I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 121 : Dekrit Baru Sang Kaisar



Kekacauan segera diselesaikan dengan bantuan para pelayan baru itu. Mereka adalah para mantan bangsawan yang sebelumnya memberontak, akan tetapi setelah Mavis memberikan kutukan hidup kepada mereka, kini tidak ada satupun yang berani berpikiran untuk bertindak macam-macam. Pada dasarnya, mereka mementingkan nyawa masing-masing, yang harus mereka lakukan hanya perlu mengikuti semua perintah tuan barunya itu agar mereka bisa tetap hidup.


Sementara itu, Reene kembali muncul di hadapan publik dengan ditemani si kembar Becky dan Becca. Sudah beberapa hari sejak insiden perebutan kekuasaan itu, Mavis pun telah membuat kebijakan baru tentang kondisi kekaisaran ini. Maka dari itu itu saat ini seluruh penduduk entah itu berasal dari kalangan bangsawan atau rakyat jelata, semua berada di alun-alun.


Gerbang ibu kota kekaisaran pun sengaja dibuka dan berita tentang kemunculan kaisar baru telah diumumkan ke pada publik. Banyak dari luar ibu kota yang memiliki segala keresahan datang untuk menyampaikan keluhan kepada pemimpin baru itu, ada juga yang datang hanya sekedar ingin melihat seperti apa penampilan kaisar baru mereka. Namun, sayangnya yang muncul saat itu bukanlah sang kaisar, melainkan hanya penasihatnya.


Reene dengan penuh semangat berdiri di atas panggung kayu, menghadap ke arah ribuan orang yang memadati tempat itu tanpa gemetar sedikitpun. Pasalnya, suasana hatinya telah kembali membaik pasca kembalinya sang ayah. Mavis pun telah melihat karakter baik ada pada diri Renee, maka dari itu dia mengizinkan koneksi Barok yang sebelumnya terputus kembali terhubung dengan kenangannya dengan sang anak. Reene pun dipercaya untuk tetap menjadi penasihat sang kaisar, menjadi orang penting yang akan mengurusi dan mengawasi segala sesuatunya nanti ketika Mavis tidak berada di kekaisaran ini.


".... Sebagai Penasihat Tertinggi, aku Renee Brathenburg akan membacakan dekrit yang telah dikeluarkan Kaisar Mavis untuk seluruh penduduk yang ada di kekaisaran ini. Pertama, kepada seluruh petinggi kekaisaran dan bangsawan yang berhubungan dengan keluarga sang kaisar terdahulu akan diturunkan statusnya sebagai penduduk biasa. Termasuk dari keluarga raja-raja yang sebelumnya menentang kepemimpinan Kaisar Mavis, mereka semua tidak akan luput dari hukuman.


"Mereka akan diasingkan ke tempat terpencil sebagai kompensasi kemurahan hati dari sang kaisar. Kemudian, seluruh kekayaan mereka yang terlibat akan sepenuhnya disita dan masuk ke dalam kas pembendaharaan kekaisaran.


"Kedua, segala bentuk perbudakaan akan menjadi kejahatan besar! Siapapun yang masih melakukan tindakan keji setelah dekrit ini dikeluarkan, tidak ada ampun baginya! Mereka akan dihukum gantung di hadapan publik! Ingat ini dengan baik-baik, seluruh budak di kekaisaran ini akan dipulihkan kembali statusnya menjadi penduduk biasa! Bekerja keraslah agar kalian bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak! Sang kaisar akan sangat menghargai orang-orang yang mampu berkontribusi pada kekaisaran.


"Ketiga, tidak ada kesenjangan kasta di kekaisaran ini! Semua memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, bagi mereka yang mau bekerja keras maka mereka dapat mencapai puncak kesuksesan, sementara mereka yang malas akan tetap tertinggal dan hidup dengan segala keterbatasan."


"Keempat, akan terjadi perombakan eselon atas kekaisaran, termasuk segala pekerja yang berada di departemen yang berbeda. Sang kaisar akan membuka perekrutan bagi mereka yang memiliki kemampuan. Siapapun berhak mendaftar setelah memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh sang kaisar. Mengenai waktunya, perekrutan akan dimulai besok hari di tempat departemen masing-masing."


"Kelima, kekaisaran akan membuka wilayahnya untuk dihuni berbagai macam ras tanpa adanya diskriminasi. Bagi siapapun yang melanggar dekrit ini, meski dia seorang bangsawan atau eselon atas sekalipun akan mendapatkan hukuman yang berat."


