I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 57 : Dia Bangsawan Yang Baik



Setelah hampir setengah hari mereka melakukan perjalanan, tibalah mereka disebuah pemukiman dengan dinding bertembok batu yang kokoh mengelilingi daerah di dalamnya. Berada di sisi atas tembok, terdapat pos-pos penjagaan yang mana terdapat penjaga dengan pakaian lengkap tengah memberi hormat saat tau yang datang adalah penguasa tempat itu, Earl Edward. Sebelumnya para penjaga melihat dari kejauhan kelompok itu berjalan mendekat jadi mereka mengarahkan busur panah mereka bersiaga jika itu rombongan para bandit yang datang. Akan tetapi kesalahpahaman itu menghilang ketika salah satu penjaga melihat tuannya itu bergabung dalam rombongan.


Mereka berhenti di depan gerbang, dan menanti ara penjaga datang untuk menyambut mereka.


"Buku gerbangnya!"


"Tuan telah kembali!"


Seorang penjaga dari atas tembok berteriak dengan suara keras untuk memberi tau penjaga lain yang sedang berada di bawah, dua penjaga yang berada di dekat pintu lekas berlari dan membukakan pintu untuk tuan tanahnya.


Begitu penjaga itu melihat Earl Edward, mereka menyingkir ke samping dengan diam dan tegak. Di sisi lain Earl Edward tidak berkomentar dan langsung membawa tamu pentingnya itu untuk masuk.


Sampailah mereka di tengah pemukiman, Mavis melirik ke arah sekitarnya dan mendapati takjub dengan itu. Dia tidak menyangka seorang Earl belaka memiliki wilayahnya sendiri sebesar ini, juga keadaan di dalam begitu hidup dan kondisi para penduduknya begitu baik sampai-sampai mereka antusias dalam menyambut kembalinya bangsawan itu.


Pemukiman itu sendiri lumayan luas, busa dikatakan seukuran satu komplek perumahan di kehidupan Mavis sebelumnya. Bangunan-bangunan di dalam tampak seperti pemukiman para bangsawan rendah! Itu sangat baik bahkan rumah terburuk yang berada di sana memiliki dua tingkat! Berapa kaya penduduk di tempat ini? Apa semua bangsawan Earl belaka sekaya ini? Mavis tidak bisa membatu tapi mengerutkan kening karena heran. Bagaimana dengan posisi yang lebih tinggi seperti Marquis, atau bahkan seorang Duke? Apa dia memiliki wilayah yang lebih menakjubkan daripada ini? Meski wilayah ini masih berkepemilikan kerajaan yang sah, akan tetapi dia adalah penguasa yang memerintah disini. Mavis masih salut dengan cara bangsawan itu memerintah, sepertinya dia orang yang jujur dan baik pada bawahannya.


"Dia orang yang baik."


Mavis diam-diam menilai bangsawan itu berada ditingkat yang berbeda dengan para bangsawan yang pernah dia temui. Earl Edward bukanlah bangsawan yang korup, tidak seperti sapi-sapi gemuk yang hanya suka memerintah, makan, dan tidur disaat yang bersamaan.


Earl Edward pun turun dari kuda dengan dibantu seorang pria berkacamata. Pria itu masih terbilang cukup muda, Mavis menebak dia masih berusia dua puluhan. Sambil membantu tuannya itu turun, dia terus-terusan mengomeli atasannya itu karena pergi tanpa memberitahu dan mengajaknya. Earl Edward sendiri tak berdaya dan hanya tertawa melihat tingkah pria itu. Mereka tampak begitu dekat sampai sudah seperti ayah dan anak.


"Kau begitu keterlaluan Tuan, baiklah, kali ini aku akan melepaskanmu! Tapi jangan harap untuk yang selanjutnya! Percayalah, jika kau melakukan ini lagi, aku akan benar-benar berhenti dari pekerjaanku!" Pria itu berbicara dengan wajah kesal sambil membenarkan kacamatanya yang berantai.


"Kau mendengarkan aku kan, Tuan? Aku bicara dengan serius!"


"Baiklah, baiklah, kau dapat tenang, tidak baik berbicara seperti itu dihadapan tamuku," kata Earl Edward dengan nada tidak enak, dia memicingkan matanya ke arah pria itu agar berhenti bicara yang tidak-tidak. Lagipula dia terus-terusan melakukan itu setiap Earl Edward pergi secara diam-diam, mengatakan akan berhenti, tapi itu hanyalah ancaman dia saja. Pria itu hanya menghawatirkan tuannya maka Earl Edward sendiri tidak marah saat dia bicara seperti itu.


Segera pria berkacamata itu melirik ke arah belakang Earl Edward dan melihat beberapa orang sedang turun dari kuda. Para tamu itu dimatanya seperti lelucon, apa hanya seorang bocah berada di antara mereka? Dan seorang pria berpakaian serba hitam dengan rambut putih? Ditambah sekumpulan wanita cantik dan mempesona dengan gayanya masing-masing juga berada di rombongan tamu yang dimaksud.


"Tuan, dari mana kau menemukan mereka? Kali ini kau mengejutkan aku." Pria berkacamata itu setengah berbisik dari belakang Earl Edward.


"Berhentilah bicara yang tidak-tidak tentang mereka, Shawn, jika kamu tidak ingin kehilangan lidahmu," kata Earl Edward, kini dia sudah membalik badan membelakangi pria berkacamata itu.


"Mereka bukan sekelompok orang biasa yang bahkan aku sendiri tidak berani untuk memprovokasi, mereka tamu penting. Lebih baik sekarang kau memanggil pelayan yang lain agar menyiapkan tempat untuk mereka beristirahat, dan buat mereka senyaman mungkin di tempat ini." Earl Edward dengan sangat berhati-hati bicara dengan si pria berkacamata, Shawn.