I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 101 : Waktunya Kembali Dalam Rencana



Setelah pengambil alihan atas wilayah pemukiman, Mavis mulai merombak tata cara hidup di tempat ini. Seperti yang sudah dia janjikan kepada para penduduk yang sebelumnya tinggal di luar tembok, Mavis telah mengizinkan mereka semua untuk tinggal di dalam pemukiman. Tentu saja, itu membuat keributan di kalangan para bangsawan kecil yang memprotes kebijakan dari sang pangeran. Yang mana tidak ada diskriminasi antara si kaya dan si miskin, semua penduduk asli pemukiman ini berhak untuk tinggal di dalamnya.


Namun, para bangsawan kecil itu tetap bersikukuh untuk menolak kebijakan sang pangeran. Mereka pun meminta untuk bertemu dan membicarakan hal ini. Hanya saja begitu mereka bertemu langsung dengan Mavis di suatu agenda yang telah dijadwalkan, mereka barulah menyadari akan sesuatu hal. Di bawah kekuatan absolut milik sang pangeran, para bangsawan kecil seperti mereka bukanlah apa-apa. Mereka haruslah tunduk dengan pengaturan sang pangeran, jika tidak ingin bernasib buruk seperti para bangsawan yang berakhir ditempatkan di penjara. Bukan hanya itu, seluruh aset kekayaan mereka pun berakhir disita oleh sang pangeran.


"Datanglah, aku dengan senang hati menyambut kalian," kata Mavis, diam-diam bersuka cita ketika melihat tumpukan barang hasil sitaan dari para bangsawan.


Mavis benar-benar berhasil mengembalikan kondisi perbatasan itu menjadi jauh lebih baik hanya dalam kurun waktu satu bulan. Seperti yang telah dia terapkan di pemukiman para goblin, Mavis juga menerapkan sistem yang sama di tempat ini. Pembentukan empat bidang ini pada dasarnya memang sudah terbukti efektif. Dengan begitu setiap bidang akan berfokus pada pekerjaannya masing-masing dan akan mempercepat perkembangannya.


Empat bidang yang telah terbentuk memiliki kepala bidangnya masing-masing. Tentu, Mavis memilih para kepala bidang itu dari barisan yang dapat dia percayai, mereka haruslah para pelayan yang telah setia padanya. Dengan begitu dia tidak akan khawatir akan terjadi pemberontakan dikemudian hari. Para kepala bidang itu pun terdiri dari Wed sebagai kepala bidang kemiliteran, Lily akan menjadi kepala bidang kesehatan, Bulan akan menjadi kepala bidang pendidikan, dan Ezekiel menjadi kepala bidang teknologi dan pembangunan.


Selain empat bidang yang telah didirikan, Mavis juga membuat pengadilan publik yang dikepalai oleh Samantha. Diharapkan dengan adanya pengadilan ini dapat menyelesaikan permasalahan dan konflik para penduduk dengan adil, tanpa pandang bulu. Dan juga dengan adanya Samantha yang memiliki kemampuan pengelihatan, Mavis yakin itu akan sangat berguna.


Sekarang, Mavis menjadi sangat bisa bersantai di tempat tinggalnya yang baru ini. Ditemani para makhluk bayangannya yang melayani dia, Mavis hidup dengan layak dan tanpa kekurangan apapun. Kesehariannya hanyalah makan, tidur, berlatih, berkeliling santai, dan juga memantau kinerja dari empat bidang. Dia terlalu santai, sampai melupakan fakta bahwa dia memiliki tujuan baru untuk menyatukan seluruh benua. Bagaimanapun dia harus segera keluar dari zona nyamannya, cepat atau lambat masalah lain pasti akan datang. Dia haruslah paling tau kekuatan kerajaan Sriwijaya yang sekarang hanyalah kecil dibandingkan kerajaan dan kekaisaran lain yang berafiliasi di atasnya.


Ini bukan waktunya dia untuk bersantai. Setidaknya jika dia ingin selamat dalam banjir persaingan antar perebutan kekuasaan, Kerajaan Sriwijaya sendiri haruslah menjadi kerajaan tingkat sepuluh! Batas akhir tingkatan yang sampai saat ini hanya dipegang oleh kekaisaran Vatican di benua bagian tengah.


Berdiri di depan bangunan baru yang telah selesai dibuat, bangunan yang akan menjadi tempat pengadilan publik, Mavis mengedarkan pandangannya, menikmati waktu luangnya sambil menunggu matahari terbenam. Berada di belakangnya, Sera dan Samantha juga ikut menikmati waktu kebersamaan dengan tuannya itu.


"Sudah waktunya aku melakukan rencana selanjutnya," kata Mavis, tersenyum dan berbalik untuk pergi. Kedua pelayan itu pun segera mengikutinya.