"Sekian isi dari dekrit dari sang kaisar. Semua akan diberlakukan mulai besok, maka dari itu bagi yang merasa keberatan bisa pergi meninggalkan kekaisaran selagi bisa. Lain, jika setelah peraturan ini diberlakukan ada yang pergi dari wilayah kekaisaran seenaknya, mereka akan dicap sebagai buron atau orang pelarian."


Renee pun menggulung kembali perkamen itu lalu berniat menuruni panggung, diikuti dengan Becky dan Becca yang diutus sang tuan untuk melindungi pemuda itu, takut-takut kejadian yang tidak menyenangkan muncul dan akan membahayakan keselamatannya. Mengingat posisi Mavis yang didapatnya sekarang ini sebagai kaisar baru, didapat dengan cara tidak baik yakni merebut secara paksa tahta kekaisaran dan menghukum seluruh eselon atas kekaisaran, bisa dibayangkan bagaimana keadaan akan ricuh ketika para penduduk menentang kepemimpinannya.


Begitu juga yang dirasakan oleh Reene, sesaat dia menghela napas berat ketika hendak melangkah menuruni tangga. Sempat dia berpikiran bahwa para warga itu tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya, atau dia memang tidak baik dalam cara menyampaikannya. Tapi, alangkah terkejutnya dia begitu mengambil satu langkah menginjak anak tangga kayu, sorak riuh terdengar dari arah para pengunjung alun-alun itu. Sampai Becky dan Becca yang biasanya tidak peduli dengan kondisi para manusia rendahan ini, menjadi membelalakkan mata dan berbalik untuk melihat keadaan lautan manusia yang ada di sana. Bukan tanpa sebab, pasalnya kerumunan itu mulai bersorak gembira dan memuji tentang kehebatan tuannya! Yah, para warga menyambut sang kaisar baru dengan isak tangis bahagia.


"Kak, ini bukan mimpi, kan?" Salah seorang anak berusia kira-kira sepuluh tahun gemetar dan tanpa sadar meneteskan air matanya. Dia bertanya kepada sang kakak yang saat ini berada di sampingnya. Hanya sang kakak tidak merespon pertanyaan adiknya itu, alih-alih memasang ekspresi rumit di wajahnya.


Sebelum pada akhirnya dengan nada menahan tangis, dia menoleh dan tersenyum kepada sang adik. Kemudian berkata, "Ya, tentu. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu? Para dewa tidak akan meninggalkan hambanya selama mereka senantiasa berdoa dan meminta rahmatnya."


"Lalu, Kak. Mungkinkah Yang Mulia Kaisar Mavis adalah utusan para dewa? Apa aku bisa memintanya untuk mengenalkan aku kepada para dewa?" kata sang adik dengan mata yang berbinar.


"Itu tidak sepenuhnya mustahil. Selama kamu dapat menjadi anak yang baik dan pintar, Yang Mulia mungkin akan membawamu untuk bertemu para dewa." Sang kakak tertawa kecil sambil mengusap kepala sang adik. Selanjutnya, keduanya beranjak pergi meninggalkan kerumunan itu.


"Hidup Kaisar!"


"Ya, Dewa! Akhirnya kalian mendengarkan doaku!"


"Sungguh, Sang Kaisar sangat bermurah hati! Para eselon bejat itu akhirnya mendapatkan hukuman yang pantas!"


"Terimakasih, Yang Mulia! Dendam ayahku yang telah mati akhirnya terbalaskan! Bunuh semua para penjahat keji itu!"


Berita tentang dekrit baru dari sang kaisar pun dengan cepat menyebar di seluruh penjuru kekaisaran. Itu pada kenyataannya telah sampai di telinga setiap orang sebelum matahari tenggelam di ufuk barat. Mereka banyak yang menyambut datangnya peraturan baru itu, tapi tentu masih ada sedikit dari mereka yang tidak suka dengan kebijakan baru tersebut.


Terutama para raja dan bangsawan yang berpengetahuan luas, mereka pada dasarnya menerima beberapa poin dari dekrit sang kaisar, tapi di sisi lain masih menaruh ketidak sukaan dengan dekrit yang mana menjelaskan secara kasar bahwa seluruh rakyat di kekaisaran ini memiliki hak untuk hidup yang layak dan hak yang sama dalam mendapatkan pekerjaaannya. Juga, tentang pelarangan diskriminasi antar kesenjangan kasta dan juga ras, mereka masih tidak habis pikir! Sebenarnya, apa sih yang ada di pikiran sang kaisar?