
"Baiklah-baiklah, aku minta maaf!" James berkata sambil kesakitan.
"Katakan dengan lebih keras!"
"Ya! Aku minta maaf! Lepaskan!" James jatuh saat Mavis melepaskan cengkraman tangannya. Dia jatuh langsung membentur tanah dan rasa nyeri langsung dia rasakan. Wajahnya menjadi kumal, seperti seorang pengemis.
"Lihat saja nanti! Aku akan membawa guruku untuk memberimu pelajaran!" kata James, dia sudah sangat malu, harga dirinya jatuh dan dia sulit mengontrol emosinya agar tidak menangis karena tidak berdaya.
"Oh, benarkah? Itu ide yang bagus. Aku ingin melihat guru seperti apa yang kamu punya. Dia bahkan tidak mengajari muridnya dengan benar," kata Mavis.
"Kau..!"
Orang-orang yang menyaksikan pertarungan sepihak itu menjadi emosional dan meneriaki James, beberapa ada yang menyumpahi, mengolok-olok, bahkan ada yang melemparkan buah-buahan atau sayuran seperti tomat.
James kabur, begitupula dengan dua murid akademi lainnya setelah dia meminta maaf kepada semuanya. Mavis yang melihat itu tertawa kecil dan tidak ingin mengurusi mereka lagi, biarlah mereka pergi.
Setelah ketiganya lenyap dari pandangan semua orang, seorang paman datang menghampirinya dengan wajah berseri. Kemudian beberapa orang mengikutinya untuk memberikan ucapan terimakasih dan juga menyanjung kecakapan Mavis dalam bertarung.
Pada akhirnya dia mendapatkan kue madu yang diinginkan, setelah menunggu beberapa waktu dari antrian. Kemudian dia mulai beralih ke kios lain untuk membeli makanan lezat lainnya. Dia menghabiskan waktu bersantai siang itu dan menikmatinya, sampai perutnya sudah tidak bisa lagi menampung makanan.
"Kita pulang." Mavis tersenyum dan pergi kembali ke mansion keluarga kerajaan, diikuti Bulan dan Si Kembar.
Di tempat lain, di Kekaisaran Menara Kembar.
Saat rapat harian itu berlangsung, seseorang datang membawa pesan bahwa seorang raja dari kerajaan berafiliasi meminta izin untuk memasuki ruangan.
Para bangsawan yang hadir mulai memperhatikan dimana pintu masuk ruangan itu. Mereka ingin melihat siapa sosok raja yang akan datang. Begitu sosok itu muncul, mereka saling berbisik membicarakan hal apa yang mungkin saja terjadi. Mungkinkah karena dungeon di wilayahnya? Pada bangsawan sepakat mengkonfirmasi itu ada hubungannya dengan dungeon yang telah menelan banyak korban.
"Yang Mulia, Kaisar Horan, Raja Finnigan datang memberi hormat." Raja itu melakukan gerakan penghormatan untuk sang kaisar. Kemudian dia bangkit dan dengan berani menyampaikan maksud dari kedatangannya yang tiba-tiba ini.
"Yang Mulia, aku membawa kabar buruk untukmu. Ini berkaitan dengan dungeon yang berada di wilayahku. Setelah sang pangeran gagal dalam menghapus keberadaan tempat itu, mereka mulai keluar dari persembunyian dan menyerang warga yang mendiami desa di dekat sana. Aku sudah mengerahkan tentaraku untuk menjaga perbatasan di desa dekat sana. Akan tetapi kami belum tau apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, sampai saat ini mereka hanya bergerak di sekitaran luar dungeon.
"Yang Mulia, empat hari yang lalu aku sudah mengirimkan surat untuk permohonan agar militer kekaisaran segera mengirimkan bala bantuan, akan tetapi permintaan itu ditolak. Mohon Yang Mulia memberi persetujuan militer, lain aku takut kerajaanku akan segera dihapuskan."
"Penasihat Barok, apa yang dikatakannya itu benar?" Kaisar Horan mengerutkan kening dan menoleh ke arah Barok.
"Benar begitu adanya, Yang Mulia. Dalam hal ini aku menolak untuk mengirimkan prajurit bukan tanpa sebab. Itu karena aku sedang dalam persiapan menimbun para prajurit dan kekuatan lain untuk membersihkan dungeon itu segera. Raja Finnigan, kau harap tenang, persiapan kami sudah hampir selesai," kata Penasihat Barok.
"Aku harap Penasihat Barok dapat menyelesaikan persiapan itu secepatnya, sebelum mereka datang terlebih dahulu datang menyerang tempatku. Kalau begitu, aku selesai di sini." Raja Finnegan memberi hormat lagi sebelum pergi meninggalkan ruangan rapat.
"Berapa lama lagi sampai kamu selesai dalam persiapan, Penasihat Barok?"
"Yang Mulia harap yakin, dua hari seharusnya sudah cukup. Setelah itu aku akan membawa tim ekspedisi untuk langsung menuju dungeon," kata Penasihat Barok dengan raut wajah yakin.
"Kerja bagus. Penasihat Barok, aku berharap banyak padamu. Bersihkan dungeon itu dan kembali dengan selamat. Kekaisaran hanya mempunyai satu orang sepertimu yang bisa melakukannya."
"Aku akan lebih berhati-hati, Yang Mulia. Dan tim ekspedisi baru ini juga akan sangat jauh berbeda dengan tim ekspedisi sebelumnya. Jadi aku sangat optimis dapat menghapuskan dungeon."