitu tebasan senjata wanita itu menjadi begitu dekat mengambil jarak dengan Penasihat Barok, sebuah penghalang sihir berwarna biru cerah tercipta dan menghalang serangan itu. Wanita itu dengan teriakan menekan senjatanya dan retakan mulai muncul semakin lama.


"Mati!"


Wanita itu membelalakkan matanya dan meningkatkan kekuatannya menjadi satu dari seratus, kekuatannya melejit dan aura es yang membekukan segera menghancurkan penghalang.


Ketika senjata itu hanya mengambil jarak satu meter dari tenggorokan Penasihat Barok, sebuah jarum panjang berapi muncul dan menangkis senjata es itu. Pemilik senjata itu secara mengejutkan muncul tiba-tiba tanpa orang lain menyadarinya.


"Menyingkirlah, Becca!" Dengan kesal wanita sedingin es itu lompat mundur dan memberi jarak di antara keduanya.


"Kau ingin melanggar perintah Tuan?" Wanita dengan nyala api itu tak kalah sengit membalas perkataan saudarinya.


Mereka begitu mirip di satu sisi, tapi berbeda di sisi yang lain! Kombinasi macam apa dua bersaudara itu? Api dan Es begitu bertolak belakang! Mereka sudah begitu syok dengan kehadiran Wanita Es, tapi begitu muncul lagi yang lain, Si Nona Api itu membuat jantung mereka berdetak lebih cepat, mereka kesulitan bernapas.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran padanya! Dia berani menyuruh Tuan untuk mengahadapi sang kaisar? Apa hanya makhluk rendah berani lancang tentang Tuanku? Bahkan kaisarmu tidak layak untuk menjadi tamu di kediaman Tuanku!"


"Mundur Becky! Kau bahkan mengerahkan kekuatan sampai tingkat itu, kamu jelas akan membunuhnya!"


Meski Becca juga tidak suka dengan para makhluk rendahan di matanya itu, dia masih bisa mengontrol emosinya. Dia masih mengingat pesan tuannya, dia tidak boleh membiarkan adiknya itu menjadi buta karena amarahnya.


"Kalian cukup sampai di situ."


Mikaela melempar tatapan dingin ke arah keduanya.


"Kita pergi."


Mikaela kembali berjalan terlebih dahulu, sementara itu kedua bersaudara saling menatap dan mengangguk. Di sini Mikaela menjadi pemimpin keduanya dan mereka harus menurutinya, sesuai dengan perintah yang diberikan Mavis.


Si Kembar pun melempar tatapan kebencian kepada para raja dan ratu, juga penasihat itu, sebelum akhirnya melesat pergi dan melompat ke arah lubang langit-langit aula. Mereka menghilang dalam sekejap, keadaan aula kembali dalam keheningan dan orang-orang di dalamnya menjadi begitu lemas. Raja dan ratu dari kerajaan berafiliasi kecil bahkan kehilangan kepercayaannya dan jatuh ke tanah.