
Berada di salah satu bangunan berlantai dua, duduk di dekat jendela, Reus sedang melirik ke arah luar sembari menyeruput segelas teh di pagi hari itu. Di hadapannya tampak seorang gadis dengan wajahnya yang datar tengah sibuk menyantap sepiring makanan. Dia sejatinya adalah Sasha, pelayan sang pangeran yang ikut serta bersama elite kerajaan dalam mengirimkan pesan dari sang raja, begitu juga dengan Reus yang secara diam-diam menyusup ke dalam karavan.
Kedatangan Reus jauh ke tempat perbatasan ini tentu bukan untuk liburan, tapi dia telah memutuskan secara matang untuk menerima tawaran dari sang pangeran. Hanya, setelah setibanya di tempat ini dia masih harus menunggu untuk bertemu dengannya. Dia pun bertanya-tanya, sebenarnya ke mana perginya sang pangeran, mengapa tidak ada yang bisa menejelaskan itu bahkan kepada elite kerajaan? Apa itu sangat misterius, seolah-olah para pelayan yang selalu dekat dengan pangeran merahasiakannya.
Reus menghela napas berat, dia pun kembali menoleh dan melihat ke arah Sasha. Dia tidak mengerti mengapa juga gadis ini ikut dalam rombongan? Bukankah dia mempunyai tugas harian di mansion? Bagaimana dia bisa mendapatkan izin untuk pergi?
"Mm? Apa yang kamu lihat?" Sesaat Sasha berhenti menyantap kudapannya, kemudian memandangi Reus dengan tatapan tidak suka. "
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, lagipula kamu bukanlah tipeku." Reus pun menyeringai kecil sebelum akhirnya melanjutkan, "Aku hanya masih tidak mengerti, mengapa kamu bisa sampai di tempat ini. Bukankah semua pelayan di mansion kerajaan tidak boleh berpergian sepertimu sekarang ini? Apa kamu telah melakukan sesuatu kesalahan besar dan mendapatkan hukuman, oleh karena itu kamu melarikan diri ke tempat ini? Ah, aku mengerti sekarang, kamu datang ke tempat ini untuk mendapat perlindungan dari pangeran, benar begitu?"
"Memangnya kamu tau apa? Maksud kedatanganku di wilayah perbatasan ini tidak lain untuk melihat kondisi kesehatan sang pangeran, persis seperti apa yang diperintahkan ratuku," kata Sasha, membalas perkataan pria menyebalkan di hadapannya itu dengan maksud menyombong.
"Di sini bukankah seharusnya aku yang bertanya, mengapa kamu tiba-tiba muncul di tempat ini? Mungkinkah kamu merencanakan sesuatu yang buruk kepada pangeran?"
"Omong kosong!"
"Tidak ada yang tau niat busuk apa yang kamu rencanakan, sampai mengambil resiko menyusup dalam karavan untuk bisa sampai di tempat ini, terlebih kamu melayani wanita licik."
"Berhentilah bicara, jika kamu tidak ingin mati karena tersedak." Reus mengalihkan pandangannya kembali ke arah luar jendela. Kata-kata gadis itu benar-benar sangat menyebalkan. Mengapa juga dia harus membawa nama rubah sialan itu? Reus tidak ingin mengingat masa lalunya yang kelam, lagipula dia ingin memulai hidup yang baru. Dia ingin hidup dengan baik dan menghabiskan masa tuanya kelak tanpa penyesalan.
Sementara itu, di tempat yang sama seorang wanita dengan ramah berdiri di hadapan belasan kelompok berpakaian seragam berwarna coklat. Dia adalah Lily yang saat ini tengah mengumpulkan para pekerja di departemen pengobatan. Departemen ini memang baru saja terbentuk atas perintah Mavis, dengan begitu Lily membuka rekrutan baru untuk menerima pekerja yang ahli atau mengerti tentang obat-obatan herbal dan cara meraciknya.
Namun, sekarang apa yang dilihat belasan orang itu, nona ini telah menciptakan ramuan tingkat rendah itu seperti ramuan berharga tingkat menengah! Efek yang telah mereka rasakan dengan mencobanya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata! Kualitas ramuan itu sangatlah baik, bahkan ketika ramuan itu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kali, para pekerja tersentak karena merasa sesuatu di dalam tubuh mereka memberikan sensasi nyaman.
"Mungkinkah ramuan ini sama seperti yang ada diingatanku?" Salah seorang pekerja bertanya-tanya setelah meneguk sekali sampel botol ramuan. Kemudian dia melihat ekspresi pekerja lainnya yang terkejut begitu selesai mencobanya.
"Sangat menakjubkan! Rasa sesak yang beberapa hari ini sedikit aku rasakan telah menghilang begitu aku selesai meminumnya! Nona, terimakasih banyak!" Pekerja pria itu membungkuk dan mengucapkan rasa sukacitanya yang paling dalam, karena itu secara tidak langsung membantu menyembuhkan penyakitnya.
"Ya, bukankah ini hanya ramuan tingkat rendah? Bagaimana efek yang dihasilkan bisa meningkat sangat jauh? Apa Nona Lily membuatnya menjadi ramuan tingkat menengah?"
"Kalian semua telah salah dalam memahami sebuah ramuan. Tidak peduli apakah itu ramuan tingkat rendah, menengah, atau tinggi, hanya ramuan yang diracik dengan cara yang tepat akan menunjukan nilai sesungguhnya dari ramuan itu. Sebagai contohnya ramuan pembangun tubuh yang baru saja aku buat, aku telah menyempurnakannya sampai setara dengan ramuan penyeimbang langit ini." Kemudian Lily mengeluarkan satu botol kecil yang berisikan cairan berwarna hijau pekat dari saku bajunya, lalu menunjukan itu kepada mereka yang hadir.
"Surga!"
Begitu itu dipertontonkan, tidak ada satupun pekerja yang tidak tersentak karena kaget! Mereka benar-benar baru saja melihat ramuan penyeimbang langit! Ramuan tingkat tinggi yang stoknya terbatas dan biasanya hanya dimiliki kalangan para keluarga kerajaan. Mereka tidak pernah menyangka nona ini memiliki satu di tangannya.
"Seperti yang kalian ketahui, ramuan ini merupakan ramuan langka yang diperdagangkan dengan stoknya terbatas. Ramuan ini pada dasarnya berfungsi untuk meremajakan kulit dan meningkatkan fokus dalam pelatihan. Namun, apa yang kalian tidak ketahui terdapat cacat dalam pembuatannya."
"Cacat? Apa Nona berkata yang sebenarnya? Jika ramuan tingkat tinggi seperti itu memiliki celah dalam proses pembuatannya, bagaimana jika itu berhasil disempurnakan? Bukankah itu akan menjadi ramuan hebat yang dapat menantang surga?" Salah satu pekerja yang tidak sabar segera bertanya dengan wajah terkagum-kagum.
"Kau terlalu berlebihan," kata Lily, tertawa kecil dengan tangan yang menutup mulut. Sementara itu pemuda sebelumnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menahan malu. Selanjutnya dia pun melanjutkan perkataannya, "Ramuan ini memiliki kegunaan lain yang selama ini tidak diketahui kebanyakan orang. Selama cacat itu sepenuhnya dihilangkan dan diganti dengan komponen lain, itu tidak berlebihan jika aku mengatakan bisa memperpanjang usia hidup seseorang," kata Lily dengan senyuman di wajah.